Pengantin Pria Diarak dengan “Jamban” Kayu, Inovasi Unik Pernikahan di Kalimantan Selatan
Sebuah momen pernikahan yang tak biasa baru-baru ini mencuri perhatian publik di media sosial. Di Amuntai Utara, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, seorang pengantin pria diarak menuju kediaman mempelai wanita dengan cara yang sangat unik dan tidak lazim. Alih-alih menggunakan kendaraan mewah seperti mobil atau kuda, pengantin pria ini justru menaiki sebuah “jamban” atau batang kayu yang telah dimodifikasi, diarak oleh rombongan kerabat dan sahabat.
Aksi iring-iringan pengantin yang tak terduga ini terekam dalam sebuah video yang kemudian ramai dibagikan di berbagai platform, memicu beragam komentar dari warganet. Dalam rekaman tersebut, terlihat sang pengantin pria tampil gagah mengenakan setelan jas berwarna cokelat, siap untuk memulai perjalanannya. Di halaman depan rumah, tampak rombongan warga yang sudah berkumpul, menunggu sang mempelai pria bersiap.
Keunikan acara ini semakin terlihat ketika sebuah sepeda motor dengan gerobak yang terpasang di belakangnya disiapkan. Di atas gerobak inilah, sebuah “jamban” atau batang kayu yang diolah menjadi semacam tandu diletakkan. Ternyata, inilah kendaraan istimewa yang akan ditumpangi oleh pengantin pria. Setelah semuanya siap, sang mempelai pria dengan senyum bahagia naik ke atas “jamban” tersebut.
Selanjutnya, sepeda motor mulai bergerak menarik gerobak beserta penumpangnya. Rekan-rekan pengantin pria dengan sigap menjadi penarik, mengantarkan sang mempelai menuju pelaminan. Ekspresi wajah bahagia terpancar jelas dari sang pengantin, begitu pula dari para tamu undangan yang tak bisa menahan tawa melihat tingkah unik ini. Di bagian “jamban” kayu tersebut, tertulis sebuah kalimat jenaka: “Rodalnya kuat,” seolah mengisyaratkan ketangguhan dan kelancaran perjalanan cinta mereka.
Perjalanan pengantin pria ini tidak hanya sekadar melintasi halaman rumah. Ia diarak melewati jalan raya, bahkan menyeberangi jembatan, sebelum akhirnya tiba di lokasi resepsi di kediaman mempelai wanita. Pengantin wanita, yang tampil anggun di hari bahagianya, tak kuasa menahan senyum melihat kedatangan pasangannya dengan cara yang begitu tak terduga. Kedua mempelai yang berbahagia ini diketahui bernama Aynul dan Jumairi. Setelah tiba di lokasi, rombongan pengantin pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama kedua mempelai, mengabadikan momen istimewa ini.
“Besaruan”: Tradisi Pengumuman Pernikahan via Speaker Keliling di Amuntai
Selain kisah arak-arakan pengantin yang unik, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan kreativitasnya dalam hal persiapan pernikahan. Kali ini, viral cara unik dalam mengumumkan pesta pernikahan. Agar dipastikan tidak ada satu pun undangan yang terlewat, warga menggunakan metode “besaruan,” yaitu mengumumkan undangan pernikahan dengan cara berkeliling kampung menggunakan speaker yang terpasang di sepeda motor.
Inovasi pengumuman undangan ini terekam dalam sebuah video yang beredar, memperlihatkan seorang pria yang dengan sigap mengendarai sepeda motor sembari menyuarakan informasi pernikahan melalui pengeras suara. Metode ini, yang secara tradisional dikenal sebagai “besaruan,” menjadi solusi cerdas di tengah kesibukan masyarakat modern.
Dalam video tersebut, terlihat pria itu berkeliling ke berbagai sudut kampung. Sesampainya di area yang dianggap strategis dan dapat didengarkan oleh banyak warga, ia mulai menyuarakan pengumuman. Undangan pernikahan disampaikan secara lisan, mengajak seluruh warga yang mendengar untuk turut hadir meramaikan acara tersebut.
Keterangan unggahan yang menyertai video ini menjelaskan lebih lanjut tentang kebiasaan ini: “Amang: BESARUAN nah Warga Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), emang kada ada aja idenya amun soal kreativitas! Baru-baru ini ada inovasi hanyar nang terekam kamera warga. Biasanya amun handak mengundang urang se-kampungan ke acara kawinan, kita musti datang ke rumah-rumah satu per satu, ya kalo? Memakan waktu lawan tenaga banar. Tapi amang satu ini punya jalan pintas nang jenius. Sambil membawa sepeda motor lengkap wan TOA (pengeras suara), sidin keliling kampung menyuarakan undangan pernikahannya langsung live! Sontak aja aksi unik ini viral dan panen pujian dari warganet. Banyak nang mamuji jua, ‘Mantap ni inovasinya, hemat tenaga!'”
Lebih lanjut, beberapa warganet bahkan memberikan saran yang tak kalah cerdas, seperti merekam suara pengumuman agar bisa diputar ulang. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya diapresiasi, tetapi juga memicu ide-ide kreatif lainnya. Keterangan tersebut juga mengajak pembaca untuk mempertimbangkan ide serupa: “Nah, gasan bubuhan kam nang handak kawin parak-parak ini, kira-kira umpat me-recook ide ini lah? Praktis, hemat, dan dijamin se-kampungan langsung tahu! Menurut buhan pian?”
Setelah selesai mengumumkan di satu titik, pengendara sepeda motor beserta speaker pun akan melanjutkan perjalanannya ke area lain, memastikan jangkauan pengumuman seluas mungkin. Inovasi pengumuman pernikahan dengan cara “besaruan” ini mendapatkan beragam respon dari masyarakat. Banyak yang menilai cara ini sangat praktis dan ekonomis, menghemat waktu serta tenaga dibandingkan harus mendatangi setiap rumah. Namun, tak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran bahwa beberapa tamu mungkin saja melewatkan pengumuman tersebut di tengah kesibukan mereka. Terlepas dari pro dan kontra, kreativitas warga Amuntai dalam merayakan momen penting seperti pernikahan ini patut diapresiasi.












