Pada Jumat (10/4), wilayah utara Israel kembali menjadi sasaran serangan roket dari kelompok Hizbullah di Lebanon. Serangan tersebut menargetkan kota Safed, yang terletak di sebelah utara Israel, dan mengakibatkan kerusakan signifikan di beberapa area. Peristiwa ini memicu kekhawatiran dan kekacauan di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara dua negara.
Serangan Roket Hizbullah yang Mengguncang Safed
Menurut laporan militer Israel, lebih dari 30 roket ditembakkan oleh Hizbullah dari wilayah Lebanon ke wilayah Israel pada hari Jumat. Salah satu serangan langsung mengenai kawasan parkir di Safed, yang menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan kendaraan. IDF (Angkatan Bersenjata Israel) mengonfirmasi bahwa insiden tersebut disebabkan oleh dampak langsung roket, bukan hanya puing-puing dari ledakan.
Selain itu, MDA (Layanan Darurat Medis Israel) melaporkan bahwa satu ambulans mereka mengalami kerusakan akibat serangan roket tersebut. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, situasi tersebut memperlihatkan tingkat ancaman yang semakin nyata bagi masyarakat sipil di wilayah utara.
Dampak Serangan di Wilayah Lain
Serangan roket juga mencakup area lain di utara Israel. Di kota Nahariya, kerusakan dilaporkan terjadi dekat sebuah gereja Byzantine kuno. Sementara itu, polisi Israel sedang menyelidiki kemungkinan jatuhnya benda-benda asing di wilayah Galilea utara. Meskipun tidak ada laporan cedera serius, situasi ini memicu kepanikan di kalangan penduduk setempat.
Di kota Kiryat Shmona, salah satu serangan roket jatuh di dekat taman kanak-kanak. Menurut warga setempat, lokasi tersebut sempat ramai dengan anak-anak bermain sebelum serangan terjadi. Seorang warga bernama Kfir Ben Hamu mengungkapkan kekagetannya, “Dua belas menit sebelumnya, anak-anak masih bermain di sini!”
Kerusakan pada Pasukan Militer Israel
Tidak hanya warga sipil yang terkena dampak serangan, pasukan militer Israel juga mengalami cedera. Dalam laporan terbaru, dua tentara, termasuk seorang reservis, terluka akibat puing-puing dari drone yang diledakkan oleh Hizbullah di selatan Lebanon. Salah satu dari mereka mengalami cedera parah, sementara seorang perwira dari Batalyon Givati terluka ringan akibat tembakan saat bertemu dengan kelompok teroris.
Penjelasan Hizbullah atas Serangan
Hizbullah mengklaim bahwa serangan mereka adalah balasan atas agresi Israel yang telah menargetkan banyak kota dan kota kecil di Lebanon. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut serangan terhadap kota Safed sebagai respons terhadap “kejahatan agresi Israel” yang telah merusak wilayah-wilayah di Lebanon, termasuk daerah selatan Ibu Kota Beirut.
Selain itu, Hizbullah juga mengklaim telah menyerang basis Komando Front Rumah di Ramla, bagian selatan Tel Aviv, dengan menggunakan roket canggih. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut terus memperluas target operasinya, bahkan hingga wilayah yang lebih dalam di Israel.
Tensi yang Terus Meningkat
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara Israel terhadap area-area di Lebanon, termasuk Bekaa Valley dan daerah selatan Beirut, telah memicu reaksi keras dari Hizbullah. Meski terdapat gencatan senjata yang melibatkan Iran, ketegangan tetap berlanjut, terutama karena adanya dukungan Iran terhadap Hizbullah.
Perang ini tidak hanya memengaruhi wilayah perbatasan, tetapi juga mengancam stabilitas regional. Dengan penggunaan teknologi seperti drone dan roket canggih, Hizbullah semakin mampu menembus pertahanan Israel, sehingga memperbesar risiko konflik yang lebih luas.
Kondisi Saat Ini
Meskipun belum ada laporan korban jiwa yang signifikan, situasi di utara Israel tetap memprihatinkan. Sirene peringatan sering terdengar, dan masyarakat terus waspada terhadap ancaman serangan berikutnya. Selain itu, layanan darurat Israel terus bekerja keras untuk memastikan keamanan warga dan menangani kerusakan yang terjadi.
Penutup
Serangan roket Hizbullah terhadap Safed merupakan indikasi bahwa konflik antara Israel dan Lebanon semakin memanas. Dengan peningkatan aktivitas militer di kedua pihak, situasi ini berpotensi memicu eskalasi yang lebih besar. Masyarakat di wilayah utara Israel harus tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan.
[Penulis : wafaul]




















