Kasus Kematian Evia Maria Mangolo: Perkembangan Terbaru dan Harapan Keluarga
Kasus kematian Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi di Tomohon, Sulawesi Utara, terus menjadi perhatian publik. Keluarga almarhumah terus berupaya mencari keadilan atas kematian yang dianggap tidak wajar ini. Berikut perkembangan terbaru dan harapan-harapan yang disampaikan oleh pihak keluarga dan tokoh masyarakat.
Gelar Perkara Kasus Kematian Evia Segera Digelar
Kuasa hukum keluarga Evia Maria Mangolo, Niczem Alfa Wengen, mengumumkan bahwa penyidik Polda Sulawesi Utara berencana menggelar perkara kasus kematian Evia Maria Mangolo. Gelar perkara ini diharapkan dapat membawa titik terang dalam kasus yang penuh misteri ini.
- Niczem menyampaikan informasi ini setelah mengonfirmasi langsung kepada pihak penyidik Polda Sulut.
- Dalam proses penyelidikan, keluarga dan kuasa hukum telah menyerahkan sejumlah bukti dan menghadirkan saksi-saksi.
- Tujuan dari penyerahan bukti dan kehadiran saksi adalah untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya terkait peristiwa yang terjadi.
- Keluarga berharap agar gelar perkara ini dapat meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan.
Harapan Keluarga: Penetapan Tersangka
Keluarga Evia sangat berharap agar setelah gelar perkara dan peningkatan status ke penyidikan, pihak kepolisian dapat segera menetapkan tersangka jika ditemukan unsur pidana dalam kematian Evia.
- “Harapan keluarga, setelah gelar perkara dan naik ke penyidikan, secepatnya bisa ditetapkan tersangka. Kalau memang ada oknum yang terlibat dalam kematian Evia, maka harus ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Niczem.
Bukti-Bukti yang Dimiliki Keluarga
Pihak keluarga dan kuasa hukum telah mengumpulkan beberapa alat bukti penting yang diharapkan dapat membantu mengungkap kebenaran.
- Bukti chatting: Percakapan-percakapan yang relevan dengan kasus ini.
- Bukti video: Rekaman video yang mungkin terkait dengan kejadian sebelum kematian Evia.
- Keterangan saksi: Kesaksian dari beberapa saksi yang melihat Evia naik ke mobil yang diduga milik seorang dosen berinisial DM.
Kejanggalan CCTV
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Pihak keluarga merasa ada kejanggalan terkait CCTV tersebut.
- CCTV yang berfungsi hanya yang berada di sebelah kiri.
- CCTV di sebelah kanan, yang diharapkan dapat merekam seluruh kejadian, justru merupakan CCTV baru.
- Menurut keterangan dari ibu kos, memori CCTV baru tersebut tidak ada.
- Pihak keluarga merasa keberatan dengan keterangan tersebut dan berharap agar ibu kos dan pihak-pihak terkait dapat dipanggil kembali untuk dimintai keterangan dalam tahap penyidikan nanti.
- “Kami merasa ganjal, terutama karena adanya keterangan yang berubah-ubah dari Ibu kos terkait rekaman CCTV,” tutup Niczem.
Ferdinand Dumais Turut Mengawal Kasus
Pemerhati masalah sosial dan hak asasi manusia, Ferdinand Dumais, menyatakan akan terus mengawal penuntasan kasus kematian Evia Maria Mangolo.
- “Saya akan kawal dalam koridor penegakkan hukum untuk memberi keadilan kepada korban,” katanya.
- Menurutnya, ada hal-hal tertentu yang belum terungkap dalam kasus ini.
- Ferdinand berencana membentuk tim pencari fakta untuk menuntaskan misteri kasus kematian Evia.
- Ia merasa terpanggil karena kasus ini mengusik nuraninya, terutama setelah mengetahui kesedihan yang mendalam dari ibunda Evia.
Isi Hati Ibunda Evia
Alfrita Lontolawa, ibunda Evia, mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah tulisan di media sosial. Ia membantah beberapa keterangan dari pihak kepolisian terkait hubungan Evia dengan keluarga dan kondisi psikologisnya.
- Hubungan Evia dan keluarga baik-baik saja: Alfrita menegaskan bahwa komunikasi dengan Evia selalu terjalin dengan baik dan penuh kasih sayang.
- “Sebagai orang tua berkomunikasi selalu dengan anak kami selalu diawali dengan kata halo kuko polo sayang, itu nama panggilan sayang sayang untuk almarhum Kuko Evia,” kata Alfrita.
- Kondisi ekonomi dan pendidikan Evia stabil: Alfrita membantah bahwa Evia mengalami depresi dalam studinya. Ia selalu naik tingkat dan mendapatkan nilai yang baik. Pembayaran semester juga selalu terpenuhi.
- “Nilainya di setiap semester banyak yang A, apa lagi di usia yang Bru 21 tahun sudah masuk di semester 8 Dan nilainya juga A,” kata Alfrita. Ia juga menunjukkan bukti transfer pembayaran kuliah sebagai bukti.
- Rencana masa depan Evia: Alfrita mengungkapkan bahwa Evia telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berencana untuk wisuda. Evia juga berencana mencari kerja agar adiknya bisa masuk tentara.
- Hubungan dengan pacar baik-baik saja: Alfrita juga membantah bahwa Evia memiliki masalah dengan pacarnya. Keduanya berencana untuk bertunangan setelah wisuda.
- “Rencananya abis wisuda mereka mau tunangan, sekali lagi saya membantah ank saya tidak Depresi , karena anak saya rajin berdoa, pimpin ibadah Rosario, masuk gereja saya percaya Tuhan adalah Hakim Yang Adil,” katanya.
Kasus kematian Evia Maria Mangolo masih menyisakan banyak pertanyaan. Keluarga dan berbagai pihak terus berupaya mencari keadilan dan mengungkap kebenaran di balik kematian tragis ini. Gelar perkara yang akan segera dilaksanakan diharapkan menjadi langkah maju dalam proses penegakan hukum.




