PALEMBANG – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Pernyataan ini disampaikan oleh Herman Deru saat menghadiri acara final lomba video AI yang digelar pada hari Minggu (19/4) siang.
Menurut Herman Deru, AI adalah teknologi baru yang memiliki dua sisi, seperti pisau tajam. Jika digunakan dengan benar, AI dapat memberikan manfaat besar. Namun, jika disalahgunakan, bisa berdampak negatif. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaannya.
Gubernur Herman Deru juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan lomba video AI dengan tema ketahanan pangan. Ia mendorong mahasiswa untuk menciptakan karya berbasis AI yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
Herman Deru memberikan contoh bagaimana melalui video AI, mahasiswa dapat mengedukasi petani tentang hilirisasi produk pertanian dan peningkatan produktivitas. AI juga bisa digunakan untuk menggambarkan proses pengolahan hasil pertanian, mulai dari gabah hingga menjadi produk siap saji seperti lontong.
Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa karya video AI harus memiliki output nyata dan memberikan manfaat bagi petani, bukan sekadar visualisasi yang monoton. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI rentan disalahgunakan, termasuk untuk penipuan, sehingga diperlukan kecakapan dan literasi digital yang baik.
Di sisi lain, Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah pusat yang penting untuk diterapkan. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dimulai dari memastikan ketersediaan hingga keterjangkauan pangan,” ujarnya.
Ketua pelaksana lomba video AI, Mariana Purba, melaporkan bahwa sebanyak 224 karya masuk pada tahap awal seleksi. Setelah melalui babak semifinal, terpilih 10 peserta yang melaju ke babak final. Dia menjelaskan bahwa lomba ini diinisiasi oleh Universitas Sjakhyakirti sebagai upaya mendorong pemanfaatan AI secara positif di kalangan masyarakat, sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan teknologi AI.
Tema ketahanan pangan yang diusung pada babak final dinilai selaras dengan program pemerintah. Ke depan, perguruan tinggi lain diharapkan dapat berkolaborasi dalam pemanfaatan AI melalui ajang serupa. “Setiap kampus dapat mengirimkan perwakilannya. Mahasiswa Sumatera Selatan memiliki potensi besar, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.



















