Kampung Pas: Ruang Kreatif dan Produktif untuk Pemberdayaan Warga Binaan di NTB
Mataram – Sebuah inisiatif inovatif yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi, kreativitas, dan ruang publik kini hadir di jantung Kota Mataram. Kampung Pas, yang baru saja diresmikan, dirancang sebagai destinasi multifaset yang tidak hanya menjadi etalase produk unggulan dari warga binaan pemasyarakatan (WBP), tetapi juga sebagai wadah untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menghilangkan stigma negatif yang kerap melekat pada WBP.
Terletak strategis di Jalan Majapahit, Kampung Pas hadir dengan konsep yang santai dan inklusif, memadukan aktivitas ekonomi, kuliner, dan hiburan. Fasilitas ini secara khusus didesain untuk menjadi ruang kreatif bagi para warga binaan, memungkinkan mereka untuk menunjukkan bakat dan hasil karya mereka kepada publik. Kehadiran UMKM lokal yang mengisi berbagai gerai di Kampung Pas menjadi bukti nyata bahwa tempat ini merupakan ruang terbuka yang berhasil menyatukan semangat pemberdayaan bagi warga binaan dengan denyut nadi ekonomi masyarakat luas.
Pada momen peresmiannya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara langsung meninjau dan menyapa para pelaku UMKM lokal. Kunjungan ini menjadi simbol apresiasi terhadap semangat kewirausahaan yang berkembang di Kampung Pas.
Galeri Produk Warga Binaan: Bukti Kualitas dan Inovasi
Salah satu titik fokus utama dari Kampung Pas adalah Ruang Galeri Produk Warga Binaan, yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Iqbal. Galeri ini berfungsi sebagai etalase utama yang memamerkan beragam hasil karya tangan para warga binaan dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Barat. Dari kerajinan tangan hingga produk olahan, galeri ini menjadi wadah bagi WBP untuk memamerkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Gubernur Iqbal mengungkapkan kekaguman mendalamnya terhadap kualitas produk yang dipajang di galeri tersebut. “Saya sungguh takjub dengan inovasi di Kampung Pas ini. Produk buatan warga binaan ternyata punya kualitas tinggi dan layak bersaing di pasar luas,” ujarnya, memberikan pujian atas daya saing produk-produk tersebut. Pengakuan ini tidak hanya memberikan semangat bagi para WBP, tetapi juga menegaskan potensi ekonomi yang dimiliki oleh hasil karya mereka.
Nuansa Lokal dan Hiburan Energi Tinggi
Acara peresmian Kampung Pas semakin semarak dengan persembahan kesenian tradisional Cilokaq yang dibawakan oleh komunitas pecinta budaya. Tampilan ini berhasil menciptakan nuansa lokalitas yang kental, memanjakan mata dan telinga para pengunjung.
Suasana semakin membahana ketika Jeruji Band, sebuah grup musik yang beranggotakan warga binaan, naik ke panggung. Penampilan mereka yang penuh energi sukses menghibur Gubernur Iqbal dan seluruh hadirin. Gubernur bahkan terlihat larut dalam kegembiraan, menikmati setiap alunan musik yang disajikan.
“Hari ini kami meresmikan Kampung Pas, tempat UMKM berjualan dengan suasana santai dan live music. Yang paling istimewa, kawasan ini dibangun dan diisi oleh karya warga binaan,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meresmikan Kampung Pas. Pernyataan ini menekankan peran sentral warga binaan dalam setiap aspek pembangunan dan pengisian konten di Kampung Pas.
Inisiatif Pemberdayaan yang Komprehensif
Kampung Pas merupakan inisiatif dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTB, yang mendapat dukungan penuh dari seluruh kepala lembaga pemasyarakatan se-NTB. Keterlibatan warga binaan tidak hanya terbatas pada proses pembangunan fisik, tetapi juga merambah hingga pengelolaan produk yang dipamerkan dan dijual.
Gubernur Iqbal secara khusus mengajak masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya untuk menjadikan Kampung Pas sebagai alternatif destinasi rekreasi. Lebih dari sekadar tempat rekreasi, kunjungan ke Kampung Pas juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap proses pembinaan yang sedang dijalani oleh para warga binaan. “Bagi warga Mataram yang mencari tempat berkumpul dengan suasana nyaman, pilihan kuliner beragam, dan parkir mudah, Kampung Pas bisa menjadi pilihan, sekaligus ikut mendukung pembinaan warga binaan,” jelasnya.
Keberadaan Kampung Pas dipandang sebagai wujud nyata pemberdayaan warga binaan. Melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi, program ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar lebih siap untuk kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Mengangkat Martabat dan Membekali Kemandirian
Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menjelaskan bahwa peresmian galeri ini merupakan langkah krusial yang berfungsi sebagai jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan martabat yang baru. “Kami ingin menunjukkan karya nyata mereka kepada publik. Lewat kerja sama dengan UMKM, warga binaan belajar kemandirian ekonomi agar mereka memiliki bekal kewirausahaan yang kuat saat bebas nanti,” tuturnya.
Program ini merupakan implementasi konkret dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan warga binaan. Sinergi yang terjalin antara Kanwil Ditjenpas, UMKM, dan masyarakat juga secara langsung mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan produk lokal.

Kampung Pas kini berdiri tegak sebagai simbol harapan, membuktikan bahwa tembok jeruji besi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk tetap produktif dan berkontribusi. Melalui inovasi seperti Kampung Pas, diharapkan para warga binaan dapat terus menorehkan kontribusi positif bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat di masa depan, membangun kembali kehidupan mereka dengan bekal keterampilan dan kemandirian.



















