Panduan Lengkap Imsakiyah, Doa Puasa, dan Salat Tarawih/Witir di Ambon untuk Ramadhan 1447 H
Memasuki hari ke-20 bulan suci Ramadhan, umat Islam di Kota Ambon dan sekitarnya bersiap menyambut momen ibadah yang semakin mendekati akhir. Pada hari Selasa, 10 Maret 2026, yang bertepatan dengan 20 Ramadhan 1447 Hijriyah, jadwal imsakiyah dan buka puasa menjadi panduan penting bagi para Muslimin dalam menjalankan ibadah puasa mereka.
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat di Ambon (20 Ramadhan 1447 H / 10 Maret 2026)
Memperhatikan jadwal yang tepat waktu adalah kunci untuk menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Berikut adalah rincian waktu penting yang perlu diperhatikan oleh umat Islam di Ambon pada hari ke-20 Ramadhan:
- Imsak: Pukul 05.09 WIT
Momen imsak menandai batas akhir untuk makan, minum, dan aktivitas yang membatalkan puasa sebelum fajar menyingsing. - Subuh: Pukul 05.19 WIT
Waktu salat Subuh, yang merupakan salat wajib pertama di hari itu. - Terbit: Pukul 06.30 WIT
Terbitnya matahari, menandai dimulainya waktu Dhuha. - Dhuha: Pukul 06.57 WIT
Waktu salat Dhuha, salat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setelah matahari terbit. - Dzuhur: Pukul 12.41 WIT
Waktu salat Dzuhur, salat wajib tengah hari. - Ashar: Pukul 15.41 WIT
Waktu salat Ashar, salat wajib sore hari. - Maghrib: Pukul 18.45 WIT
Waktu berbuka puasa dan salat Maghrib, menandai berakhirnya puasa di hari itu. - Isya: Pukul 19.53 WIT
Waktu salat Isya, salat wajib malam hari.
Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa
Selain jadwal yang tepat, pemahaman mengenai niat dan doa menjadi elemen penting dalam kesempurnaan ibadah puasa. Niat puasa diucapkan dalam hati, namun melafalkannya juga dianjurkan untuk memperkuat tekad.
Niat Puasa Ramadhan
Setiap malam, sebelum fajar menyingsing, umat Islam diwajibkan untuk mengucapkan niat puasa untuk esok hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri Romadhaani haadzihis sanati lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Doa Berbuka Puasa
Momen berbuka puasa adalah saat yang dinantikan setelah seharian menahan diri. Membaca doa saat berbuka puasa merupakan bentuk syukur dan pengharapan atas diterimanya ibadah.
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
- Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birohmatika yaa arhamar roohimiin.
- Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan beberapa puasa sunnah yang memiliki keutamaan tersendiri, seperti puasa Senin Kamis, puasa Arafah, dan puasa Muharram.
Panduan Niat Salat Tarawih dan Witir
Setelah menunaikan ibadah puasa, malam-malam Ramadhan diisi dengan salat Tarawih dan ditutup dengan salat Witir. Berikut adalah panduan niat untuk melaksanakan kedua salat sunnah ini, baik sebagai makmum, imam, maupun sendiri.
Niat Salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan salat malam yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berjamaah maupun munfarid (sendirian).
Sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى- Latin: Ushollii sunnatat-tarowiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى- Latin: Ushollii sunnatat-tarowiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Sendirian (Munfarid):
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى- Latin: Ushollii sunnatat-tarowiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Witir
Salat Witir adalah salat sunnah penutup salat malam, yang memiliki keutamaan besar. Salat Witir dapat dilaksanakan dengan jumlah raka’at ganjil, mulai dari satu hingga sebelas raka’at.
Niat Salat Witir 3 Raka’at (biasanya dengan satu kali salam):
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى- Latin: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat Witir tiga raka’at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Witir 2 Raka’at (dengan satu kali salam):
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى- Latin: Usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat Witir dua raka’at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Witir 1 Raka’at (salat Witir paling sedikit):
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى- Latin: Usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat sholat Witir satu raka’at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami dan mengamalkan jadwal imsakiyah serta niat-niat doa ini, diharapkan ibadah puasa dan salat Tarawih serta Witir di bulan Ramadhan semakin khusyuk dan bernilai di hadapan Allah SWT.




















