Imam Besar Masjidil Haram Kutuk Serangan Houthi ke Mekkah dan Madinah

Diposting pada

Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, mengecam keras serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap kota suci Mekkah dan Madinah. Pernyataan itu disampaikan melalui laporan Kantor Berita SPA yang dikutip Antara pada Minggu, 25/10, dan menegaskan bahwa tindakan tersebut menargetkan tempat-tempat yang memiliki nilai religius tinggi bagi umat Islam serta membahayakan warga sipil.

Al-Sudais, yang juga menjabat sebagai presiden urusan agama untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menilai serangan berulang itu mencerminkan pendekatan kriminal dan niat jahat terhadap umat Islam serta situs-situs suci. Dia menuduh milisi Houthi menunjukkan pengabaian terhadap status Dua Masjid Suci, sehingga melanggar norma yang seharusnya melindungi tempat ibadah dari agresi.

Menurut Al-Sudais, menyerang tempat-tempat suci, warga sipil, dan fasilitas umum bukan hanya bertentangan dengan ajaran agama, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Ia menyatakan bahwa aksi semacam itu merupakan kejahatan yang dilarang oleh syariat Islam yang mewajibkan perlindungan terhadap zona suci dan penduduk yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Lebih lanjut, Al-Sudais menegaskan serangan tidak akan berhasil memecah belah keamanan maupun stabilitas Kerajaan Arab Saudi. Justru sebaliknya, menurutnya insiden-insiden tersebut akan memperkuat tekad pemimpin dan rakyat Saudi untuk menjaga serta membentengi Dua Masjid Suci beserta para peziarah yang datang dari berbagai negara.

Dalam pernyataannya, ia juga memuji upaya otoritas Arab Saudi dalam menjaga keselamatan tempat-tempat ibadah dan menekankan bahwa perlindungan terhadap situs-situs Islam adalah hal yang mutlak harus dijaga. Al-Sudais menegaskan bahwa keamanan area-area suci merupakan “garis merah yang tidak boleh dilanggar,” menandai batas tegas yang tidak dapat ditoleransi oleh negara maupun komunitas Muslim global.

Pernyataan sang imam muncul di tengah meningkatnya kecemasan internasional terkait serangan yang menyasar wilayah-wilayah religius dan fasilitas sipil. Meskipun rincian tak tersedia dalam pernyataan resmi yang dikutip, komentar Al-Sudais semakin mempertegas sikap otoritas agama di Saudi terhadap ancaman yang dianggap mengancam ruang-ruang ibadah. Ia menutup pernyataan dengan menghimbau perlunya solidaritas umat dan kerja sama antarnegara untuk memastikan keselamatan peziarah dan melindungi tempat-tempat suci dari tindakan kekerasan.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan