Momen Puncak Pemilihan Duta Anak Badung 2026: Wadah Aspirasi dan Pengembangan Generasi Penerus
MANGUPURA – Kehidupan generasi muda merupakan aset berharga bagi masa depan suatu daerah, bahkan bangsa. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya menciptakan ruang dan wadah yang strategis bagi anak-anak untuk tumbuh kembang, menyalurkan aspirasi, serta mempersiapkan diri menjadi agen perubahan. Salah satu upaya nyata yang mendapatkan apresiasi tinggi adalah penyelenggaraan acara Puncak Final Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2026.
Acara bergengsi ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Maret, di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung. Kehadiran Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menjadi penanda pentingnya kegiatan ini. Beliau hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Badung, didampingi oleh berbagai pihak penting, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung Luh Suryaniti, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Camat se-Badung, para sponsor yang mendukung acara, serta Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Badung.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung terlihat nyata melalui bantuan dana sebesar Rp 30 juta yang diberikan untuk menyukseskan ajang ini.
Pentingnya Duta Anak sebagai Agen Perubahan
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara Puncak Final Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2026. Beliau menekankan bahwa ajang ini memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya mengembangkan potensi anak secara menyeluruh.
“Kami sangat mengapresiasi, ajang ini memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang agar nanti siap memikul tanggung jawab sebagai generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Beliau menambahkan bahwa Pemilihan Duta Anak ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah sarana untuk mempersiapkan anak-anak agar siap secara fisik, mental, dan sosial dalam menghadapi tantangan masa depan. Kemampuan ini krusial bagi mereka yang nantinya akan memegang estafet kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Forum Anak Daerah: Jembatan Aspirasi Anak Badung
Peran vital dalam mewujudkan tujuan tersebut diemban oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Badung. FAD hadir sebagai wadah partisipasi anak yang mampu menjadi media pemersatu, penyerap, dan penyalur aspirasi anak. Melalui FAD, anak-anak didorong untuk menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor, serta aktif dalam mensosialisasikan peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak, sekaligus menjaga dan memperjuangkan hak-hak anak.
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Badung, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran strategis FAD Badung. Salah satu bentuk apresiasi tersebut adalah melalui penyelenggaraan Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2026, yang bertujuan untuk memilih lima anak terbaik. Kelima anak terpilih ini nantinya akan bertugas menyampaikan suara anak-anak Kabupaten Badung dalam forum yang lebih luas, seperti Mimbar Anak Bali Tahun 2026.
“Kepada pengurus FAD agar kegiatan ini berkelanjutan untuk memberi ruang bagi anak-anak menyalurkan haknya untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Badung,” pesan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya keberlanjutan program ini.
Proses Panjang Menuju Puncak Final
Ketua FAD Badung, Made Dheandra Satria Atmika, dalam laporannya menjelaskan lebih detail mengenai FAD dan tujuan dari Pemilihan Duta Anak. Beliau menegaskan bahwa FAD adalah organisasi yang lahir dari, oleh, dan untuk anak, yang dibina langsung oleh Pemerintah untuk mendukung pemenuhan hak dan partisipasi anak di Kabupaten Badung.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk ajang yang terpilih dan sebagai juara, namun juga untuk partisipasi, aspirasi, berkolaborasi serta berkompetisi untuk anak-anak yang ada di wilayah Badung,” jelas Made Dheandra Satria Atmika.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari ajang ini adalah untuk menghasilkan pokok-pokok pikiran dan aspirasi dari anak-anak Badung. Suara-suara ini akan disampaikan oleh perwakilan anak-anak Badung kepada pemerintah, masyarakat, orang tua, dan juga anak-anak lainnya. Duta Anak Badung terpilih nantinya juga akan menjadi perwakilan Kabupaten Badung dalam ajang Mimbar Anak Bali serta Forum Anak Nasional.
Proses seleksi Duta Anak Badung 2026 ini bukanlah perkara mudah, melainkan melalui tahapan yang panjang dan selektif. Dimulai dengan penetapan 165 calon Duta Anak Badung yang berasal dari berbagai sekolah, kecamatan, dan jenjang pendidikan dari tingkat SMP hingga SMA di seluruh Badung.
Tahapan penjaringan awal berhasil mempersempit jumlah calon menjadi 25 orang, yang kemudian kembali disaring hingga terpilih 10 finalis. Rentang waktu dari 13 Februari hingga 6 Maret 2026 diisi dengan berbagai kegiatan penting, meliputi tes, latihan intensif untuk penjaringan juara, serta gladi bersih. Puncaknya, pada tanggal 7 Maret, diselenggarakanlah acara final pemilihan Duta Anak Badung 2026.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Badung dalam memberdayakan generasi mudanya, memastikan suara mereka didengar, dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.



















