FA Selidiki Selebrasi Cunha Kontra Arsenal

Diposting pada

Sorotan Tertuju pada Selebrasi Gol Matheus Cunha: Terancam Sanksi Larangan Bermain?

Gol kemenangan Matheus Cunha untuk Manchester United saat melawan Arsenal dalam lanjutan Liga Premier tidak hanya membawa kebahagiaan bagi para penggemar Setan Merah, tetapi juga kontroversi. Selebrasi gol pemain asal Brasil tersebut kini menjadi bahan perdebatan dan berpotensi berujung pada sanksi larangan bermain.

Cunha, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penentu kemenangan 3-2 bagi Manchester United di kandang Arsenal. Gol tersebut tercipta melalui kerjasama apik antara Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo, diakhiri dengan sepakan melengkung Cunha yang tak mampu dihalau kiper Arsenal.

Namun, kegembiraan tersebut ternoda oleh selebrasi Cunha yang dianggap berlebihan. Setelah mencetak gol, Cunha berlari ke arah sudut lapangan tempat para pendukung Manchester United berada, lalu meraih kamera televisi dan meneriakkan sesuatu langsung ke arah lensa.

Diduga Mengandung Kata-kata Kasar

Meskipun tidak jelas apa yang diucapkan Cunha, banyak yang menduga bahwa selebrasinya mengandung kata-kata kasar yang tertangkap siaran langsung. Komentator sepak bola ternama, Peter Drury, bahkan sampai meminta maaf di tengah siaran atas kemungkinan adanya kata-kata kasar yang terlontar.

“Jika Anda mendengar kata-kata kasar di tengah perayaan, untuk itu kami mohon maaf,” ujar Peter Drury saat itu.

Ancaman Sanksi dari FA

Peraturan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sangat jelas mengenai hal ini. Bahasa dan/atau gestur yang menyinggung, menghina, atau kasar dapat berujung pada hukuman, termasuk larangan bermain. FA juga memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi secara retrospektif apabila insiden tersebut terekam kamera dan disiarkan ke publik.

Mengumpat langsung ke lensa kamera dapat dianggap sebagai pelanggaran yang disengaja dan mencoreng citra olahraga. Jika FA menilai selebrasi Cunha memenuhi kriteria tersebut, bukan tidak mungkin pemain berusia muda tersebut akan menghadapi hukuman larangan bermain.

Kasus Serupa Pernah Menimpa Wayne Rooney

Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2011, ketika Wayne Rooney, yang saat itu juga bermain untuk Manchester United, dijatuhi larangan bermain dua pertandingan setelah mengumpat ke arah kamera saat laga melawan West Ham United. Insiden itu terjadi dalam kemenangan 4-2 di Upton Park.

Rooney, yang saat itu baru saja mencetak hattrick, didakwa atas penggunaan bahasa yang menyinggung, menghina, dan/atau kasar. Dalam pernyataan resminya, Rooney mengungkapkan kekecewaannya.

  • “Saya sangat kecewa karena harus absen dalam dua pertandingan, salah satunya adalah semifinal Piala FA di Wembley. Saya bukan pemain pertama yang mengucapkan kata-kata kasar di televisi dan saya juga bukan yang terakhir,” ungkap Rooney saat itu.

  • “Tidak seperti orang lain yang tertangkap mengucapkan kata-kata kasar di depan kamera, saya langsung meminta maaf. Namun, saya adalah satu-satunya orang yang di-banned karena mengucapkan kata-kata kasar. Itu tidak adil,” lanjutnya.

  • “Bagaimanapun, saya harus menerima bahwa apa yang telah terjadi telah terjadi dan melanjutkan hidup. Itulah yang ingin saya lakukan,” tandas Rooney.

Keputusan di Tangan FA

Kini, semua mata tertuju pada keputusan FA terkait insiden Matheus Cunha. Golnya memang membawa kemenangan penting bagi Manchester United, tetapi luapan emosinya di depan kamera bisa saja berujung pada konsekuensi yang merugikan tim.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait potensi sanksi untuk Matheus Cunha:

  • Pelanggaran: Diduga menggunakan bahasa kasar dan/atau gestur yang menyinggung saat selebrasi gol.
  • Aturan FA: Bahasa dan/atau gestur yang menyinggung, menghina, atau kasar dapat berujung pada hukuman.
  • Sanksi: Berpotensi mendapatkan larangan bermain.
  • Preseden: Kasus serupa pernah terjadi pada Wayne Rooney pada tahun 2011.
  • Keputusan: Keputusan akhir berada di tangan FA.

Hukuman apa pun yang dijatuhkan kepada Cunha pasti akan berdampak pada Manchester United. Kehilangan pemain penting seperti Cunha, bahkan untuk beberapa pertandingan saja, bisa menjadi pukulan besar bagi tim, terutama mengingat ketatnya persaingan di Liga Premier. Para penggemar Manchester United berharap agar Cunha tidak dihukum atau, setidaknya, hukumannya diringankan.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan