Gelandang Barcelona, Fermin López, menyatakan kepada media bahwa timnya akan tetap berkonsentrasi pada permainan sendiri menjelang El Clasico yang digelar di Spotify Camp Nou. Dalam pernyataannya kepada Teledeporte—dilaporkan oleh MARCA—Fermin menegaskan tidak ada pihak yang difavoritkan dalam duel besar ini dan menyorot pentingnya pengendalian emosi serta konsentrasi sebagai kunci menghadapi pertandingan tersebut.
Pesan Fermin datang bersamaan dengan maraknya perdebatan tentang keputusan wasit yang diangkat oleh pihak lawan. Menyinggung suara-suara kritik dari kubu Real Madrid, ia mengaku tak ingin terjebak dalam polemik yang menurutnya sudah mulai kehilangan daya tarik. Sebagai pemain timnas Spanyol berusia 23 tahun, Fermin memilih menunjukkan kualitas lewat aksi di lapangan ketimbang terlibat dalam perdebatan soal kepemimpinan wasit.
Soal status pertandingan, Fermin tidak memberi keistimewaan bagi salah satu klub. Dia menekankan, “Dalam pertandingan seperti ini, tidak ada tim favorit; siapa pun bisa menang.” Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi pendekatan pragmatis Barcelona: fokus pada detail teknis dan emosional yang dianggap menentukan hasil akhir dalam laga sebesar El Clasico.
Ketika diminta komentar lebih jauh soal keluhan yang digaungkan lawan, Fermin memilih merendah dan menghindari kontroversi. “Pembicaraan ini mulai agak membosankan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa timnya lebih suka membuktikan kualitas di lapangan. Ia menilai tak adil jika Barcelona terpancing dalam retorika ketika performa tim sedang berjalan baik.
Meski enggan masuk ke polemik wasit, Fermin mengakui ancaman individu dari kubu Madrid. Ia menunjuk dua pemain yang menurutnya paling berbahaya: kiper Thibaut Courtois yang kerap menyelamatkan timnya, serta Kylian Mbappe yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Fermin berharap Barcelona bisa meminimalisasi peran keduanya melalui pengendalian tim secara kolektif.
Secara keseluruhan, pendekatan Barcelona menurut Fermin adalah menjaga fokus pada taktik, detail permainan, dan kontrol emosi. Dengan persaingan ketat antara dua raksasa Spanyol itu, gelandang muda ini menegaskan bahwa hasil El Clasico akan ditentukan oleh performa di lapangan, bukan perdebatan luar lapangan—sebuah penegasan yang sekaligus menanggapi narasi berulang soal kinerja wasit sebelum laga besar.
Penulis: Redaksi




