Israel Mencari Bantuan Teknologi Penangkal Drone Iran dari Ukraina
Dalam situasi geopolitik yang semakin kompleks, Israel dilaporkan telah menjangkau pemerintah Ukraina untuk mendapatkan bantuan teknologi dalam menghadapi ancaman drone-drone penyerbu yang dilancarkan oleh Iran. Permohonan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan dan penggunaan drone Iran oleh berbagai aktor dalam konflik yang sedang berlangsung.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menyampaikan langsung permintaan ini kepada Duta Besar Ukraina di Israel, Yevgen Korniychuk. Media di Israel mengabarkan bahwa Netanyahu melihat potensi besar dalam keahlian persenjataan Ukraina yang diklaim mampu menangkal pesawat nirawak Iran, yang juga digunakan oleh militer Rusia dalam konflik mereka dengan Ukraina.
Laporan menyebutkan bahwa Netanyahu ingin agar Duta Besar Korniychuk meneruskan permohonan Israel kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Tujuannya adalah untuk memperdalam kerja sama militer antara kedua negara, khususnya dalam upaya bersama menangkal ancaman drone Iran.

Sistem pertahanan udara Israel mencegat proyektil di Israel utara, seperti yang terlihat dari Galilea Atas di Israel utara, 11 Maret 2026. – (EPA/ATEF SAFADI)
Upaya Diplomatik dan Posisi Ukraina
Duta Besar Korniychuk telah mengonfirmasi kebenaran laporan tersebut, membenarkan bahwa Netanyahu memang telah menyampaikan permohonan tersebut dalam percakapan mereka baru-baru ini. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Zelensky sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk membantu Israel dalam menghadapi Iran melalui berbagai pernyataan publik di Eropa.
Meskipun permohonan telah disampaikan, Korniychuk menjelaskan bahwa pembicaraan langsung antara Presiden Zelensky dan Perdana Menteri Netanyahu belum terlaksana. Ia menduga kendala jadwal menjadi salah satu penyebabnya, dan pembicaraan melalui sambungan telepon pun belum terjadi. Namun, Duta Besar Korniychuk menyatakan harapannya agar pertemuan tersebut dapat segera terealisasi dalam beberapa pekan mendatang.
Meskipun belum ada kesepakatan formal yang tercapai, Duta Besar Korniychuk memberikan jaminan mengenai posisi politik Ukraina. Ia menegaskan bahwa Ukraina berada di pihak yang tepat dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “peperangan zionis dengan Iran.”
Dendam Historis dan Kepentingan Strategis
Dukungan Ukraina terhadap Israel tidak hanya didasari oleh hubungan kemitraan, tetapi juga oleh adanya “dendam” historis terhadap Iran. Korniychuk merujuk pada insiden penembakan pesawat penumpang Ukraina pada tahun 2020, yang menewaskan 176 warga Ukraina. Insiden ini terjadi tanpa kompensasi atau pengakuan yang memadai dari pihak yang bertanggung jawab, yang diduga adalah Iran.
Selain itu, posisi Ukraina semakin terpojok karena Iran diketahui memberikan dukungan kepada Rusia dalam invasi mereka ke Ukraina. Iran memasok drone-drone penyerbu yang digunakan oleh militer Rusia untuk menyerang berbagai wilayah di Ukraina, termasuk ibu kota Kiev. Hal ini menempatkan Iran sebagai salah satu negara yang secara aktif membantu musuh Ukraina.
Meskipun persenjataan Ukraina banyak didukung oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan anggota NATO lainnya, peran Iran sebagai pemasok teknologi drone untuk Rusia menjadi faktor penting dalam menentukan sikap Kiev.
“Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintahan di Kiev untuk tidak berada di barisan yang menjadi musuh Iran, ataupun Rusia,” tegas Korniychuk. Ia menambahkan, “Kami tidak takut pada Iran. Dan kami berada di sisi Israel yang benar. Kami mendukung mitra-mitra kami, seperti Israel dalam peperangan ini.”
Potensi Kerja Sama dan Implikasi Keamanan
Permohonan Israel untuk mendapatkan teknologi penangkal drone dari Ukraina membuka kemungkinan kerja sama militer yang lebih erat antara kedua negara. Di satu sisi, Israel menghadapi ancaman langsung dari penggunaan drone Iran di wilayahnya, sementara di sisi lain, Ukraina memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi dan mengembangkan strategi penangkalan terhadap drone yang dipasok oleh Iran untuk Rusia.
Kerja sama ini berpotensi memberikan keuntungan timbal balik. Israel dapat memperoleh teknologi dan pengetahuan yang berharga untuk memperkuat pertahanan udaranya, sementara Ukraina dapat memperkuat posisinya di panggung internasional dengan menunjukkan kemampuannya dalam bidang teknologi militer dan solidaritasnya terhadap negara-negara yang menghadapi agresi serupa.
Lebih lanjut, kolaborasi semacam ini dapat mengirimkan sinyal kuat kepada Iran dan Rusia mengenai adanya front persatuan yang semakin solid dalam menghadapi ancaman bersama. Hal ini dapat berkontribusi pada upaya de-eskalasi konflik di berbagai kawasan dan mendorong stabilitas regional.
Meskipun jalan menuju kesepakatan formal masih panjang, pernyataan Duta Besar Korniychuk menunjukkan adanya niat baik dan kesiapan dari pihak Ukraina untuk menjajaki opsi kerja sama yang lebih mendalam. Perkembangan selanjutnya dari pembicaraan antara kedua pemimpin negara akan menjadi sorotan penting dalam lanskap keamanan internasional.




