Ipda Purnomo Pilih Nonaktifkan AdSense YouTube, Ini Sosok Polisi yang Dikenal Rajin Merawat ODGJ

Diposting pada

Ipda Purnomo, polisi yang dikenal luas lewat konten sosial di YouTube, memutuskan menonaktifkan monetisasi akunnya setelah sempat didatangi petugas dari instansi pemerintah. Peristiwa itu membuat namanya kembali ramai dibicarakan publik, terutama karena selama ini ia populer sebagai anggota Polres Lamongan yang kerap membantu orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Informasi yang dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (3/10/2026) menyebutkan, petugas tersebut datang membawa surat tugas dan menanyakan sumber pendapatan Purnomo dari aktivitas di media sosial. Setelah kejadian itu, Purnomo sempat terpikir untuk menghentikan akun YouTube miliknya. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah banyak penonton dan subscriber menghubunginya agar kanal itu tetap berjalan.

“Tadinya saya mau tutup akun YouTube, tapi banyak orang dan subscriber yang telepon agar tidak ditutup akun YouTube-nya,” ujarnya. Ia kemudian memutuskan tetap membuat konten, tetapi menyiapkan langkah lain pada sisi pemasukan. “Jadi akhirnya, saya putuskan saya tetap ngonten di YouTube, tapi untuk AdSense-nya rencananya akan saya nonaktifkan mulai Oktober bulan depan,” kata Purnomo. Ia juga menyebut kanalnya sedang mengalami kendala karena “Kebetulan ini YouTube saya juga lagi keblokir,” ujarnya.

Di balik sorotan soal monetisasi itu, Purnomo sudah lama dikenal sebagai polisi yang aktif dalam kerja-kerja sosial. Dikutip dari TribunJakarta.com pada Sabtu (3/10/2026), ia menjabat sebagai Kanit Binpol Satbinmas Polres Lamongan dengan pangkat Ipda. Nama Purnomo melekat pada kegiatan kemanusiaan yang ia jalankan, terutama saat merawat orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Ia memandang para pasien itu sebagai manusia yang juga berhak mendapat pertolongan.

Menurut pengakuannya, kebiasaan merawat ODGJ sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, ketika ia masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas. Pekerjaan itu ia jalankan dengan dukungan penuh dari istrinya, Lilik Ika Wahyuni, 40 tahun. Keduanya bahkan sempat menampung para ODGJ di rumah mereka di Desa Nguwok, Modo, Lamongan, Jawa Timur. Selain ODGJ, Purnomo juga pernah membantu siswa yatim piatu dengan memanfaatkan tunjangan yang ia terima sebagai polisi untuk kebutuhan operasional kegiatan sosial tersebut.

Aksi-aksi itu kemudian ia dokumentasikan di YouTube hingga kanalnya memiliki banyak pengikut. Dari aktivitas sosial yang terus berulang, ia akhirnya mendirikan yayasan bernama Berkas Bersinar Abadi pada 5 Mei 2017. Lembaga ini fokus menangani pasien ODGJ. Dalam catatannya, Purnomo pernah merawat 173 pasien ODGJ di rumahnya. Ia mengatakan ingin terus mengulurkan tangan agar para pasien bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Selain ODGJ umum, ia juga pernah menampung seorang mantan caleg yang mengalami gangguan kejiwaan setelah gagal dalam pemilihan. Purnomo menegaskan tidak memberi perlakuan khusus pada kasus itu. Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena yang bersangkutan belum bisa menerima kekalahan sehingga memicu stres berkepanjangan. Dari rangkaian cerita itu, Purnomo kini tetap melanjutkan kegiatan sosial dan pembuatan konten, meski memilih menghentikan AdSense dari kanal YouTube miliknya.

Sumber: www.grid.id

Tinggalkan Balasan