Memasuki Pertengahan Ramadan: Tanda Dimulainya Doa Qunut Witir
Rabu, 4 Maret 2026, menandai momen penting dalam bulan suci Ramadan. Bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Sulawesi Utara, hari ini adalah hari ke-14 pelaksanaan ibadah puasa. Dengan demikian, malam nanti, umat muslim akan melaksanakan salat tarawih dan witir pada malam ke-15 Ramadan. Momen ini secara simbolis menandai separuh perjalanan ibadah puasa, sebuah titik krusial yang membawa perubahan dalam praktik salat witir.
Secara tradisi, memasuki pertengahan Ramadan, yaitu mulai malam ke-15, umat Islam dalam mazhab Syafi’i dianjurkan untuk membaca doa qunut dalam salat witir. Amalan ini, yang memiliki landasan kuat dari para ulama terkemuka, menjadi salah satu kekhususan ibadah di paruh kedua bulan Ramadan.
Landasan Hukum Doa Qunut Witir dalam Mazhab Syafi’i
Anjuran untuk membaca doa qunut dalam salat witir pada separuh kedua bulan Ramadan berakar pada penjelasan para imam besar dalam mazhab Syafi’i. Imam asy-Syafi’i sendiri, sebagaimana dikonfirmasi oleh Imam an-Nawawi dan Imam al-Baihaqi, menganjurkan pembacaan doa qunut ini pada rakaat terakhir salat witir.
Imam al-Baihaqi dalam karyanya Ma’rifatus Sunan wal Atsar menegaskan bahwa Imam asy-Syafi’i menganjurkan pembacaan doa qunut pada rakaat terakhir salat witir, yang dilaksanakan setelah salat tarawih. Doa ini dibaca setelah bangkit dari rukuk, yaitu pada saat i’tidal, sebelum melakukan sujud.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga menguatkan hal ini. Beliau menyatakan bahwa para ulama dari kalangan madzhab Syafi’i sepakat menganjurkan pembacaan doa qunut saat salat witir, khususnya ketika memasuki separuh terakhir bulan Ramadan.
Riwayat dari Sahabat dan Tabi’in
Keberadaan praktik doa qunut witir di separuh akhir Ramadan juga diperkuat oleh riwayat dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam buku Fiqih Sunnah Jilid I karya Sayyid Sabiq, disebutkan sebuah riwayat dari Abu Dawud. Riwayat tersebut mengisahkan bagaimana Umar bin Khatab RA pernah mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih yang diimami oleh Ubai bin Ka’ab RA. Ubai bin Ka’ab RA melaksanakan salat bersama mereka selama dua puluh malam tanpa membaca doa qunut. Namun, pada separuh terakhir bulan Ramadan, beliau mulai mengamalkan bacaan qunut.
Keterangan serupa juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr. Dalam riwayat tersebut, ia bertanya kepada Saad bin Jubair mengenai praktik qunut. Saad bin Jubair menceritakan bahwa ketika Umar bin Khatab RA mengutus pasukan muslimin, pasukan tersebut mengalami kesulitan yang membuat Umar merasa khawatir. Dalam kondisi tersebut, Umar bin Khatab RA membaca doa qunut pada separuh waktu terakhir bulan Ramadan. Riwayat-riwayat ini memberikan gambaran historis mengenai praktik qunut witir yang telah dikenal dan diamalkan sejak masa sahabat.
Bacaan Doa Qunut Witir
Bacaan doa qunut yang diamalkan pada salat witir di separuh kedua bulan Ramadan ini pada dasarnya sama dengan bacaan doa qunut yang lazim dibaca. Berikut adalah bacaan doa qunut witir yang umum diamalkan:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ.Artinya:
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana Engkau telah memberikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Doa qunut ini merupakan bentuk permohonan dan pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT. Melalui bacaan ini, umat Islam memohon petunjuk, kesehatan, perlindungan, dan keberkahan. Selain itu, doa ini juga mengandung pengakuan atas kekuasaan mutlak Allah SWT dan kerendahan diri di hadapan-Nya. Memasuki separuh kedua Ramadan, mengamalkan doa qunut witir menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memaksimalkan ibadah di sisa bulan yang penuh berkah ini.
Keberadaan doa qunut dalam salat witir di pertengahan Ramadan merupakan salah satu kekayaan tradisi ibadah dalam Islam yang senantiasa dijaga dan diamalkan oleh umat muslim, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi’i. Amalan ini menjadi pengingat akan pentingnya memanfaatkan setiap momen dalam bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta.


















