Refleksi Akhir Tahun: InJourney Gelar Doa Bersama dan Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana
Menyambut akhir tahun 2025, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang dikenal sebagai InJourney, badan usaha milik negara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, menggelar sebuah inisiatif bermakna. Rangkaian perayaan pergantian tahun tidak hanya diwarnai dengan kemeriahan yang aman dan tertib, tetapi juga diisi dengan doa bersama dan “moment of silence” yang dilaksanakan secara serentak di seluruh bandara dan destinasi pariwisata ikonik yang berada di bawah kelolaannya.
Kegiatan ini menjadi penanda penting dalam menutup tahun 2025, sekaligus menunjukkan empati dan solidaritas InJourney terhadap masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Inisiatif ini menekankan bahwa perayaan pergantian tahun dapat diisi dengan makna yang lebih dalam, melampaui sekadar euforia, namun juga kepedulian sosial.
Jaringan Doa dan Refleksi Lintas Destinasi
Doa bersama dan “moment of silence” dilaksanakan menjelang detik-detik pergantian tahun di berbagai aset strategis InJourney. Lokasi-lokasi tersebut mencakup bandara-bandara utama yang menjadi gerbang kedatangan dan keberangkatan, serta destinasi pariwisata unggulan seperti Kawasan The Mandalika di Lombok, The Nusa Dua dan The Sanur di Bali, The Golo Mori di Labuan Bajo, serta situs-situs bersejarah dan budaya seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Tak ketinggalan pula, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Sarinah di Jakarta turut serta dalam rangkaian khidmat ini.
Seluruh kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan, melibatkan seluruh elemen yang ada di destinasi, mulai dari para pengelola, tenant, mitra kerja, hingga para pengunjung yang turut serta dalam momen refleksi ini.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa penutupan tahun 2025 menjadi sebuah momentum yang sangat berharga untuk melakukan refleksi bersama. Lebih dari sekadar merayakan pencapaian selama setahun, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara masyarakat.
“Di tengah suasana pergantian tahun, InJourney mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak berhenti, menundukkan kepala, dan mendoakan saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana. Ini adalah wujud komitmen kami bahwa pariwisata tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga empati, solidaritas, dan nilai kemanusiaan,” ujar Maya Watono.

Perayaan yang Bertanggung Jawab dan Berdampak
Sepanjang periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, InJourney telah memastikan bahwa seluruh rangkaian perayaan dan aktivitas wisata di bandara maupun destinasi berjalan dengan optimal, aman, dan nyaman. Berbagai program perayaan pergantian tahun yang telah disiapkan di The Mandalika, Bali, Prambanan, TMII, Sarinah, serta destinasi lainnya, telah dilaksanakan dengan penekanan pada aspek keselamatan, pengendalian kapasitas pengunjung yang ketat, serta kesiapsiagaan operasional lintas sektor.
Sebagai bagian integral dari komitmennya terhadap kepedulian sosial, InJourney secara konsisten mengedepankan perayaan yang bertanggung jawab. Menariknya, seluruh destinasi di bawah naungan InJourney memilih untuk tidak menggelar pertunjukan kembang api pada malam Tahun Baru. Sebagai gantinya, agenda diganti dengan kegiatan yang lebih reflektif, seperti doa bersama, “moment of silence”, serta penggalangan dana secara terbuka untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Di sektor perhotelan, melalui InJourney Hospitality, sebagian dari keuntungan yang diperoleh dari penyelenggaraan perayaan Tahun Baru 2026 disalurkan sebagai donasi. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban warga yang terdampak musibah banjir di wilayah Sumatera.
Aksi Kemanusiaan di Berbagai Penjuru Negeri
Pada malam pergantian tahun, InJourney Hospitality menggelar acara spesial bertajuk “Seaside Festive Symphony” di The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. Acara ini menampilkan kolaborasi eksklusif antara Erwin Gutawa Orchestra dan Indra Lesmana Jazz Experience.

Momen doa lintas agama dan “moment of silence” dilaksanakan pada jeda penampilan kedua musisi maestro tersebut. Sesi reflektif ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan yang menyentuh hati, membawakan lagu “Bumi Pertiwi”. Persembahan tersebut berhasil menciptakan pengalaman emosional yang mendalam dan menyentuh bagi seluruh penonton yang hadir.
Di Kawasan Candi Prambanan, melalui InJourney Destination Management (IDM), dukungan kemanusiaan juga disalurkan kepada warga yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini disalurkan melalui kampanye #SwaraUntukIndonesia yang bekerja sama dengan Human Initiative. Kampanye ini dilaksanakan bertepatan dengan festival musik Swara Prambanan yang digelar pada Rabu, 31 Desember, di kawasan taman wisata Candi Prambanan. Meskipun tanpa kembang api, Swara Prambanan berlangsung lancar dan penuh dengan semangat solidaritas.

Di kawasan Jakarta, tepatnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), momentum pergantian tahun diperingati dengan penuh makna melalui serangkaian kegiatan reflektif bersama Sorak Sorai Fest. Acara ini mencakup doa bersama seribu lilin dan penggalangan dana yang disalurkan melalui platform kitabisa.com. Seluruh dana yang berhasil terkumpul disalurkan untuk membantu saudara-saudara di Sumatera yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana banjir.
Sementara itu, di Sarinah, rangkaian Festiloka Panggung Nusantara 2026 turut menandai pergantian tahun baru dengan doa bersama dan “moment of silent”. Kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat dan para pengunjung.
Rangkaian kegiatan ini secara tegas menegaskan komitmen InJourney untuk menjadikan momen pergantian tahun bukan sekadar sebuah perayaan biasa, melainkan sebuah ruang kebersamaan yang penuh makna dan inklusif.
“Bagi InJourney, keberhasilan penyelenggaraan libur akhir tahun tidak hanya diukur dari kelancaran layanan dan tingginya antusiasme masyarakat, tetapi juga dari seberapa besar nilai kepedulian yang dapat kita hadirkan bersama. Menutup 2025, kami ingin memastikan bahwa pariwisata Indonesia tumbuh dengan hati, membawa harapan, dan semangat kebersamaan menuju 2026,” pungkas Maya Watono.


















