Jejak Panjang Listyo Sigit di Polri Menjelang Pergantian Kapolri

Diposting pada

Komisi III DPR pada Kamis pagi, 10 Januari, menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pergantian ini menandai berakhirnya masa pengabdian panjang Sigit di pucuk pimpinan Polri, setelah ia memimpin Korps Bhayangkara sejak 27 Januari 2021.

Selama lebih dari lima tahun menjabat, Listyo Sigit tercatat sebagai kapolri dengan durasi tugas terlama dalam sejarah institusi tersebut. Lahir di Ambon pada 5 Mei 1969, ia sebenarnya masih memiliki sisa masa dinas aktif hingga sekitar Mei 2027, sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Polri yang mengatur pensiun perwira tinggi berpangkat jenderal penuh pada usia 60 tahun.

Nama Sigit kerap dikaitkan dengan sejumlah pembaruan di tubuh kepolisian. Di bawah kepemimpinannya, Polri membentuk Kortas Tipidkor Polri serta Direktorat PPA-PPO di Bareskrim Polri. Sejumlah satuan kerja juga mengalami kenaikan level organisasi selama periode kepemimpinannya, termasuk Korps Brimob.

Di bidang penegakan hukum, Sigit memimpin institusi yang terlibat dalam penanganan sejumlah kasus besar. Bersama jajaran, ia berada di masa ketika Polri mengungkap jaringan bandar narkoba Fredy Budiman, menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra, menuntaskan penanganan kerusuhan Kanjuruhan, serta membekuk Maria Lumowa yang lama menjadi buronan. Rangkaian perkara itu memperkuat citra Sigit sebagai kapolri yang menonjol dalam pengungkapan kasus-kasus besar.

Rekam jejaknya juga ditandai sikap tegas terhadap anggota sendiri. Dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Sigit tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada personel yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah ini menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan penekanan pada disiplin internal di tubuh Polri.

Jauh sebelum menduduki kursi tertinggi kepolisian, karier Listyo Sigit terus menanjak. Ia pernah menjadi ajudan presiden pada 2014, lalu menjabat kapolda Banten pada 2016, Kadiv Propam pada 2018, dan Kabareskrim Polri pada 2019. Dua tahun kemudian, namanya diusulkan menjadi kapolri. Dengan pergantian ini, model Polri Presisi yang identik dengan kepemimpinannya akan diteruskan oleh Suyudi Ario Seto dengan gagasan Polri Bersama Masyarakat.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan