Indonesia Masters 2026 baru saja merampungkan rangkaian pertandingannya pada Minggu, 25 Januari 2026. Gelaran akbar bulu tangkis ini sukses membangkitkan kembali gairah penonton di Istora Senayan, Jakarta, mengembalikan atmosfer meriah yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Istora Senayan, yang memiliki kapasitas 7000 kursi, kerap terlihat tidak penuh pada ajang bergengsi seperti Indonesia Masters dan Indonesia Open. Namun, edisi 2026 ini menandai sebuah transformasi signifikan, berhasil membangkitkan kembali semangat khas Istora GBK yang identik dengan sorak-sorai riuh dan penuh semangat juang.
Antusiasme penonton terlihat begitu nyata sejak babak kualifikasi hingga partai final. Kemeriahan ini menciptakan nuansa kompetisi yang tidak hanya meriah, tetapi juga berkelas internasional. Kebangkitan “keangkeran” Istora Senayan pun turut dirasakan langsung oleh para atlet yang bertanding.
Kesan Para Juara dan Atlet
Salah satu bukti nyata kebangkitan atmosfer ini datang dari juara tunggal putri asal Tiongkok, Chen Yu Fei. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap animo penonton yang luar biasa.
“Sejak hari pertama, Istora Senayan selalu bergemuruh. Saya sangat senang bisa kembali meraih gelar juara di sini. Tempat ini selalu memiliki keistimewaan tersendiri,” ujar Chen Yu Fei, usai menaklukkan Pitchamon Opathniputh dari Thailand di partai puncak tunggal putri.
Jika atlet mancanegara saja terkesan, tentu saja hal yang sama dirasakan oleh para wakil tuan rumah. Dukungan penuh dari publik Istora Senayan memberikan energi positif yang luar biasa bagi para atlet Indonesia. Dua wakil Merah Putih yang berhasil menembus partai final, Alwi Farhan di sektor tunggal putra dan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, merasakan langsung dampak positif dari dukungan masif tersebut. Alwi Farhan berhasil menjuarai tunggal putra setelah mengalahkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul. Sementara itu, ganda putra Raymond/Joaquin harus puas sebagai runner-up.
Kejutan di Luar Perkiraan PBSI
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi dan dukungan dari masyarakat serta berbagai pihak yang terlibat.
“Tahun ini sungguh di luar dugaan. Tingginya partisipasi, dukungan, masukan, serta pemberitaan yang sangat positif membuat kami optimis. Ini menunjukkan bahwa atmosfer kebangkitan bulu tangkis Indonesia mulai terbentuk,” ungkap Achmad Budiharto.
Ia menambahkan, “Sesuai dengan harapan kami sejak awal, ajang ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali euforia masyarakat terhadap bulu tangkis.”
Budiharto juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan yang tercermin dari kehadiran penonton yang konsisten sepanjang turnamen.
“Kami meraih dua hasil yang sangat memuaskan. Pertama, kehadiran penonton yang luar biasa di Istora. Meskipun di awal cuaca kurang mendukung, antusiasme masyarakat tetap tinggi sejak babak kualifikasi hingga partai puncak,” paparnya.
Konsep “Pesta Rakyat” Menjadi Kunci Sukses
Kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 ini menjadi bekal berharga untuk ajang yang lebih besar, yaitu Indonesia Open, sebuah turnamen level BWF Super 1000. Gelaran ini dapat dikatakan sebagai titik tolak untuk mengembalikan minat dan animo para pecinta bulu tangkis di Tanah Air.
“Kami berusaha menangkap aspirasi dan masukan dari para pencinta bulu tangkis Indonesia. Salah satunya adalah penyesuaian harga tiket yang kini lebih terjangkau, dan hasilnya sangat positif terlihat dari peningkatan jumlah penonton,” jelas Budiharto.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa panitia juga berupaya mempermudah interaksi antara penonton dengan para atlet dan fasilitas yang ada. Selain itu, ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut disediakan.
Konsep “Pesta Rakyat” yang diterapkan pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini diproyeksikan akan menjadi acuan penting untuk penyelenggaraan turnamen-turnamen bulu tangkis selanjutnya, termasuk Indonesia Open.
“Kami yakin konsep yang telah terbentuk pada gelaran ini dapat diadaptasi dan diterapkan pada Indonesia Open. Harapan kami, kemeriahan bulu tangkis Indonesia dapat terus terjaga dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

















