Ringkasan Berita:
- Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono., M.Tr.Opsla mengungkap isi kontainer dalam KM Polo, kapal tanpa awak yang terdampar di perairan Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri sejak Jumat (26/12/2025).
- Ia mengungkap kondisi terkini kapal, termasuk mengimbau warga tidak mendekati kapal itu, karena kondisi isi dalam sejumlah kontainer tersebut.
- Media lokal di Taiwan sebelumnya melaporkan evakuasi 6 awak KM Polo pada awal November 2025.
, LINGGA – Fakta baru terungkap dari KM Polo, kapal tanpa awak yang terdampar hingga perairan Pulau Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (26/12/2025).
Warga Desa Pekajang sebelumnya melaporkan kapal ini pada Jumat, 26 Desember sekira pukul 09.00 WIB.
Kapal dengan IMO 9124706 Zanzibar itu diketahui hanyut dari perairan Taiwan.
Enam awak KM Polo berkewarganegaraan Indonesia mengirimkan sinyal darurat setelah kapal mengalami kerusakan mesin.
Insiden sempat dilaporkan media setempat pada Minggu, 9 November 2025.
Dalam laporannya, kapal dilaporkan kehilangan daya serta menjadi tidak terkendali sekitar 53 mil laut di sebelah barat daya Kaohsiung, kota pelabuhan metropolitan terbesar di Taiwan bagian selatan dengan 2,7 juta lebih penduduk di sebelah selatan Taiwan.
Kapal tersebut saat kejadian berada di jalur Topan Fung-wong, setelah bertolak dari Pelabuhan Taiwan pada 8 November 2025 dengan tujuan Hongkong.
Enam awak kapal berkebangsaan Indonesia mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan kapal dan meminta bantuan dari dunia luar.
Skuadron Ketiga Korps Layanan Lintas Udara Nasional yang ditempatkan di Kaohsiung mengirimkan helikopter Black Hawk untuk penyelamatan setelah menerima laporan.
Helikopter tersebut kembali ke Bandara Kaohsiung pada pukul 14.32 waktu setempat.
Keenam awak pesawat berkebangsaan Indonesia berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat.
Setelah proses evakuasi, mereka telah menyerahkan 6 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia kepada polisi penerbangan dan personel Kementerian Luar Negeri untuk penanganan lebih lanjut.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV (Dankodaeral IV), Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla melalui Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono., M.Tr.Opsla mengungkap jika terdapat 10 kontainer di dalam kapal itu.
Dari total 10 kontainer itu, lima di antaranya berisi daging yang telah membusuk.
“Selain itu, satu kontainer sudah dalam kondisi terbuka berisikan tali dan karung. Kemudian 4 kontainer lain dalam keadaan kosong,” ungkap Danlanal Dabo Singkep.
Ia mengimbau kepada warga setempat agar tidak mendekati kapal tanpa awak tersebut.
Ini karena ada daging yang kondisinya sudah busuk serta menimbulkan bau tak sedap.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak mendekat karena tentunya ada konsekuensi kesehatan atau dampak kesehatan yang ditimbulkan,” imbaunya.
Pihaknya juga telah menurunkan tim penyelam, untuk melakukan pemeriksaan bagian bawah kapal.
Kapal saat ini tersangkut di atas karang perairan Pekajang Besar.
Sementara, kondisi cuaca sedang memasuki musim utara, dengan ketinggian gelombang saat ini mencapai satu hingga empat meter.
Sehingga dalam enam hari turun ke lokasi, menyulitkan tim untuk mendekati kapal untuk kembali melakukan pemeriksaan lebih detail.
“Cuaca saat ini menjadi kendala bagi kami untuk mendekat, untuk merapat, dan tim naik ke kapal, sehingga kami tidak bisa melaksanakan pemeriksaan secara detail,” jelasnya.
Pesan di KM Polo
Tim pemeriksa gabungan sebelumnya menemukan pesan yang diduga ditinggalkan awak kapal dalam kapal itu.
Pesan warna merah yang tertulis bersuusn ke bawah menggunakan bahasa Inggris serta huruf kapital ditemukan setelah tim pemeriksa gabungan mengecek kondisi dalam kapal yang diketahui bernama KM Polo dengan nomor IMO 9124706 serta bertuliskan Zanzibar pada bagian belakang kapal, Sabtu (27/12/2025) sekira pukul 12.30 WIB.
Warga Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebelumnya melaporkan kapal ini pada Jumat, 26 Desember sekira pukul 09.00 WIB.
Temuan pesan itu bahkan diunggah melalui laman Instagram tni_angkatan_laut.
“MV POLO
IM SORRY
I MUST BE LEAVING
BECAUSE
IM NOT UNDERSTAND
YOUR PROGRES!” demikian tulis pesan yang diunggah TNI AL melalui laman Instagram mereka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan keberadaan awak kapal di lokasi.
Adapun hasil pemeriksaan sebelumnya, tidak ditemukan sekoci, crane sekoci dalam keadaan rusak, reling kapal patah, serta badan kapal mulai mengalami korosi.
Pada bagian palka kapal terdapat sembilan kontainer 45 feet dalam kondisi tertutup dan satu kontainer 20 feet terbuka berisi tali karung.
Pemeriksaan anjungan kapal menunjukkan kondisi berantakan dan minim peralatan navigasi, hanya ditemukan sebuah kompas.
Sementara itu, kondisi kamar-kamar awak, dapur, serta ruang mesin juga ditemukan dalam keadaan tidak terawat, berbau busuk, dengan sebagian mesin terendam air bercampur oli.
Selain itu, tim menemukan sejumlah dokumen kapal di anjungan, di antaranya Ship’s Log Book, Radio Log Book, Deck Department Arrival File, serta Crew List yang mencantumkan enam nama awak kapal.
Seluruh bagian dalam kapal terlihat berantakan, sementara kondisi luar kapal menunjukkan tanda-tanda karat dan kerusakan akibat cuaca serta waktu.
Dari hasil pemeriksaan awal, KM Polo diduga telah ditinggalkan dalam waktu cukup lama. (/Febriyuanda/*)




