No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Edukatif

Grooming Aurelie Moeremans: Psikolog Ungkap Bahaya Tersembunyi

Hendra by Hendra
19 Januari 2026 - 03:54
in Edukatif
0

Pengalaman Kelam Aurelie Moeremans: Membongkar Jaringan Manipulasi Emosional dan Child Grooming

Aurelie Moeremans, seorang figur publik yang dikenal luas, baru-baru ini membuka lembaran kelam dalam hidupnya melalui sebuah buku bertajuk Broken Strings. Dalam karya personal ini, Aurelie dengan berani menceritakan pengalamannya menjadi korban manipulasi emosional dan child grooming sejak usianya yang masih belia, 15 tahun. Pengalaman ini, yang ia gambarkan sebagai proses yang menyakitkan dan penuh keraguan diri, kini ia bagikan kepada publik sebagai bentuk kesadaran dan penyembuhan.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada 3 Januari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa dalam dan traumatisnya pengalaman yang ia lalui, serta tekadnya untuk bangkit dan berbagi agar orang lain tidak mengalami nasib serupa.

Memahami Konsep Child Grooming

Untuk menguraikan lebih dalam mengenai fenomena child grooming yang dialami Aurelie, kita perlu memahami esensinya. Psikolog dan grafolog, Joice Manurung, dalam sebuah program televisi, memberikan penjelasan komprehensif mengenai istilah ini. Joice memecah istilah child grooming menjadi dua bagian: “child” yang merujuk pada anak-anak, dan “grooming” yang berarti sebuah proses bertahap.

Secara keseluruhan, child grooming dapat diartikan sebagai sebuah proses manipulasi psikologis yang dilakukan secara bertahap terhadap anak. Pelaku grooming berupaya membangun sebuah relasi yang terasa dekat, nyaman, dan aman bagi anak serta keluarganya. Tujuannya adalah agar anak dan keluarga memberikan kepercayaan penuh, bahkan menyerahkan kendali atas diri anak kepada pelaku.

Baca Juga  Cuci Beras: Panduan Singkat

Setelah mendapatkan kepercayaan tersebut, pelaku akan merasa “bebas” untuk berinteraksi lebih jauh dengan anak, baik secara fisik maupun emosional. Joice menekankan bahwa seringkali, tindakan pelaku grooming disalahartikan oleh orang tua sebagai bentuk kasih sayang atau perhatian yang tulus. Anak pun kerap merasa diperhatikan, dilindungi, dan diutamakan oleh pelaku.

Mekanisme Grooming: Manipulasi dan Isolasi

Proses grooming tidak berhenti pada pembangunan relasi yang nyaman. Joice menjelaskan bahwa pelaku secara sistematis melakukan isolasi terhadap anak. Anak didoktrin, misalnya dengan kalimat seperti, “Kamu itu yang paling menyayangi cuma saya,” agar merasa spesial. Perasaan spesial ini kemudian menciptakan ketergantungan pada anak terhadap pelaku, membuatnya lebih mudah mengikuti segala keinginan pelaku.

Bagi pengamat luar, perilaku anak yang terlihat “terlalu sayang” atau “mudah dituruti” mungkin terlihat aneh, bahkan seringkali dilabeli dengan istilah “bucin”. Namun, bagi anak yang menjadi korban, tindakan tersebut merupakan bentuk perhatian yang sangat berharga dan harus dipertahankan.

Karakteristik Korban dan Peran Pelaku

Joice Manurung mengidentifikasi beberapa karakteristik anak yang rentan menjadi korban child grooming. Umumnya, mereka berasal dari keluarga yang sedang mengalami kondisi rapuh atau tidak harmonis. Kondisi tersebut bisa meliputi:

  • Keluarga yang penuh dengan tindakan kekerasan.
  • Anak yang merasa diabaikan.
  • Anak yang mengalami kesepian dan merasa tidak diperhatikan.
  • Anak dengan rasa percaya diri yang rendah.
  • Anak yang mengalami kecemasan akut atau ketakutan yang mendalam.

Dalam kondisi kerentanan ini, pelaku yang manipulatif akan hadir seolah memenuhi kebutuhan afeksi (rasa kasih sayang) yang hilang. Pelaku bisa menunjukkan perhatian melalui berbagai cara, seperti:

  • Memberikan masukan atau saran yang membangun.
  • Mendampingi anak saat merasa takut, cemas, atau ingin berbagi cerita.
Baca Juga  Doa Harian Katolik: Santa Skolastika

Tindakan-tindakan ini biasanya dilakukan pada tahap awal grooming, sehingga anak merasa senang dan nyaman.

Proses Desensitisasi dan Lingkaran Setan Manipulasi

Setelah fase awal yang menyenangkan, pelaku secara perlahan mulai memperkenalkan hal-hal yang tidak semestinya pada anak. Joice menyebut proses ini sebagai “desensitisasi”, yaitu pengurangan rasa sakit atau ketidaknyamanan secara emosional saat mengalami sesuatu yang baru atau tidak biasa. Misalnya, pelaku mungkin mulai memperkenalkan sentuhan fisik atau pelukan, yang kemudian dianggap sebagai hal yang umum dilakukan oleh orang yang memberikan afeksi.

Ketika anak sudah mendapatkan “afeksi” dari pelaku, timbul rasa takut kehilangan sosok tersebut. Anak akan berusaha mempertahankan hubungan ini, meskipun di kemudian hari ia mulai merasakan ada yang tidak beres. Jika anak mulai menolak bentuk-bentuk interaksi yang tidak wajar, seperti sentuhan atau pelukan, ia khawatir pelaku akan meninggalkannya.

Ancaman inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk mempertahankan kendali. “Kalau dia (anak) menolak, si pelaku bisa mengancam anak, ‘Kamu nanti enggak saya sayangin lagi’,” ujar Joice. Situasi ini menciptakan lingkaran setan di mana anak menyadari bahwa apa yang terjadi mungkin tidak benar, namun ia tetap bertahan karena kebutuhan dan rasa takutnya dipenuhi oleh pelaku. Pengalaman Aurelie Moeremans, yang dituangkan dalam Broken Strings, menjadi pengingat penting akan bahaya manipulasi emosional dan child grooming yang dapat merusak kehidupan seseorang sejak usia dini.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

5 Tanaman Hias yang Bisa Membersihkan Udara di Dalam Ruangan
Edukatif

5 Tanaman Hias yang Bisa Membersihkan Udara di Dalam Ruangan

23 Mei 2026 - 14:12
Cara Backup Data Otomatis dari Google Drive ke Server Pribadi dengan Mudah
Edukatif

Cara Backup Data Otomatis dari Google Drive ke Server Pribadi dengan Mudah

22 Mei 2026 - 03:55
Cara Membangun Kebiasaan Bangun Pagi untuk Meningkatkan Produktivitas
Edukatif

Cara Membangun Kebiasaan Bangun Pagi untuk Meningkatkan Produktivitas

21 Mei 2026 - 23:01
Cara Melaporkan Tindakan Penipuan Online ke Pihak Berwajib dengan Mudah dan Efektif
Edukatif

Cara Melaporkan Tindakan Penipuan Online ke Pihak Berwajib dengan Mudah dan Efektif

21 Mei 2026 - 18:07
Cara Mengoptimalkan SEO Website Berita Agar Cepat Terindeks Google
Edukatif

Cara Mengoptimalkan SEO Website Berita Agar Cepat Terindeks Google

21 Mei 2026 - 08:19
Cara Efektif Mengatasi Burnout Akibat Pekerjaan yang Menumpuk
Edukatif

Cara Efektif Mengatasi Burnout Akibat Pekerjaan yang Menumpuk

20 Mei 2026 - 22:31
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

2 Juni 2026 - 20:34
Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan

Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan

2 Juni 2026 - 20:04
Dunia Pendidikan di Era Digital: Guru Dituntut Adaptasi Hadapi Tantangan Baru

Dunia Pendidikan di Era Digital: Guru Dituntut Adaptasi Hadapi Tantangan Baru

2 Juni 2026 - 19:35
Fenomena Viral Media Sosial: Netizen Terpecah Belah dalam Reaksi

Fenomena Viral Media Sosial: Netizen Terpecah Belah dalam Reaksi

2 Juni 2026 - 19:06
Diduga Edarkan Barang Terlarang, Pria Ini Diamankan Aparat

Diduga Edarkan Barang Terlarang, Pria Ini Diamankan Aparat

2 Juni 2026 - 18:36

Pilihan Redaksi

Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

Destinasi Wisata Kembali Ramai: Rahasia Daya Tariknya yang Menggoda

2 Juni 2026 - 20:34
Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan

Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan Mengerikan

2 Juni 2026 - 20:04
Dunia Pendidikan di Era Digital: Guru Dituntut Adaptasi Hadapi Tantangan Baru

Dunia Pendidikan di Era Digital: Guru Dituntut Adaptasi Hadapi Tantangan Baru

2 Juni 2026 - 19:35
Fenomena Viral Media Sosial: Netizen Terpecah Belah dalam Reaksi

Fenomena Viral Media Sosial: Netizen Terpecah Belah dalam Reaksi

2 Juni 2026 - 19:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.