Rincian Harta Kekayaan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka
Setelah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 27.915.654.176. Angka ini meningkat dibandingkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp26,03 miliar pada tahun 2022 saat ia menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Gibran juga melunasi utang yang tersisa sebesar Rp 551 juta yang tercatat di e-LHKPN pada tahun 2022. Dalam laporan kekayaannya yang terbaru, ia tidak lagi memiliki beban utang sama sekali. Laporan tersebut diserahkan oleh Gibran pada 23 Maret 2026, sebagai laporan periodik untuk tahun 2025 kepada LHKPN KPK.
Aset Tanah dan Bangunan
Dari seluruh jumlah harta kekayaannya, Gibran memiliki aset tanah dan bangunan yang bernilai sebesar Rp 17.440.000.000. Nilai ini lebih tinggi dari tahun 2022, di mana sebelumnya nilai asetnya mencapai Rp17,3 miliar. Aset tanah dan bangunan ini menjadi kontribusi terbesar dalam kekayaan Gibran.
Seluruh aset properti ini tercatat sebagai hasil sendiri yang tersebar di wilayah Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen. Berikut rincian aset propertinya:
- Di Surakarta:
- Sebidang tanah dan bangunan seluas 500 meter persegi dengan luas bangunan 300 meter persegi senilai Rp 6.000.000.000.
- Tanah dan bangunan seluas 112 meter persegi senilai Rp 1.500.000.000.
Tiga tanah kosong di Surakarta:
- Tanah seluas 113 meter persegi senilai Rp 700.000.000.
- Tanah seluas 896 meter persegi senilai Rp 1.792.000.000.
- Tanah seluas 1.124 meter persegi senilai Rp 2.248.000.000.
Di Sragen:
- Dua tanah dan bangunan masing-masing berukuran 2.000 meter persegi dengan nilai masing-masing sebesar Rp 2.600.000.000.
Alat Transportasi dan Mesin
Selain properti, Gibran juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp 286.500.000. Garasi putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ini diisi oleh tujuh unit kendaraan yang seluruhnya diklaim sebagai hasil sendiri.
Berikut rincian kendaraannya:
- Kendaraan roda dua:
- Motor Honda Scoopy tahun 2015 senilai Rp 6.500.000.
- Motor klasik Honda CB-125 tahun 1974 senilai Rp 5.000.000.
Motor Royal Enfield tahun 2017 senilai Rp 40.000.000.
Kendaraan roda empat:
- Dua unit Toyota Avanza:
- Keluaran tahun 2016 senilai Rp 75.000.000.
- Keluaran tahun 2012 senilai Rp 50.000.000.
- Mobil Isuzu Panther tahun 2012 senilai Rp 55.000.000.
- Mobil Daihatsu Gran Max tahun 2015 senilai Rp 55.000.000.
Aset Lainnya
Gibran turut melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp 280.000.000. Selain itu, ia juga memiliki aset berupa surat berharga dengan nominal yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp 5.552.000.000.
Untuk kas dan setara kas, Gibran mencatatkan ketersediaan dana segar sebesar Rp 4.357.154.176.
Perbandingan Kekayaan Sebelum dan Sesudah Menjadi Wakil Presiden
Berdasarkan data LHKPN, kekayaan Gibran naik sekitar lebih dari Rp1 miliar setelah menjabat sebagai Wakil Presiden. Pada tahun 2022, saat menjabat sebagai Walikota Solo, kekayaannya mencapai Rp26,03 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp734 juta dibandingkan periode sebelumnya.
Dari data sebelumnya, Gibran memiliki aset berupa tanah dan bangunan bernilai Rp17,3 miliar. Rincian asetnya antara lain:
- Tanah dan bangunan seluas 500 meter persegi/300 meter persegi di Surakarta senilai Rp6 miliar.
- Tanah dan bangunan di Sragen seluas 2.000 meter persegi senilai Rp2,6 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 112 meter persegi di Surakarta senilai Rp1,5 miliar.
- Tanah seluas 113 meter persegi di Surakarta senilai Rp700 juta.
- Tanah seluas 896 meter persegi di Surakarta senilai Rp1,74 miliar.
- Tanah seluas 1.124 meter persegi di Surakarta senilai Rp2,1 miliar.
Selain itu, Gibran juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp332 juta. Transportasi tersebut mencakup motor dan mobil dengan nilai bervariasi. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp260 juta, kas dan setara kas Rp3,1 miliar, serta harta lainnya senilai Rp5,5 miliar dan utang sebesar Rp551 juta.
Profil Singkat Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka lahir di Surakarta, pada 1 Oktober 1987. Ia merupakan putra sulung dari Presiden RI ke-7, Joko Widodo dan Iriana Jokowi. Ia memiliki dua saudara kandung, yaitu Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep.
Gibran pernah mengenyam pendidikan di luar negeri. Saat SMA, ia bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan memperoleh gelar sarjana pada 2007. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Technology Sydney (UTS Insearch) di Sydney, Australia, dan menyelesaikan studinya pada tahun 2010.
Pada tahun 2015, Gibran menikah dengan Selvi Ananda, Putri Solo tahun 2009. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki dua anak, yaitu Jan Ethes Srinarendra (lahir tahun 2016) dan La Lembah Manah (lahir tahun 2019).
Sebelum terjun ke dunia politik, Gibran menekuni bisnis di bidang kuliner. Beberapa usaha yang dimilikinya antara lain Chili Pari, Markobar, warung kopi, ceker ayam, aplikasi kuliner Goola, dan Kerjaholic. Ia juga menolak meneruskan bisnis mebel milik ayahnya.
Pada 2020, Gibran maju dalam pemilihan umum Wali Kota Surakarta bersama PDI Perjuangan. Setelah menjabat sebagai Wali Kota Solo, ia diusung oleh Partai Golkar untuk menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto. Kehadiran Gibran sebagai Cawapres sempat mengejutkan masyarakat karena Prabowo sebelumnya adalah rival Jokowi pada Pemilu 2019 silam. Namun, kini keduanya menjadi aliansi dan mendukung Gibran pada Pemilu 2024.




















