Badai Cedera Menghantam Borussia Dortmund: Emre Can Dipastikan Absen Jangka Panjang
Musim 2025/2026 tampaknya akan berakhir lebih cepat bagi kapten Borussia Dortmund, Emre Can. Pemain andalan Die Borussen ini dipastikan harus menepi dalam waktu yang cukup lama akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang serius pada lutut kirinya. Kabar buruk ini disampaikan langsung oleh pihak klub, yang menyatakan bahwa Can akan absen selama “beberapa bulan ke depan”.
Cedera tersebut terjadi dalam pertandingan krusial pekan ke-24 Bundesliga, sebuah laga bertajuk Der Klassiker yang mempertemukan Dortmund dengan rival abadi mereka, Bayern Munchen. Dalam duel sengit yang berakhir dengan kekalahan 3-2 bagi tim tuan rumah, Can mengalami cedera ACL yang memaksa dirinya harus mengakhiri pertandingan lebih dini.
Direktur Olahraga Dortmund, Sebastian Kehl, mengungkapkan betapa besarnya dampak cedera ini, tidak hanya bagi sang pemain tetapi juga bagi seluruh elemen klub. “Cedera yang diderita Emre (Can) sangat menyakitkan. Bukan hanya untuk dia, tetapi untuk kita semua, baik klub maupun para penggemar,” ujar Kehl dengan nada prihatin.
Kehl menambahkan bahwa Can sempat berusaha untuk tetap bermain meskipun merasakan sakit yang luar biasa. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pertandingan, sehingga ia terpaksa ditarik keluar sebelum babak pertama usai. Momen ketika Can meninggalkan lapangan disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penggemar tuan rumah, sebuah bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangannya.
Dukungan Penuh untuk Sang Kapten
Klub Borussia Dortmund menegaskan komitmen mereka untuk memberikan dukungan penuh kepada Emre Can selama masa pemulihannya. “Dia adalah kapten kami, selalu mengabdikan diri untuk tim, dan merupakan bagian penting dari klub kami. Emre akan mendapatkan dukungan penuh kami selama beberapa bulan mendatang untuk memastikan pemulihannya sepenuhnya terjamin,” tegas Kehl. Dukungan ini diharapkan dapat membantu Can untuk fokus pada proses penyembuhan dan kembali ke lapangan dengan kondisi yang prima.
Mimpi Piala Dunia 2026 Pupus
Cedera ACL yang dialami oleh pemain berusia 22 tahun ini juga membawa konsekuensi yang sangat pahit bagi ambisi pribadinya. Mimpinya untuk membela tim nasional Jerman di ajang Piala Dunia 2026 kini harus tertunda, bahkan pupus, mengingat proses pemulihan cedera ACL yang umumnya memakan waktu berbulan-bulan. Absennya Can tentu menjadi pukulan telak bagi skuad Jerman, mengingat peran pentingnya di lini tengah timnas.
Dampak Cedera bagi Borussia Dortmund
Kehilangan Emre Can dalam jangka waktu yang lama merupakan sebuah pukulan telak bagi Borussia Dortmund. Can bukan hanya sekadar kapten tim, tetapi juga merupakan pemain kunci yang memiliki peran vital dalam keseimbangan permainan tim.
- Kepemimpinan di Lapangan: Sebagai kapten, Can membawa aura kepemimpinan yang kuat di lapangan. Ia seringkali menjadi motor serangan sekaligus benteng pertahanan, memotivasi rekan-rekannya dan memberikan arahan taktis. Kehilangan sosok ini akan terasa dalam aspek mental dan semangat juang tim.
- Fleksibilitas Taktis: Can dikenal sebagai pemain serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi, baik sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun bahkan bek tengah. Fleksibilitasnya memberikan banyak opsi bagi pelatih dalam menyusun strategi permainan. Absennya ia akan mengurangi opsi taktis yang tersedia.
- Stabilitas Lini Tengah: Kehadiran Can di lini tengah seringkali memberikan stabilitas dan kekuatan. Ia mampu memutus serangan lawan, mendistribusikan bola dengan baik, dan terkadang memberikan kontribusi gol. Mencari pengganti sepadan untuknya akan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih.
- Pengaruh pada Moril Tim: Sebagai salah satu pemain senior dan idola suporter, Can memiliki pengaruh besar terhadap moril tim. Cedera yang menimpanya tentu akan sedikit banyak memengaruhi semangat rekan-rekannya.
Perjalanan Pemulihan yang Panjang
Proses pemulihan cedera ACL memang dikenal sebagai salah satu cedera paling menantang bagi seorang atlet profesional. Tahapan rehabilitasi yang ketat dan panjang harus dilalui untuk memastikan ligamen yang rusak pulih sepenuhnya dan lutut kembali kuat seperti sedia kala.
- Fase Awal (Pasca Operasi): Pada fase ini, fokus utama adalah mengurangi pembengkakan, mengendalikan rasa sakit, dan mengembalikan rentang gerak lutut secara bertahap. Fisioterapi akan dimulai dengan gerakan-gerakan pasif dan aktif ringan.
- Fase Penguatan Otot: Setelah pembengkakan dan rasa sakit mereda, latihan penguatan otot akan menjadi prioritas. Terutama otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) yang sangat penting untuk stabilitas lutut.
- Fase Latihan Fungsional dan Proprioception: Di sini, latihan akan difokuskan untuk mengembalikan fungsi lutut dalam aktivitas sehari-hari dan olahraga. Latihan keseimbangan, kelincahan, dan gerakan spesifik sepak bola akan mulai diperkenalkan secara bertahap.
- Fase Kembali Berlatih Penuh: Tahap ini adalah ketika pemain sudah diizinkan untuk kembali berlatih bersama tim secara penuh, namun dengan pengawasan ketat.
- Fase Kembali Bertanding: Keputusan untuk kembali bertanding sepenuhnya akan diambil setelah tim medis dan pelatih yakin bahwa pemain telah sepenuhnya pulih dan siap secara fisik maupun mental untuk menghadapi intensitas pertandingan.
Seluruh proses ini bisa memakan waktu antara enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada kondisi individu pemain dan keberhasilan rehabilitasinya. Dukungan dari tim medis yang kompeten dan kesabaran dari sang pemain akan menjadi kunci utama dalam perjalanan pemulihan Emre Can.
Para penggemar Borussia Dortmund tentu berharap Emre Can dapat melewati masa-masa sulit ini dengan baik dan segera kembali merumput, memberikan kontribusi positif bagi tim kesayangannya.













