Jangan Tahan Gigi Ini Terlalu Lama, Cek Fakta!

Diposting pada

Tips Mengemudi Mobil Matic yang Benar untuk Menghindari Kerusakan

Mobil matic semakin populer karena kemudahan penggunaannya. Namun, tidak semua pengemudi memahami cara menggunakannya dengan benar. Terutama saat menghadapi jalan menanjak atau situasi tertentu, kesalahan dalam pengoperasian bisa menyebabkan kerusakan pada transmisi.

Penggunaan Gigi L yang Perlu Diperhatikan

Saat menghadapi tanjakan atau jalan terjal, banyak pengemudi mobil matic memilih memindahkan tuas transmisi ke posisi L (low). Tujuan dari posisi ini adalah untuk menjaga mesin tetap berada di gigi rendah sehingga torsi maksimal dapat dimaksimalkan. Namun, penggunaan posisi L secara terus-menerus dan dengan putaran mesin tinggi bisa berisiko.

Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang, Andika Herda Permana, menjelaskan bahwa komponen kopling ganda dan clutch disc pada mobil matic CVT bisa selip akibat gesekan berlebih antara CVT belt dan pulley. Hal ini bisa menyebabkan overheat dan kerusakan lebih lanjut.

“Risiko CVT mengalami selip karena kebiasaan pengemudi menggunakan gigi L terus dengan RPM sangat tinggi. Padahal, belum tentu torsi maksimum bisa diraih oleh mesin dengan menahan laju mobil di RPM maksimal mendekati red line,” ujar Dika.

Kesalahan Umum Saat Macet

Selain itu, kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna mobil matic di kawasan pegunungan adalah tidak memindahkan posisi gigi transmisi dari D ke N atau P ketika terjebak macet. Banyak pengemudi memilih tetap mempertahankan posisi D atau L agar lebih mudah saat berhenti dan mulai kembali.

Namun, cara ini cukup berisiko karena komponen girboks transmisi menjadi lebih panas. Sirkulasi pelumasan oli transmisi juga lebih lambat, yang bisa menyebabkan delay respon shifting gigi.

Menurut Dika, meskipun tidak masalah jika dilakukan sesekali, risikonya akan meningkat jika kondisi sudah sangat parah. Gigi transmisi bisa tidak bisa dioperasi.

Perbedaan Transmisi Konvensional dan CVT

Perlu diketahui bahwa hal ini berlaku bagi model transmisi matic konvensional maupun CVT. Namun, risiko kerusakan berbeda. Pada transmisi matic konvensional, selip kopling bisa merembet ke bagian gigi transmisi.

“Kerusakan berat gigi transmisi matik konvensional tidak bisa di oper. Trouble ringan mobil tidak bisa maju atau mundur,” ucap Dika.

“Ciri-cirinya setelah memindahkan posisi tuas transmisi mobil matic ke D respon yang diberikan lambat karena ada jeda beberapa detik sebelum konversi tenaga mesin,” lanjutnya.

Cara Perbaikan dan Pencegahan

Untuk perbaikan, Dika menyarankan melakukan flushing oli matic terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk lebih detail memahami respons awal gigi transmisi sebelum melakukan pembongkaran komponen transmisi.

Dengan memahami cara mengemudi mobil matic dengan benar, pengemudi dapat menghindari kerusakan yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi mesin dan transmisi, serta mengikuti panduan dari ahli atau bengkel resmi.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan