Gempa Guncang Sulawesi Utara, Warga Diimbau Tetap Waspada
Pada Minggu, 15 Maret 2026, wilayah Provinsi Sulawesi Utara diguncang oleh gempa bumi. Kejadian ini berpusat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan tercatat memiliki kekuatan magnitudo 3,2. Gempa tersebut dilaporkan berpusat di laut, namun belum ada rincian lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan. Meskipun demikian, masyarakat senantiasa diingatkan untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi.
Gempa yang mengguncang Bolmut ini terjadi pada pukul 07.09 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada jarak 164 kilometer (km) Barat Laut dari Boroko, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Lokasi gempa tercatat pada koordinat geografis 2.33 Lintang Utara (LU) dan 122.86 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 km di bawah permukaan laut.
Pesan peringatan mengenai gempa ini disampaikan melalui akun resmi BMKG, yang menginformasikan rincian kejadian: “#Gempa Mag:3.2, 15-Mar-2026 06:09:48WIB, Lok:2.33LU, 122.86BT (164 km BaratLaut BOROKO-BOLMUT-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG.”
Panduan Lengkap Bertahan Saat Gempa Bumi
Mengetahui cara bertindak yang tepat saat terjadi gempa bumi sangat krusial untuk keselamatan diri dan orang lain. BMKG secara rutin memberikan panduan agar masyarakat siap menghadapi situasi darurat ini. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan untuk dilakukan dalam berbagai skenario:
1. Saat Berada di Dalam Bangunan
Jika Anda mendapati diri berada di dalam sebuah bangunan ketika gempa bumi melanda, prioritas utama adalah melindungi diri dari potensi reruntuhan.
- Lindungi Kepala dan Badan: Segera cari tempat berlindung di bawah meja yang kokoh atau perabotan kuat lainnya yang dapat menahan beban jika terjadi keruntuhan.
- Cari Titik Aman: Identifikasi area di dalam bangunan yang paling aman dari jangkauan reruntuhan dan goncangan terkuat.
- Evakuasi Jika Memungkinkan: Jika kondisi memungkinkan dan aman untuk dilakukan, segera keluar dari bangunan menuju area terbuka.
2. Saat Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
Berada di luar ruangan saat gempa bumi juga memiliki risiko tersendiri. Perhatikan lingkungan sekitar untuk mencegah cedera.
- Jauhi Struktur Berbahaya: Menjauhlah dari bangunan yang berpotensi roboh, tiang listrik, pohon, atau objek lain yang bisa tumbang.
- Perhatikan Kondisi Tanah: Waspadai retakan pada permukaan tanah yang bisa membahayakan pijakan Anda.
3. Saat Sedang Mengendarai Kendaraan
Jika Anda sedang mengemudi atau berada di dalam kendaraan saat gempa terjadi, tindakan yang tepat dapat mencegah kecelakaan lebih lanjut.
- Tepikan Kendaraan: Segera menepikan kendaraan Anda di tempat yang aman, menjauh dari jembatan, terowongan, atau bangunan tinggi.
- Keluar dari Kendaraan: Setelah kendaraan berhenti, turunlah dari mobil dan menjauhlah dari kendaraan Anda.
- Waspadai Bahaya Sekunder: Perhatikan potensi pergeseran tanah, kebakaran, atau runtuhan bangunan di sekitar area Anda.
- Hindari Struktur Berbahaya: Sama seperti saat berada di luar bangunan, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, dan pohon.
- Perhatikan Permukaan Tanah: Berhati-hatilah terhadap keretakan tanah yang mungkin muncul.
4. Saat Berada di Pantai dan Sekitarnya
Wilayah pesisir memiliki risiko tambahan berupa tsunami pasca-gempa.
- Segera Menjauhi Pantai: Jika Anda tinggal atau berada di sekitar pantai saat gempa terjadi, langkah pertama dan terpenting adalah segera menjauh dari garis pantai untuk menghindari ancaman tsunami.
- Terapkan Langkah Keselamatan: Setelah berada di tempat yang aman dari potensi tsunami, terapkan kembali panduan keselamatan yang berlaku saat berada di dalam atau luar bangunan (poin 1, 2, dan 3).
5. Saat Berada di Daerah Pegunungan
Daerah pegunungan rentan terhadap bencana susulan seperti tanah longsor.
- Hindari Area Rawan Longsor: Jika Anda berada di daerah pegunungan, segera menjauh dari lereng atau area yang berpotensi mengalami longsor.
- Terapkan Langkah Keselamatan: Lakukan langkah-langkah perlindungan diri yang sama seperti yang dijelaskan pada poin 1, 2, dan 3.
Memahami dan mempraktikkan langkah-langkah ini dapat secara signifikan mengurangi risiko cedera dan meningkatkan peluang selamat saat menghadapi gempa bumi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam.



















