Tragedi di Jakarta Timur: Cucu Mpok Nori Ditemukan Tewas, Motif Pembunuhan Terungkap
Suasana khidmat di sebuah kediaman di kawasan Jakarta Timur mendadak tercabik oleh penemuan yang mengerikan. Dewhinta Anggary (37), yang dikenal sebagai cucu dari seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan. Penemuan jasadnya yang tragis ini membuka tabir misteri yang kemudian menyita perhatian publik dan menguak sisi kelam dari hubungan asmara.
Kecurigaan awal muncul ketika Dewhinta tak kunjung memberikan kabar kepada keluarganya. Rasa khawatir yang kian membuncah mendorong sang ibu, yang diidentifikasi dengan inisial B, untuk mendatangi rumah kontrakan putrinya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Pada Sabtu dini hari (21/3/2026), pintu kontrakan yang terkunci dari dalam semakin menambah kegelisahan.
Upaya pembukaan paksa pun dilakukan. Adik laki-laki korban terpaksa memanjat melalui jendela yang terbuka untuk dapat membuka akses pintu utama dari dalam. Ketika pintu akhirnya berhasil dibuka oleh sang kakak dan adik, pemandangan yang memilukan menyambut mereka. Dewhinta Anggary tergeletak tak bernyawa di lantai kamar.
Lebih mengejutkan lagi, di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan bercak darah yang telah mengering. Jejak-jejak kelam ini tidak hanya menghiasi lantai tempat jasad korban ditemukan, tetapi juga merembes ke permukaan kasur. Kondisi ini mengindikasikan bahwa peristiwa tragis telah terjadi beberapa waktu sebelum penemuan jasad. Tangis histeris pun pecah, memecah keheningan dan menyelimuti rumah yang sebelumnya dipenuhi kehangatan keluarga.
Identitas korban sebagai cucu dari almarhumah Mpok Nori, seorang tokoh dalam dunia lenong Betawi, dikonfirmasi oleh kesaksian warga sekitar. Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, membenarkan informasi tersebut berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian.
Barang Bukti dan Kronologi Penemuan
Tim gabungan dari kepolisian segera bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kronologi peristiwa. Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan barang bukti penting berupa sebilah pisau yang juga ditemukan bercak darah di atasnya. Keberadaan pisau ini menjadi petunjuk krusial dalam penyelidikan motif di balik kematian Dewhinta.
Meskipun kondisi di dalam kamar menunjukkan adanya indikasi kuat terjadinya tindak kekerasan, pihak keluarga memberikan keterangan yang melegakan. Sania Destiani (16), salah satu kerabat yang berada di lokasi, menyatakan bahwa tidak ada harta benda milik Dewhinta yang hilang. Seluruh aset pribadi korban, termasuk telepon genggam yang masih dipegang oleh kakaknya, dipastikan utuh. Hal ini mengarahkan fokus penyelidikan tidak pada motif perampokan.
Jenazah Dewhinta Anggary kemudian dievakuasi ke RS Polri untuk menjalani proses visum et repertum. Hasil visum ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih rinci mengenai penyebab kematian dan luka-luka yang dialami korban, yang akan sangat membantu dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak pidana yang mereka ketahui. “Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat, tepat, dan profesional,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani setiap kasus.
CCTV Ungkap Pelaku: Mantan Suami Siri
Titik terang dalam pengungkapan kasus ini datang dari rekaman kamera CCTV. Bukti visual ini menjadi kunci utama bagi kepolisian dalam mengidentifikasi dan melacak pelaku. Dalam rekaman video yang terekam jelas, terlihat gerak-gerik seorang pria yang kemudian diketahui sebagai Warga Negara Asing (WNA) asal Irak berinisial FD.
Video tersebut merekam momen ketika pelaku memasuki rumah kontrakan korban sesaat sebelum jasad Dewhinta Anggary ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu dini hari. Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, mengonfirmasi bahwa rekaman kamera pengawas inilah yang menjadi dasar utama pengejaran terhadap FD.
Pelaku, yang ternyata adalah mantan suami siri dari korban, akhirnya berhasil diringkus oleh tim gabungan. Penangkapan dilakukan di ruas Tol Tangerang-Merak pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.30 WIB, saat pelaku tengah berusaha melarikan diri. “Ditangkap di ruas tol arah Merak, sekarang pelaku sudah diamankan di Polda Metro Jaya,” ungkap Iptu Edi Handoko.
Penangkapan pelaku ini mengakhiri pelarian FD dan membuka jalan bagi kepolisian untuk mendalami motif di balik pembunuhan keji ini. Kasus yang melibatkan cucu dari seniman legendaris ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan publik, sembari mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dalam hubungan pribadi dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan.



















