Friderica Widyasari Dewi: Dari Aktris Menuju Puncak OJK, Kontras Harta dengan Suami Jadi Sorotan
Penetapan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026–2031 telah menarik perhatian publik secara luas. Selain kiprahnya yang gemilang di dunia keuangan, kehidupan pribadinya, terutama perbedaan mencolok dalam hal harta kekayaan dengan suaminya, Komjen Pol. Eddy Hartono, menjadi topik hangat yang diperbincangkan. Kedua individu ini, meski sama-sama menduduki posisi strategis, menunjukkan jurang pemisah yang signifikan dalam aset yang mereka miliki.
Proses penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai nakhoda OJK baru ini berlangsung melalui serangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi XI DPR RI. Keputusan ini secara resmi menempatkannya sebagai pemimpin tertinggi di lembaga pengawas sektor jasa keuangan Indonesia untuk enam tahun ke depan.
Profil Suami: Perjalanan Karier Komjen Pol. Eddy Hartono
Komjen Pol. Eddy Hartono, suami Friderica Widyasari Dewi, adalah seorang perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang dan cemerlang. Lahir di Blora, Jawa Tengah, pada Mei 1967, Eddy lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1990. Pangkat bintang tiga yang disandangnya menempatkannya satu tingkat di atas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang merupakan lulusan Akpol 1991.
Perjalanan karier Eddy Hartono di Korps Bhayangkara dimulai sebagai Penyidik Muda Subdirektorat V/Siber Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolres Hulu Sungai Selatan, sebelum akhirnya mendapatkan promosi sebagai Kepala Bidang Investigasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Satuan elite ini dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menangani ancaman terorisme, mulai dari bom hingga penyanderaan.
Sejak bergabung dengan Densus 88, Eddy Hartono telah mendedikasikan dirinya dalam pemberantasan terorisme. Kariernya terus menanjak, menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 pada tahun 2014, dan kemudian memimpin satuan tersebut sebagai Kepala Densus 88 dari tahun 2015 hingga 2017.
Setelah tidak lagi bertugas di Densus 88, Eddy tetap berkontribusi di bidang antiteror dengan memegang jabatan sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan dan Direktur Penegakan Hukum Kedeputian Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dari tahun 2018 hingga 2021. Ia juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penindakan Kedeputian Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian menunjuk Eddy untuk menjadi Widyaiswara Utama Tingkat I Sespim Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dengan pangkat inspektur jenderal, di mana tugasnya adalah membina dan mengembangkan pendidikan bagi anggota Polri.
Perjalanan kariernya kembali membawanya ke BNPT setelah dilantik sebagai Kepala BNPT oleh Presiden Joko Widodo pada September 2024, menggantikan Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel yang memasuki masa purna tugas. Hampir setahun setelah pelantikan tersebut, Eddy kembali dikukuhkan menduduki jabatan Kepala BNPT oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 25 Agustus 2025.
Harta Kekayaan Komjen Pol. Eddy Hartono
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 23 November 2021, saat Eddy Hartono masih menjabat sebagai Direktur Penindakan Kedeputian Bidang Penindakan & Pembinaan Kemampuan BNPT, total harta kekayaannya tercatat sebesar Rp 3.196.460.020 atau sekitar Rp 3,1 miliar.
Mayoritas kekayaan Eddy bersumber dari kepemilikan kas dan setara kas yang mencapai Rp 1,8 miliar. Ia juga memiliki aset berupa tanah dan bangunan di Serang senilai Rp 950 juta, serta sebuah motor Vespa Piaggio Vespa Sprint 150 tahun 2016 senilai Rp 19 juta. Aset lainnya yang dimiliki adalah harta bergerak lainnya sebesar Rp 90 juta dan harta lainnya sebesar Rp 255 juta.
Rincian harta kekayaan Komjen Pol. Eddy Hartono adalah sebagai berikut:
- Tanah dan Bangunan: Rp 950.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 165 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA SERANG, HASIL SENDIRI
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp 19.000.000
- MOTOR, VESPA PIAGGIO VESPA SPRINT 150 Tahun 2016, HASIL SENDIRI
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 90.000.000
- Surat Berharga: Rp 0
- Kas dan Setara Kas: Rp 1.882.460.020
- Harta Lainnya: Rp 255.000.000
- Sub Total: Rp 3.196.460.020
- Utang: Rp 0
- Total Harta Kekayaan: Rp 3.196.460.020
Profil Friderica Widyasari Dewi: Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Friderica Widyasari Dewi, yang akan memimpin OJK, memiliki latar belakang pendidikan dan karier yang sangat impresif. Lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih gelar S-1 Ekonomi pada tahun 2001. Perjalanannya di dunia akademik berlanjut ke jenjang S-2 di bidang keuangan pada California State University, Fresno, Amerika Serikat. Puncak prestasinya di bidang akademik diraih pada tahun 2019 ketika ia menyelesaikan pendidikan doktoral di UGM dengan predikat cumlaude.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia jasa keuangan, Friderica sempat menorehkan jejak di dunia hiburan tanah air. Ia pernah berprofesi sebagai model majalah dan merambah dunia seni peran dengan membintangi sejumlah sinetron populer seperti Angling Dharma, Panji Manusia Millenium, dan Selendang Sutera Biru.
Namun, fokusnya kemudian beralih ke dunia profesional di sektor keuangan. Friderica pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2008. Pengalamannya di dunia keuangan semakin terasah melalui berbagai posisi strategis.
Riwayat pekerjaan Friderica Widyasari Dewi mencakup:
- Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK (2022–2027)
- Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020 – 2022)
- Direktur Utama KSEI (2019–2020)
- Direktur Keuangan KSEI (2015–2019)
- Direktur Pengembangan BEI (2009–2015)
- Sekretaris Perusahaan BEI (2008–2009)
- Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan (2006–2008)
- Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2008)
Harta Kekayaan Friderica Widyasari Dewi
Berbeda jauh dengan suaminya, Friderica Widyasari Dewi memiliki aset yang sangat signifikan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 31 Januari 2025, total harta kekayaannya mencapai Rp 87.142.861.179 atau sekitar Rp 87,1 miliar. Setelah memperhitungkan utang sebesar Rp 1,8 miliar, harta bersihnya tercatat sebesar Rp 85.342.861.179 atau Rp 85,3 miliar.
Sumber kekayaan terbesar Friderica berasal dari 10 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi strategis seperti Jakarta Selatan, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Yogyakarta, dan Badung. Nilai total aset properti ini mencapai Rp 82,8 miliar.
Aset terbanyak kedua yang dimiliki Friderica adalah harta bergerak lainnya senilai Rp 2,3 miliar. Ia juga memiliki mobil mewah, sebuah Mercedes Benz Sedan tahun 2018, senilai Rp 700 juta.
Berikut rincian lengkap harta kekayaan Friderica Widyasari Dewi:
- Tanah dan Bangunan: Rp 82.890.338.891
- Tanah dan Bangunan Seluas 930 m2/346 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp22.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 132 m2/232 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp6.500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 653 m2/489 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp19.000.000.000
- Bangunan Seluas 230 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp9.800.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 605 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp11.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 3.500 m2/100 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp2.250.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 490 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA YOGYAKARTA, Rp6.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 225 m2/100 m2 di KAB / KOTA BADUNG, HASIL SENDIRI Rp5.000.000.000
- Bangunan Seluas 42 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp595.322.347
- Bangunan Seluas 54 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp745.016.544
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp 700.000.000
- MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp700.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 2.355.000.000
- Surat Berharga: Rp —-
- Kas dan Setara Kas: Rp 1.197.522.288
- Harta Lainnya: Rp —-
- Sub Total: Rp 87.142.861.179
- Utang: Rp 1.800.000.000
- Total Harta Kekayaan (II-III): Rp 85.342.861.179
Perbedaan signifikan antara harta kekayaan Friderica Widyasari Dewi dan Komjen Pol. Eddy Hartono ini menjadi cerminan dari jalur karier dan perjalanan hidup mereka yang berbeda, meskipun keduanya telah mencapai puncak dalam bidang masing-masing.



