Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Pemprov Sumbar untuk Pengentasan Kemiskinan
Dompet Dhuafa dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam program pengentasan kemiskinan, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi bagi penyintas bencana. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Padang, Rektorat Universitas Andalas, serta sejumlah pengurus Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Sumbar yang merupakan mitra dari program MUFAKAT (Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat) Dompet Dhuafa. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa bunga.
Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa telah menyalurkan dana hampir Rp6 miliar untuk respons bencana, termasuk dalam bidang darurat, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengadaan hunian sementara. Ia menyampaikan harapan bahwa kerja sama ini akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar.
“Alhamdulillah pagi ini dapat bersilaturahmi dengan Pak Gubernur, sekaligus menandatangi komitmen bersama dalam kolaborasi program pengentasan kemiskinan di Sumatra Barat. Pada kesempatan ini juga turut hadir perwakilan BMT yang akan menandatangani kerjasama dengan kami di program MUFAKAT. Kerja sama ini untuk menguatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa bunga. Mudah-mudahan dengan kerja sama ini semakin banyak yang bisa dilakukan dan semakin banyak yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi menyambut baik kehadiran Manajemen Dompet Dhuafa beserta tamu undangan. Ia menyebutkan bahwa Dompet Dhuafa memiliki peran penting dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Terima kasih Pak Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa dan sejumlah tamu undangan yang hadir. Saya rasa semua tahu Dompet Dhuafa atas kiprahnya selama ini di Sumatra Barat, juga di nasional. Saya langsung ingat beberapa tahun lalu ketika ada gempa, kemudian ketika ada banjir dan tanah longsor. Saya juga tahu bahwa Dompet Dhuafa juga memberikan beasiswa, layanan kesehatan dan masih banyak yang lainnya. Kerja sama ini dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor kemarin.”
Program MUFAKAT dan Penguatan Ekonomi UMKM
Program MUFAKAT yang dijalankan Dompet Dhuafa bertujuan untuk memberdayakan UMKM melalui pembiayaan mikro syariah tanpa bunga. Kerja sama ini melibatkan BMT, Universitas Andalas, dan Pemkot Padang. Dengan adanya skema ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan modal usaha tanpa terbebani bunga.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga menguatkan kerja sama dengan Pemprov Sumbar dan Pemkot Padang dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penandatanganan MoU antara Dompet Dhuafa dan Pemprov Sumbar serta Pemkot Padang menjadi langkah awal dalam penguatan kolaborasi ini.
Dokumentasi Bencana dalam Buku BINGKAS
Di akhir sesi, Ahmad Juwaini menyerahkan buku foto BINGKAS karya jurnalis Dompet Dhuafa. Buku ini berisi rangkuman foto respon bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh beberapa waktu lalu. Gubernur Mahyeldi antusias membuka lembar demi lembar buku tersebut dan memberikan apresiasi atas kiprah Dompet Dhuafa dalam penanganan bencana.
“Ini ada buku foto kumpulan dari foto-foto jurnalis internal Dompet Dhuafa yang turut terjun dalam respon bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Ini merangkum respon di tiga provinsi terdampak bencana,” jelas Ahmad Juwaini kepada Mahyeldi.
Buku BINGKAS menjadi bukti nyata atas kontribusi Dompet Dhuafa dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Selain itu, beberapa karya foto dari buku tersebut dipamerkan di selasar Istana Gubernur, memberikan gambaran visual tentang upaya-upaya yang dilakukan Dompet Dhuafa dalam pemulihan pasca-bencana.


















