IHSG Diprediksi Turun ke 6.081 Akibat MSCI Adjustment

Diposting pada


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami pelemahan dalam perdagangan Selasa (2/6), bergerak di kisaran 6.081 hingga 6.060. Pelemahan ini melanjutkan tren yang terlihat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5), di mana IHSG ditutup merosot 2,81 poin atau 0,04 persen ke level 6.127,381.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Menurut M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, pola pergerakan downward bar yang terbentuk mengindikasikan adanya konsolidasi bearish. Analisis indikator teknikal menunjukkan bahwa Relative Strength Index (RSI) masih berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual, sementara Stochastic K_D memberikan sinyal positif. Selain itu, terdeteksi adanya lonjakan volume (volume spike).

Sentimen pasar yang memengaruhi pergerakan IHSG kali ini datang dari beberapa faktor. Pertama, perubahan komposisi indeks MSCI Global Standard dan Small Cap yang mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026. Perubahan ini berpotensi memicu pergerakan dana investor asing. Pada akhir pekan lalu, tercatat adanya aksi jual bersih (net foreign sell) yang sangat signifikan, mencapai Rp 8,36 triliun dalam satu hari.

Para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama apakah tekanan jual dari manajer investasi pasif ini telah mereda atau masih menyisakan efek lanjutan (tail-end effect) di awal perdagangan bulan Juni.

Data Ekonomi Kunci dan Perkembangan Global

Selain itu, pelaku pasar juga akan menyoroti perilisan dua data ekonomi penting pada hari Selasa. Data pertama adalah S&P Global Manufacturing PMI Indonesia periode Mei, yang akan memberikan gambaran mengenai tingkat ekspansi sektor manufaktur domestik. Data kedua adalah data inflasi periode Mei yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data inflasi ini akan menjadi indikator penting untuk melihat daya beli masyarakat pasca-momentum musiman dan juga akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia ke depan.

Dari kancah global, prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya diharapkan segera tercapai, kini terhambat oleh adanya serangan militer antara kedua negara tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan damai masih berlanjut dengan Iran, meskipun Teheran dilaporkan telah menangguhkan negosiasi dengan Washington.

Lebih lanjut, perilisan data US Nonfarm Payrolls periode Mei pada akhir pekan ini juga sangat dinantikan. Data ini akan memiliki pengaruh terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di masa mendatang.

Rekomendasi Saham

Berdasarkan analisis tersebut, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa (2/6), yaitu:

  • BUVA
  • ERAA
  • GGRM

Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada Selasa (2/6) akan melemah hingga mencapai level 5.899. MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi berikutnya akan menguji level 5.899, yang sekaligus menjadi area support-nya.

Saham-saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas untuk perdagangan Selasa (2/6) meliputi:

  • DEWA
  • UNTR
  • UNVR
  • XBSK
  • NCKL

Penting untuk diingat bahwa keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Informasi yang disajikan di sini bukanlah ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan