Dugaan Keterlibatan Aktivis HMI dalam Perusakan Fasilitas Fakultas Ekonomi Unpatti Ambon
Ambon, Maluku – Sebuah insiden yang menggemparkan dunia akademik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon terjadi pada Senin, 3 Maret 2026. Sejumlah mahasiswa yang diduga memiliki keterkaitan dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Pattimura dilaporkan terlibat dalam aksi pembakaran dan perusakan fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Febis) kampus tersebut. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil yang signifikan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai ketertiban dan etika di lingkungan kampus.
Kronologi Kejadian dan Kerugian yang Ditimbulkan
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Ambon, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Janet Luhukay, pada Rabu, 4 Maret 2026, kejadian pembakaran dan perusakan tersebut terjadi pada hari Senin, 3 Maret 2026. Akibat dari aksi tersebut, beberapa fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengalami kerusakan yang cukup parah.
Perkiraan kerugian materiil akibat insiden ini mencapai angka sekitar Rp 67 juta. Angka ini mencakup biaya perbaikan dan penggantian fasilitas yang rusak, termasuk namun tidak terbatas pada perabotan, peralatan elektronik, dan kemungkinan juga bagian dari struktur bangunan. Detail mengenai fasilitas spesifik yang menjadi sasaran perusakan belum diuraikan secara rinci, namun skala kerugian menunjukkan bahwa dampaknya cukup luas.
Laporan Resmi ke Pihak Kepolisian
Menanggapi insiden serius ini, pihak Universitas Pattimura melalui manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Laporan resmi telah diajukan ke Polresta Ambon untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian kini tengah berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku sebenarnya di balik aksi perusakan ini.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Polresta Ambon diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai motif di balik aksi tersebut, serta mengidentifikasi individu-individu yang bertanggung jawab. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan pelaku yang terbukti bersalah akan dikenakan sanksi yang setimpal.
Respons Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI Maluku) terkait dugaan keterlibatan kader mereka dalam kasus perusakan fasilitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti Ambon. Pihak HMI Maluku diharapkan memberikan tanggapan dan klarifikasi mengenai isu ini.
Dugaan keterlibatan anggota HMI tentu menjadi perhatian publik, mengingat peran organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan diri dan kontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat. Respons dari HMI akan sangat penting untuk meredakan spekulasi dan memberikan perspektif dari sisi organisasi.
Dampak dan Harapan ke Depan
Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi civitas akademika Universitas Pattimura. Aksi perusakan fasilitas kampus tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencoreng citra institusi pendidikan. Selain itu, tindakan anarkis seperti ini dapat menghambat proses belajar mengajar dan menciptakan iklim yang tidak kondusif bagi seluruh sivitas akademika.
Pihak universitas dan penegak hukum diharapkan dapat bekerja sama secara efektif untuk:
- Mengusut Tuntas Kasus: Memastikan bahwa seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran dan perusakan dapat diidentifikasi dan diproses secara hukum.
- Meningkatkan Keamanan Kampus: Mengevaluasi dan memperketat sistem keamanan di seluruh area kampus, terutama di fasilitas-fasilitas penting seperti fakultas dan laboratorium.
- Membangun Kesadaran Etika Mahasiswa: Mengadakan program-program edukasi dan pembinaan karakter yang fokus pada pentingnya menjaga fasilitas kampus, menghargai hak orang lain, dan menyelesaikan masalah melalui jalur dialogis.
- Memulihkan Kerugian: Segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak agar proses perkuliahan dan aktivitas akademik lainnya dapat berjalan normal kembali.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga ketertiban, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang konstruktif dan damai. Universitas Pattimura, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Maluku, diharapkan dapat segera bangkit dari insiden ini dan kembali menjadi pusat pembelajaran yang aman dan kondusif.

















