Promosi Jabatan dan Rotasi Pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
Sabrul Iman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, mendapatkan promosi jabatan setelah berhasil mengungkap kasus korupsi dana Pokir DPRD Magetan periode 2020–2024. Meski masa jabatannya hanya berlangsung selama sekitar dua bulan, tindakan tegas dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi membuatnya layak untuk naik ke posisi yang lebih tinggi.
Kasubdit Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Agung kini akan diisi oleh Sabrul Iman. Dalam waktu singkat, ia telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin tim penegak hukum di Magetan. Di bawah kepemimpinannya, Kejari Magetan berhasil menetapkan Ketua DPRD Magetan, Suratno, serta lima tersangka lainnya dalam kasus korupsi anggaran Pokir tersebut.
Posisi Sabrul Iman sebagai Kajari Magetan kini digantikan oleh Soekesto Ariesto. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Aula Sasana Adhyaksa Kejati Jatim pada Senin (27/4/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat, bersama sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Beberapa pejabat eselon II yang dilantik antara lain Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Luhur Istigfar, S.H., M.Hum. Selain itu, beberapa pejabat eselon III juga turut dilantik, antara lain:
- Asisten Intelijen Prie Wijeksono, S.H., M.H.
- Asisten Tindak Pidana Khusus Dr. IG. Punia Atmaja NR, S.H., M.H., CFrA.
- Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H.
- Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Yadyn, S.H., M.H.
- Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Soekesto Ariesto, S.H., M.H.
- Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan Rustandi Gustawirya, S.H., M.H.
- Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Nurul Anwar, S.H., M.Hum.
Dalam amanatnya, Agus Sahat menekankan bahwa rotasi, promosi, dan mutasi merupakan bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja serta efektivitas kelembagaan. Menurutnya, jabatan yang diemban adalah mandat untuk memberikan kontribusi lebih luas ke depan.
“Ini adalah amanah, kepercayaan bagi saudara-saudara sekaligus peluang untuk berkontribusi lebih besar bagi institusi dan negara,” ujar Agus.
Ia juga mengimbau kepada para pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, memahami kondisi wilayah tugas, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran, serta mencermati prioritas kerja yang perlu segera ditangani.
“Jangan pernah kompromi dengan pelanggaran, penyimpangan, atau praktik-praktik yang dapat mencoreng marwah institusi. Jaga nama baik Kejaksaan,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam memperkuat barisan kepemimpinan dan menjaga konsistensi penegakan hukum.


















