Kunjungan Studi Tiru ke Kota Pekalongan untuk Pengembangan Industri Batik Badung
Kunjungan studi tiru yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung ke Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi langkah strategis dalam upaya mengembangkan industri batik khas Badung berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat 10 April 2026.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mengakomodasi ide-ide dan strategi pengembangan industri batik yang dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi serta budaya lokal Kabupaten Badung. Rombongan yang dipimpin oleh Kadisperinaker Badung, A.A. Ngurah Rai Yudha Dharma, serta Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, di Gedung Sekretariat PKK Kota Pekalongan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, beserta jajaran terkait.
Keunikan Kota Pekalongan sebagai “Kota Batik”
Kadisperinaker Badung, A.A. Ngurah Rai Yudha Dharma, menjelaskan bahwa pemilihan Kota Pekalongan sebagai tujuan studi tiru didasari oleh reputasi kota tersebut sebagai “Kota Batik” yang memiliki pengalaman panjang dalam produksi dan ekosistem UMKM. Ia menilai bahwa studi tematik ini sangat penting karena Kabupaten Badung ingin memiliki UMKM yang mampu memproduksi batik sendiri.
“Hasil studi tiru ini akan segera kami replikasi melalui penyusunan kebijakan terkait pembuatan batik khas Badung yang sesuai dengan kearifan lokal kita,” ujar Kadisperinaker.
Komitmen Pemerintah dalam Mendorong Industri Kreatif
Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong sektor industri kreatif. Selama ini, Badung dikenal dengan kerajinan ukiran, namun kini semangat tersebut diarahkan untuk menambah kain batik sebagai produk unggulan baru.
“Ia berharap para perajin yang ikut serta dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Implementasikan pengalaman ini secara nyata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya daerah melalui batik,” tegasnya.
Antusiasme dari Pihak Kota Pekalongan
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, menyambut hangat kehadiran rombongan Badung. Ia berharap kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan (best practices) yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.
“Kunjungan ini sangat strategis karena fokus pada peningkatan daya saing IKM. Semoga terjalin kolaborasi nyata, baik berupa joint event maupun promosi produk bersama,” ungkapnya.
Kunjungan Lapangan ke Museum dan Kampung Batik Pesindon
Selain audiensi formal, rombongan Badung juga melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi utama. Pertama, mereka mengunjungi Museum Batik Pekalongan untuk mempelajari sejarah dan koleksi batik. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Batik Pesindon.
Di sana, rombongan diterima oleh Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Pesindon, Muhammad Salahudin, di Galeri Batik RaciK keliR. Kampung Batik Pesindon sendiri merupakan pusat edukasi dan ekonomi yang menaungi 40 UMKM produksi dan 12 showroom galeri.
Keberhasilan kampung ini dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mengikuti tren pasar menjadi inspirasi utama bagi pengembangan ekosistem industri kreatif di Kabupaten Badung ke depan.
Strategi dan Harapan untuk Masa Depan
Dengan kunjungan ini, diharapkan Kabupaten Badung dapat memperkuat basis industri batik khas daerah, meningkatkan kualitas produksi, serta memperluas pasar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kerjasama antara daerah-daerah yang memiliki potensi industri kreatif serupa.
Pengembangan industri batik khas Badung tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, tetapi juga untuk melestarikan budaya lokal dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Dengan kolaborasi dan peningkatan kapasitas, diharapkan industri batik Badung dapat menjadi salah satu aset unggulan yang berkontribusi signifikan bagi kemajuan daerah.



















