Debut Gemilang Gerard Edginataqi: Wajah Baru Barito Putera di Usia Muda
Klub sepak bola Barito Putera kembali memperkenalkan talenta muda potensialnya di kancah profesional. Kali ini, sorotan tertuju pada Gerard Edginataqi, seorang pemain berusia 18 tahun 10 bulan 26 hari, yang resmi menjalani debut perdananya bersama tim senior. Momen bersejarah ini terjadi pada pertandingan tandang melawan tuan rumah Deltras FC, Minggu malam, 1 Maret 2026, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.
Gerard masuk menggantikan salah satu pemain muda Laskar Antasari lainnya, Pramoedya Putra, pada menit ke-76. Kehadirannya di lapangan menandai sebuah langkah besar dalam perjalanan kariernya di dunia sepak bola profesional. Akun resmi Barito Putera di Instagram, @psbaritoputeraofficial, mengunggah kabar gembira ini keesokan harinya dengan penuh kebanggaan.
“Gerard Edginataqi, pemain promosi dari Barito Putera Anum, resmi menjalani debut perdananya pada laga melawan Deltras FC tadi malam di usia 18 tahun 10 bulan 26 hari. Terus berproses, semoga jadi langkah besar untuk karier ke depan!” demikian bunyi unggahan tersebut, yang disambut antusias oleh para pendukung setia Barito Putera.
Dukungan Penuh dari Rekan Setim dan Komunitas Sepak Bola
Sambutan hangat tidak hanya datang dari para suporter. Rekan-rekan setim Gerard, termasuk bek kiri Bagas Kaffa, serta asisten pelatih klub yang bermarkas di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut memberikan dukungan. Francisco Torres, melalui akunnya @ftorres_99, mengungkapkan kebanggaannya dengan ucapan singkat namun bermakna, “Proud of u.”
Tak ketinggalan, akun @bandungpro_united, yang merupakan akademi tempat Gerard mengasah kemampuannya, juga memberikan apresiasi. “Gerard Edgi ataqi, Bangga bisa menjalani debut profesional pertama bersama Barito Putera. Langkah awal dari perjalanan panjang yang masih harus ditempuh. Terima kasih atas kepercayaannya! Bakal terus belajar dan kerja keras,” tulis mereka, menunjukkan kepercayaan besar terhadap talenta muda ini.
Para penggemar juga tidak ragu menyuarakan optimisme mereka. Akun @muhammadwahyuni250 bahkan memprediksi, “Mantap ini calon playmaker barito putra edisi selanjutnya,” sebuah pujian yang menunjukkan potensi besar yang dilihat dari permainan Gerard.
Perjalanan Karier Gerard Edginataqi: Dari Akademi hingga Tim Utama
Nama lengkap pesepak bola remaja ini adalah Erwin Gerard Edginatagi, lahir pada 3 April 2007. Perjalanan kariernya di dunia sepak bola dimulai dari jenjang akademi Barito Putera Youth. Ia menunjukkan bakatnya dengan tampil dalam kompetisi kelompok usia tim Liga 1, Elite Pro Academy (EPA) U16.
Perkembangan Gerard tidak berhenti di situ. Pada 1 Agustus 2024, ia bergabung dengan Barito Putera U18, kembali berkompetisi di ajang EPA. Setahun kemudian, pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini berhasil menembus skuad Barito Putera U20. Puncaknya, pada 11 Januari 2026, Gerard resmi dipromosikan ke tim utama Barito Putera, membuka jalan untuk debut profesionalnya.
Sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bermain melawan Deltras FC, Gerard sempat dua kali masuk dalam daftar susunan pemain tim utama. Pertama, pada pertandingan melawan Persipura Jayapura di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada 17 Januari 2026, yang berakhir imbang 1-1. Kedua, ketika Barito Putera ditahan imbang tanpa gol oleh Kendal Tornado FC pada 22 Februari 2026. Dalam kedua pertandingan kandang tersebut, Gerard hanya duduk di bangku cadangan, menjadi penonton dari pinggir lapangan.
Menanti Kesempatan di Kandang Sendiri
Kini, dengan debutnya yang telah terwujud, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah pelatih kepala Barito Putera, Stefano Cugurra, akan memberikan kesempatan kepada Gerard untuk tampil perdana di hadapan publik sendiri. Kesempatan tersebut berpotensi datang pada pertandingan kandang berikutnya melawan Persiku Kudus, yang dijadwalkan pada Minggu, 29 Maret 2026. Para penggemar tentu saja sangat menantikan aksi gemilang dari talenta muda ini di Stadion kebanggaan mereka.
Perjalanan Gerard Edginataqi adalah bukti nyata bahwa Barito Putera terus berkomitmen dalam pengembangan pemain muda. Dengan pembinaan yang tepat dan kesempatan bermain yang konsisten, talenta-talenta seperti Gerard berpotensi menjadi pilar penting bagi Laskar Antasari di masa depan, membawa nama klub terbang lebih tinggi di kancah sepak bola nasional. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen, pelatih, rekan setim, hingga para suporter, akan menjadi motivasi terbesar bagi Gerard untuk terus belajar dan berkembang, mewujudkan impiannya serta memberikan kontribusi maksimal bagi tim kesayangannya.




