Film Alas Roban: Perpaduan horor dan kisah yang melegenda

Diposting pada

SUTRADARA Hadrah Daeng Ratu merampungkan film horor terbarunya, Alas Roban. Sesuai judulnya, film garapan Unlimited Production tersebut mengangkat kisah horor yang telah melegenda, yakni jalur tengkorak Alas Roban di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Namun tak hanya itu, film ini juga turut mengulik sisi kelam sejarah yang pernah terjadi di jalur tersebut pada masa lampau.

Hadrah mengamini bahwa memang terdapat selipan sejarah kelam di film Alas Roban. Sejarah tersebut berkaitan dengan pembangunan Jalan Raya Pos era Hindia Belanda di bawah pimpinan Daendels yang membelah kawasan Alas Roban. “Banyak kerja rodi yang pada akhirnya meninggal dan konon katanya banyak mayat yang ditimbun di sepanjang jalan Alas Roban,” ucap Hadrah ketika konferensi pers film Alas Roban di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Desember 2025.

Hadrah Daeng Ratu juga membeberkan bahwa alasan kedekatan kisah mistis di Alas Roban pula yang melatarbelakanginya untuk turut andil dalam film tersebut. Lebih lanjut, ia mengaku kerap mendapat cerita dari teman-temannya yang melalui Alas Roban ketika pulang ke kampung halaman. “Jadi, aku akhirnya merasa Alas Roban ini ceritanya tuh milik semua orang,” ujar Hadrah.

Perjuangan, Budaya, dan Legenda

Bagi Hadrah, Alas Roban memiliki keistimewaan tersendiri karena mengangkat cerita bergenre horor alih-alih gore seperti film-film yang pernah ia garap sebelumnya. Hadrah menambahkan bahwa film ini menjadi lebih menarik karena jalan ceritanya tidak hanya dikemas dalam balutan horor belaka. “Ada moral story yang sangat kuat dalam cerita ini, terutama perjuangan ibu untuk anaknya,” tutur Hadrah.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu dalam konferensi pers film “Alas Roban” di Epicentrum XXI, Jakarta, 5 Januari 2026. Tempo/Ilham Balindra

Selain aspek perjuangan, Hadrah juga memasukkan elemen-elemen budaya dalam masyarakat Jawa di film Alas Roban. Misalnya saja sesajen lengkap dengan bakaran kemenyan, tari-tarian, dan juga pertunjukan wayang dengan lakon Bathara Kala. “Bathara Kala itu sebenarnya dewa tetapi melakukan hal jahat karena dia merasa kehadirannya tidak diinginkan oleh dunianya,” imbuh Hadrah.

Hadrah pun mengungkapkan bahwa lakon Bathara Kala dipilihnya karena memilki kesinambungan dengan karakter Gendis. “Kami melihat satu relativitas terhadap karakter Gendis sebagai anak yang terlahir cacat, penglihatannya tidak sempurna,” katanya. Melalui Gendis pula karakter Sita sebagai ibunya terpantik untuk tetap menghadapi dunia kendati di tengah keterbatasan kondisi.

Terjun Langsung ke Alas Roban

Guna mendapatkan pengalaman riil secara langsung, Hadrah bahkan sampai terjun langsung ke Alas Roban yang menjadi TKP dari cerita filmnya. Selama beberapa hari, ia menyusuri kawasan hutan di siang dan malam hingga bertemu dengan juru kunci, dalang, dan beberapa warga setempat. “Bukan kami minta sesuatu tapi kayak minta izin, ‘kula nuwun’ kepada penjaga hutan Alas Roban,” tutur Hadrah.

Perjalanan tersebut pun diakui menarik oleh Evelyn Afnilia selaku penulis skenario film Alas Roban kendati sempat berpikir dua kali untuk ikut menemani Hadrah. Namun sesampainya di sana, Evelyn justru mendapat afirmasi mengenai legenda-legenda yang telah lama hidup di daerah tersebut. “Banyak cerita-cerita, pengalaman orang tentang apa yang mereka alami di Alas Roban,” ucap Evelyn dalam kesempatan yang sama.

Senada dengan Evelyn, Oswin Bonifanz sebagai produser film tersebut juga mengaku mendapat banyak masukan setelah berkunjung ke Alas Roban. Ia juga menilai perjalanan tersebut seakan menjadi pemecah kebuntuan setelah ide awal film tercetus sejak 2023. “Setelah ke Batang itu kami dapat banyak banget wawasan di situ,” ujar Oswin.

Film Alas Roban dibintangi oleh Michelle Ziudith, Fara Shakila, Rio Dewanto, Taskya Namya, dan Imelda Therinne. Alas Roban dapat disaksikan melalui bioskop di Indonesia per 15 Januari 2026.

CAHYA SAPUTRA

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan