Damri Tetap Beroperasi Normal Selama Ramadan 2026, Hubungkan Tana Tidung dengan Tanjung Selor dan Malinau
Tana Tidung, Kalimantan Utara – Perusahaan Umum (Perum) Damri menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan layanan transportasi publik yang andal bagi masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan sekitarnya. Selama bulan Ramadan 2026 atau tepatnya Ramadan 1447 Hijriah, jadwal operasional Damri untuk rute-rute strategis tidak mengalami perubahan. Layanan ini mencakup konektivitas antara Tana Tidung dengan Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan, serta rute menuju Malinau.
Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengkonfirmasi bahwa seluruh jadwal keberangkatan Damri tetap berjalan sesuai ketetapan. “Selama bulan Ramadan, tidak ada perubahan jadwal sama sekali. Damri untuk rute KTT-Tanjung Selor dan KTT-Malinau tetap beroperasi seperti biasa pada jam yang sama. Hal ini juga berlaku untuk keberangkatan dari arah sebaliknya,” jelas Arief Prasetiawan saat ditemui di kantornya di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Keputusan ini memastikan bahwa masyarakat tetap dapat memanfaatkan Damri sebagai pilihan transportasi umum yang terjangkau untuk bepergian ke luar daerah, menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi lainnya.
Rute Tana Tidung – Tanjung Selor: Jadwal dan Tarif
Untuk rute yang menghubungkan Kabupaten Tana Tidung dengan Tanjung Selor, Damri menyediakan layanan keberangkatan setiap pagi. Jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan adalah pukul 09.30 WITA. Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam untuk mencapai Tanjung Selor dari Kecamatan Sesayap. Kapasitas bus yang digunakan pada rute ini adalah sebanyak 45 penumpang.
Tarif Damri untuk rute KTT-Tanjung Selor bervariasi, tergantung pada titik naik dan turun penumpang. Berikut adalah rincian tarifnya:
- Tideng Pale (KTT) – Tanjung Selor: Rp100.000
- Sesayap – Tanjung Selor: Rp100.000
- Tideng Pale – Panca Agung/Pimping: Rp80.000
- Sekatak Buji – Tanjung Selor: Rp85.000
- Panca Agung – Tanjung Selor: Rp60.000
- Tideng Pale – Sekatak Buji: Rp50.000
Rincian tarif ini memberikan gambaran yang jelas bagi calon penumpang mengenai biaya perjalanan mereka, memungkinkan perencanaan yang lebih matang.
Rute Tana Tidung – Malinau: Dua Keberangkatan Harian
Sementara itu, untuk rute yang menghubungkan Tana Tidung dengan Malinau, Damri menawarkan dua jadwal keberangkatan setiap harinya, yaitu pada pagi dan sore hari. Keberangkatan pertama biasanya dijadwalkan pada pukul 08.00 WITA, diikuti oleh keberangkatan kedua pada pukul 15.00 WITA.
Tarif standar untuk rute KTT-Malinau ditetapkan sebesar Rp40.000 per penumpang. Namun, Damri tidak hanya melayani tujuan utama ke Malinau. Penumpang yang ingin turun di beberapa wilayah yang dilalui juga dapat dilayani dengan tarif yang disesuaikan. Berikut adalah rincian tarif tambahan untuk desa-desa yang dilalui:
- Desa Seputuk: Rp20.000
- Desa Belayan Ari: Rp20.000
- Desa Kapuak: Rp20.000
- Sesua: Rp30.000
Bus Damri yang melayani rute KTT-Malinau memiliki kapasitas sebanyak 19 penumpang. Estimasi waktu tempuh untuk perjalanan ini adalah sekitar satu setengah jam, menjadikan rute ini pilihan yang efisien untuk mobilitas antara kedua kabupaten tersebut.
Pentingnya Layanan Damri di Wilayah Perbatasan
Keberadaan layanan Damri yang konsisten, terutama di wilayah seperti Tana Tidung yang berbatasan dengan negara tetangga dan memiliki akses transportasi yang terbatas, sangat krusial. Rute-rute ini tidak hanya memfasilitasi pergerakan penduduk lokal untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Selama bulan suci Ramadan, ketika mobilitas masyarakat seringkali meningkat untuk keperluan ibadah dan silaturahmi, jaminan ketersediaan transportasi publik yang terjadwal menjadi sangat penting.
Dinas Perhubungan Tana Tidung terus berupaya memastikan bahwa seluruh moda transportasi publik beroperasi dengan baik dan aman, termasuk Damri. Komitmen Damri untuk tetap beroperasi sesuai jadwal selama Ramadan menunjukkan dedikasi mereka dalam melayani masyarakat, bahkan di tengah tantangan logistik yang mungkin dihadapi di wilayah tersebut. Hal ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin mudik atau bersilaturahmi dengan keluarga di daerah lain selama bulan Ramadan.



















