Pengalihan Lalu Lintas di Jalan Gombel Mulai April 2026
Pemerintah Kota Semarang akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Gombel mulai Senin, April 2026 pukul 09.00 WIB. Rekayasa ini dilakukan dengan menutup Jalan Gombel Lama dan mengalihkan arus lalu lintas ke Jalan Gombel Baru.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa kebijakan ini diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan. Selama masa tersebut, Jalan Gombel Baru akan digunakan sebagai jalur dua arah. Prioritas lajur diberikan bagi kendaraan yang melaju ke arah atas atau tanjakan.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, pergerakan kendaraan lokal tetap difasilitasi dengan penempatan personel di ujung penutupan Jalan Gombel Lama. Hal ini bertujuan untuk memandu pengemudi agar tidak terjebak dalam kemacetan.
Rute Alternatif untuk Berbagai Jenis Kendaraan
Bagi kendaraan berat seperti truk dan bus, mereka diarahkan melalui Tol Srondol–Jatingaleh. Sementara itu, kendaraan roda empat atau lebih dari arah Banyumanik dialihkan melalui Tol Srondol, dari Bukit Sari melalui Tol Undip Tembalang, serta dari Semarang bawah melalui Tol Jatingaleh I.
Adapun kendaraan roda dua dari arah Undip dan Tembalang diarahkan melalui Jalan Baru Undip Jangli, Jalan Kasipah, hingga Jalan Dr. Wahidin. Rute ini dirancang agar pengendara motor tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa terganggu oleh penutupan jalan utama.
Persiapan Fasilitas dan Pelayanan Darurat
Untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satker PJN Wilayah III terkait penyiapan fasilitas perlengkapan jalan. Beberapa persiapan telah dilakukan, seperti penyediaan stick cone portable yang dilengkapi rantai plastik, serta pendirian posko terpadu bersama petugas Dinas Perhubungan, Satlantas, dan instansi terkait.
Selain itu, satu unit mobil derek juga disiagakan di lokasi posko untuk mengantisipasi kendaraan mogok dan potensi kemacetan. Penempatan derek ini merupakan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan kendaraan di lapangan.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk memahami skema rekayasa lalu lintas ini agar tidak terjebak kepadatan. Pengendara yang biasa melintasi Jalan Gombel juga disarankan menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Dengan adanya pengalihan lalu lintas ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan berkendara di kawasan tersebut. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus memberikan informasi dan bantuan kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan perubahan lalu lintas yang terjadi.




















