JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026) seiring penguatan mayoritas saham konstituen. Saham INDF hingga TLKM memimpin penguatan.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.05, Indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dibuka menguat 0,47% ke level 485,67 pada pembukaan perdagangan. Terpantau sebanyak 15 saham menghijau, 11 melemah, dan 1 saham stagnan.
Penguatan indeks dipimpin oleh saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang menguat 5,88% ke level Rp6.300, berikutnya saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 3,45% ke level Rp1.200, selanjutnya saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menguat 3,14% ke level Rp3.610.
Berikutnya ada saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 2,22% ke level Rp3.220 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,97% ke level Rp3.100.
Sebaliknya saham yang menahan laju pergerakan indeks dan cenderung melemah adalah saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 1,57% ke level Rp6.250, disusul saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melemah 1,23% ke level Rp2.418, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 1,13% ke level Rp1.315.
Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turun 0,90% ke level Rp1.105, dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,78% ke level Rp3.820.
Pemantauan Kebijakan Pemerintah
Telkom Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView
The Fed masih bersikap wait and see akan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan ekonomi AS, serta menambahkan bahwa bank sentral tidak mengetahui dampaknya. Chairman The Fed Jerome Powell juga mengatakan bahwa ekspektasi inflasi masih terkendali dengan baik.
Hal ini meredakan kekhawatiran bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada langkah pemerintah dalam merespons lonjakan harga minyak global. Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari efisiensi anggaran hingga skema work from home (WFH), guna meredam dampak terhadap APBN dan menjaga stabilitas ekonomi.
Tiga Sektor Utama yang Rentan Terdampak
Tiga sektor utama yang diidentifikasi rentan terdampak adalah stabilitas energi, rantai pasok global, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mengurangi tekanan impor migas, pemerintah juga mendorong penguatan program biodiesel B50 serta kampanye penghematan energi.
Langkah ini diambil untuk menghindari kenaikan harga BBM subsidi yang berpotensi memicu inflasi dan memperlebar defisit anggaran. Namun demikian, harga BBM non-subsidi berpeluang mengalami penyesuaian pada awal April 2026.
Peran Pemerintah dalam Menghadapi Lonjakan Harga Minyak
Dalam menghadapi fluktuasi harga minyak global, pemerintah telah mengambil beberapa langkah strategis. Di antaranya adalah meningkatkan efisiensi anggaran agar dapat menyerap beban kenaikan harga minyak. Selain itu, pemerintah juga mendorong kebijakan work from home (WFH) untuk mengurangi penggunaan energi di sektor transportasi.
Selain itu, pemerintah sedang memperkuat program biodiesel B50 sebagai alternatif penggunaan bahan bakar fosil. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor minyak bumi.
Kebijakan lain yang sedang dipertimbangkan adalah kampanye penghematan energi di berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, dan rumah tangga. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mencegah inflasi yang tinggi.
Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi
Meskipun pemerintah berupaya menghindari kenaikan harga BBM subsidi, harga BBM non-subsidi diperkirakan akan mengalami penyesuaian pada awal April 2026. Penyesuaian ini dilakukan karena kenaikan harga minyak global yang terus berlangsung.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi diharapkan tidak terlalu signifikan, sehingga tidak memberikan dampak besar terhadap daya beli masyarakat. Namun, pemerintah tetap memantau situasi secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan lebih lanjut.
Kesimpulan
Pergerakan Indeks Bisnis-27 yang menguat pada perdagangan hari ini mencerminkan optimisme investor terhadap kinerja sebagian besar saham konstituen. Meskipun ada saham yang melemah, penguatan pada saham-saham utama seperti INDF dan TLKM menjadi penopang utama.
Di sisi lain, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak global dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan efisiensi anggaran, penggunaan biodiesel B50, dan kampanye penghematan energi menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Dengan adanya proyeksi penyesuaian harga BBM non-subsidi, pemerintah diharapkan mampu mengelola inflasi dan menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
















