Fokus Penuh pada Laga Berikutnya: Guardiola Tak Peduli Ketatnya Persaingan Gelar Liga Inggris
Di tengah gelaran Liga Inggris musim 2025/2026 yang semakin memanas, manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan sikapnya yang tenang dan fokus pada pertandingan demi pertandingan. Ia menyatakan bahwa dirinya “sama sekali tidak peduli” dengan persaingan ketat yang terjadi dalam perebutan gelar juara musim ini.
Dengan sisa pertandingan yang kian menipis dan jadwal krusial yang akan mempertemukan Manchester City dengan rival utama mereka, Arsenal, pada bulan April mendatang, The Citizens menyadari bahwa setiap poin sangatlah berharga. Kemenangan dalam setiap laga yang tersisa akan menjadi kunci untuk mengamankan gelar juara, terutama setelah Arsenal baru saja bermain imbang melawan Wolves di tengah pekan.
Saat ini, selisih poin antara Manchester City dan Arsenal hanya terpaut lima poin. Namun, ketika ditanya mengenai peluang timnya untuk meraih gelar juara, Guardiola dengan tegas mengalihkan fokusnya kepada pertandingan kandang melawan Newcastle United yang akan digelar pada Minggu (22/2) dini hari. Baginya, hanya laga terdekat itulah yang menjadi prioritas utama.
Strategi “Satu Pertandingan Sekaligus”
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 12 pertandingan berikutnya. Saya tidak membicarakan hal itu (peluang juara) sedetik pun dengan para pemain saya. Kemarin, sehari sebelumnya, hanya (fokus pertandingan) Newcastle, Newcastle, dan Newcastle,” ungkap Guardiola dengan lugas dalam konferensi persnya.
Ia melanjutkan, “Saya tidak membicarakan klasemen (untuk saat ini), saya tidak membicarakan posisi. Saya tidak peduli. Tanyakan pertanyaan ini kepada saya dengan dua pertandingan tersisa, tiga pertandingan tersisa, saya akan punya jawabannya.”
Pernyataan Guardiola ini mencerminkan filosofi manajemennya yang terkenal, yaitu fokus pada proses dan tidak terpaku pada hasil akhir yang masih jauh. “Masih ada 12 pertandingan tersisa (menuju akhir musim 2025/2026), itu waktu yang sangat lama. Banyak hal akan terjadi, itulah satu-satunya kebenaran yang saya miliki untuk saat ini,” tambah juru taktik asal Spanyol tersebut, menekankan ketidakpastian yang masih membayangi sisa kompetisi.
Pengalaman Tim Bukan Jaminan
Lebih lanjut, Guardiola juga menepis anggapan bahwa pengalaman timnya yang telah berulang kali bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris akan menjadi faktor penentu utama pada momen-momen krusial tahun ini. Ia justru mengungkapkan bahwa sebagian besar pemain dalam skuad Manchester City saat ini adalah wajah-wajah baru yang belum memiliki pengalaman mendalam dalam situasi genting seperti ini.
“Tujuh puluh persen pemain (yang ada dalam skuad Manchester City) adalah pemain baru sehingga mereka tidak memiliki pengalaman untuk menghadapi situasi (krusial persaingan juara) seperti ini,” jelas Guardiola. Hal ini menunjukkan bahwa City tidak bisa hanya mengandalkan sejarah atau mental juara tim lama, melainkan harus tetap membangun momentum dari pertandingan ke pertandingan.
Kondisi Fisik Pemain Menjadi Kunci
Meskipun demikian, Guardiola menekankan pentingnya kondisi fisik para pemainnya. Ia percaya bahwa kebugaran skuad adalah faktor krusial yang dapat menentukan performa tim di sisa musim.
“Yang penting adalah para pemain kembali bugar. Kami telah menjalani banyak bulan dengan sedikit hari libur. Saya tidak perlu berlari satu meter pun jadi bagi saya itu bukan masalah (bagi tim),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebugaran pemain memberikannya ketenangan. “Setelah satu atau dua hari (terakhir) saya bisa tidur nyenyak (karena pemain bugar), itu sudah cukup. Para pemain juga telah berlatih dengan baik selama dua hari terakhir,” ungkapnya, menutup konferensi pers dengan optimisme terhadap kesiapan skuadnya menghadapi Newcastle United dan pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Fokus Guardiola yang tak tergoyahkan pada laga terdekat dan penekanannya pada kebugaran pemain menunjukkan strategi yang matang dan adaptif dalam menghadapi ketatnya persaingan di Liga Inggris musim 2025/2026. Dengan mentalitas seperti ini, Manchester City berupaya untuk terus menjaga momentum dan meraih hasil maksimal di setiap kesempatan.


















