Jalan Gombel Lama di Kota Semarang kembali menjadi perhatian masyarakat setelah beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa jalan tersebut akan ditutup mulai 14 April 2026. Namun, pihak terkait, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, telah menegaskan bahwa rencana an tetap dilakukan sesuai jadwal awal, yaitu 20 April 2026. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepanikan di kalangan warga dan memastikan kelancaran lalu lintas selama proses perbaikan.
Penyebab Informasi Kekacauan
Isu an Jalan Gombel Lama pada 14 April 2026 sempat membuat warga resah. Sutrisno, seorang pengguna jalan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemacetan parah yang bisa terjadi jika Jalan Gombel Baru harus menampung volume kendaraan dua arah secara mendadak. Ia khawatir jalanan akan lebih sesak dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
Namun, pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, menegaskan bahwa rencana an tidak mengalami percepatan. Pihaknya masih fokus pada persiapan teknis dan koordinasi lintas sektoral sebelum alat berat masuk ke lapangan. “Masih seperti rencana semula, bahwa perkiraan an itu tanggal 20 April 2026,” ujarnya.
Proses Persiapan Teknis
Selama masa persiapan, BBPJN melakukan pengukuran dan pengecekan teknis di lapangan. Alfan juga menambahkan bahwa rangkaian sosialisasi kepada warga terdampak masih terus berjalan. Pekan depan, pihaknya akan menjadwalkan pertemuan intensif dengan unsur Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama masa pengerjaan.
Proyek rekonstruksi Jalan Gombel Lama mencakup perbaikan jalan sepanjang 1,27 kilometer. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar untuk proyek ini dengan target penyelesaian selama tujuh bulan. Selama masa pengerjaan, arus lalu lintas dari arah atas (Ungaran) maupun bawah (Jatingaleh) akan dialihkan sepenuhnya ke Jalan Gombel Baru yang difungsikan menjadi dua arah.
Rekomendasi untuk Warga
Untuk menghindari kemacetan, warga disarankan mencari jalur alternatif lain seperti melewati wilayah Jangli tembus ke Jalan Dr. Wahidin. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di grup percakapan dan selalu mengecek perkembangan resmi dari BBPJN maupun pihak kepolisian.
Beberapa langkah penting yang dianjurkan oleh pihak BBPJN antara lain:
- Mengikuti informasi resmi melalui saluran resmi BBPJN atau media massa.
- Mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
- Menjaga kesabaran dan tidak panik terhadap isu yang belum tentu benar.
- Mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BBPJN dan instansi terkait.
Alasan an Jalan Gombel Lama
Jalan Gombel Lama berada di kawasan patahan tanah, sehingga kondisi geologi yang rawan pergerakan membuat jalan sepanjang 1,27 kilometer tersebut berulang kali ambles, retak, dan rusak parah. Oleh karena itu, struktur jalan lama harus dibongkar total untuk membangun fondasi baru. Proyek infrastruktur senilai Rp17,5 miliar ini murni untuk keselamatan pengguna jalan, tidak berkaitan dengan isu pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.
an Jalan Gombel Lama di Semarang bukanlah tindakan yang dilakukan secara mendadak, melainkan bagian dari rencana perbaikan jalan yang sudah direncanakan sejak lama. Meskipun ada informasi yang menyebutkan an lebih cepat, pihak BBPJN telah menegaskan bahwa jadwal tetap sesuai rencana awal. Warga diminta tetap tenang dan mematuhi petunjuk serta informasi resmi agar dapat menghindari gangguan lalu lintas selama masa pengerjaan.
Penulis : wafaul



















