Jakarta – Sebuah fenomena global telah kembali melanda dunia hiburan, dengan serial Netflix terbaru asal Korea Selatan berhasil menduduki puncak tren internasional. Kali ini, bukan ‘Squid Game’ yang kembali memecahkan rekor, melainkan drama yang dinanti-nantikan, ‘When Life Gives You Tangerines’, yang kabarnya mampu menarik perhatian jutaan penonton dan mendominasi percakapan di berbagai platform digital. Namun, di tengah kehebohan tersebut, terungkap pula cerita di balik layar yang sedikit meredupkan kilau kesuksesan komersialnya.
Fenomena Drakor: Lebih dari Sekadar Tontonan Hiburan
Tahun-tahun belakangan ini, demam drama Korea atau yang akrab disapa drakor, tidak hanya menyasar Asia Tenggara, tetapi telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Platform streaming seperti Netflix memegang peranan krusial dalam memperluas jangkauan ini, menyajikan ribuan judul drakor yang mudah diakses oleh penonton global. Keberhasilan drakor seperti ‘Crash Landing on You’, ‘Extraordinary Attorney Woo’, hingga ‘Squid Game’ telah membuktikan daya tarik narasi yang kuat, produksi berkualitas tinggi, dan keunikan budaya Korea yang memikat hati.
‘When Life Gives You Tangerines’: Kisah yang Menggugah Emosi
‘When Life Gives You Tangerines’, yang kabarnya dibintangi oleh bintang papan atas seperti IU dan Park Bo Gum, dilaporkan berlatar di Pulau Jeju pada tahun 1950-an. Serial ini menjanjikan sebuah cerita slice-of-life yang mendalam, menyoroti kisah cinta dan perjuangan hidup antara dua karakter utama, Ae-sun dan Gwan-sik. Dengan rating yang disebut-sebut nyaris sempurna di IMDb, drama ini berhasil menyentuh hati penonton dan bahkan meraih penghargaan bergengsi seperti Drama Terbaik di Baeksang Arts Awards 2025.
Namun, di balik pujian kritis dan popularitas yang meroket, terselip kabar kurang sedap terkait proses produksinya. Laporan yang beredar menyebutkan adanya keluhan dari beberapa mantan kru yang mengalami kondisi kerja yang tidak ideal selama syuting. Bahkan, disebutkan pula adanya kerusakan pada properti syuting yang memicu kekhawatiran terkait manajemen produksi. Pihak Netflix sendiri dikabarkan telah merespons isu ini dengan melakukan penyelidikan internal untuk memastikan semua proses produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
‘The Trauma Code: Heroes on Call’: Aksi Medis yang Mendebarkan
Selain drama yang berfokus pada kisah emosional, genre medis yang dibalut aksi juga terbukti laris manis di pasar global. ‘The Trauma Code: Heroes on Call’ menjadi salah satu contoh yang berhasil mencuri perhatian. Serial ini dilaporkan bercerita tentang seorang dokter trauma jenius yang berjuang untuk membangkitkan kembali trauma center di sebuah rumah sakit. Dengan tema yang penuh ketegangan dan situasi hidup-mati, drama ini sukses menduduki peringkat teratas serial non-Bahasa Inggris di Netflix di berbagai negara tak lama setelah perilisannya. Bahkan, aktor utama dalam drama ini dikabarkan berhasil meraih penghargaan Aktor Terbaik di ajang Baeksang Arts Awards 2025.
Mengapa Drakor Begitu Mendunia?
Fenomena drakor yang terus mendunia bukanlah suatu kebetulan. Ada beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada kesuksesan ini. Pertama, kualitas produksi yang terus meningkat, mulai dari sinematografi, akting, hingga penulisan skenario, seringkali mampu menyaingi produksi barat. Kedua, narasi yang disajikan seringkali kaya akan emosi, menyentuh tema universal seperti cinta, persahabatan, keluarga, dan perjuangan hidup, namun dibalut dengan sentuhan budaya Korea yang khas.
Ketiga, kekuatan genre. Drakor tidak hanya terpaku pada satu genre. Dari romansa manis, thriller menegangkan, fantasi magis, hingga drama sejarah yang kompleks, semua tersedia dan seringkali dieksekusi dengan brilian. Keempat, virality di media sosial. Platform seperti Twitter, TikTok, dan Instagram berperan besar dalam menyebarkan popularitas drakor, menciptakan buzz dan rasa penasaran di kalangan penonton baru.
Dampak di Indonesia dan Keunikan Penonton Lokal
Di Indonesia, drakor telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tontonan populer. Penggemar drakor di tanah air sangat antusias, tidak hanya mengikuti serial terbaru tetapi juga antusias membicarakan drama favorit mereka di berbagai forum daring maupun luring. Banyak pula influencer dan kreator konten yang secara khusus membahas drakor, semakin memperkuat jangkauannya.
Meskipun tren global mendorong kesuksesan drakor, penonton Indonesia seringkali memiliki preferensi khusus. Beberapa genre seperti romansa, komedi romantis, dan drama keluarga dengan bumbu fantasi atau misteri cenderung mendapatkan sambutan yang sangat baik. Namun, tidak menutup kemungkinan pula drama dengan tema yang lebih gelap atau unik seperti ‘Squid Game’ mampu mendobrak preferensi tersebut jika dieksekusi dengan sangat baik dan memiliki daya tarik global yang kuat. Kemampuan drakor untuk beradaptasi dan menyajikan cerita yang relevan secara emosional, terlepas dari latar belakang budaya, menjadi kunci utama daya tariknya yang terus berlanjut.
Keberhasilan drakor dalam menaklukkan pasar global, seperti yang ditunjukkan oleh fenomena ‘When Life Gives You Tangerines’ dan warisan ‘Squid Game’, menegaskan posisinya sebagai kekuatan budaya pop yang patut diperhitungkan. Meski isu di balik layar terkadang muncul, narasi yang kuat dan produksi berkualitas tinggi terus mendorong serial-serial Korea ini untuk meraih hati penonton di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Penulis: Erwin




