Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka: Simbol Kebangkitan Pasca-Bencana
Palu, Sulawesi Tengah – Sebuah babak baru dalam pemulihan dan pembangunan infrastruktur di Kota Palu ditandai dengan peresmian pembukaan arus lalu lintas Jembatan Palu IV dan Elevated Road pada Jumat, 13 Februari 2026. Acara yang dipusatkan di area Jembatan Palu IV ini tidak hanya menghadirkan ikon baru bagi kota, tetapi juga menjadi bukti nyata bangkitnya infrastruktur pasca-tragedi gempa, tsunami, dan likuifaksi yang melanda pada tahun 2018.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Gubernur Sulawesi Tengah yang menekankan pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas publik yang baru saja diresmikan ini. Beliau secara tegas mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan vandalisme atau pengrusakan aset, seperti mencoret badan jembatan atau merusak fasilitas penerangan. “Jembatan ini merupakan aset milik kita bersama, oleh karena itu mari kita pelihara dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021-2025, Rusdy Mastura, atas kontribusinya dalam menyelesaikan permasalahan lahan. Penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Kota Palu atas pendekatan persuasif yang gigih dilakukan kepada warga, khususnya masyarakat Kampung Lere. Sebagai seorang asli Kampung Lere, Wakil Gubernur menyatakan memiliki kewajiban moral untuk hadir, mengingat kedekatan emosional yang erat antara jembatan ini dengan masyarakat lokal.
Peristiwa 28 September 2018, yang juga membekas dalam ingatan Wakil Gubernur saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, memberikan makna tersendiri terhadap peresmian ini. Kembalinya Jembatan Palu IV dengan desain yang modern dan kokoh membawa harapan baru bahwa sarana transportasi ini akan lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Presiden RI ke-7 Joko Widodo atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan dalam mempercepat pembangunan jembatan ini. Wakil Gubernur berharap jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang tertib dan aman bagi seluruh warga.
Selain aspek infrastruktur, Pemerintah Kota Palu diminta untuk melakukan penataan ulang terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut, terutama pedagang kecil dari Kampung Lere. Upaya penataan ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi bagi warga setempat tanpa mengorbankan nilai estetika dan ketertiban di area jembatan.
Jembatan sebagai Simbol Persatuan dan Pemulihan
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Ir. Bambang Razak, ST., MT., menambahkan bahwa Jembatan Palu IV dan Elevated Road lebih dari sekadar penghubung fisik. Keduanya merupakan simbol persatuan dan pemulihan sosial ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Beliau menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, mulai dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), Pemerintah Pusat, jajaran Pemerintah Daerah, hingga para kontraktor dan tenaga kerja.
Bambang Razak menjelaskan bahwa setelah pembukaan arus lalu lintas ini, aset jembatan dan jalan tersebut akan segera diserahkan kepada Pemerintah Kota Palu sesuai dengan kewenangan jalan kota, termasuk tanggung jawab pemeliharaannya. Aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, terbukti dengan penyelenggaraan dua kali rapat forum lalu lintas lintas provinsi untuk mempersiapkan pembukaan arus lalu lintas ini.
Prosesi pemotongan pita menjadi penanda resmi dibukanya akses kendaraan di Jembatan Palu IV yang kini tampil memukau sebagai ikon baru Kota Palu. Meskipun telah dibuka untuk umum, peresmian secara menyeluruh direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain:
* Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E.
* Wakapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H.
* Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah, Sisliandy Ponulele.
* Mr. Kakuda Kazuyuki selaku perwakilan senior dari JICA.
* Jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kehadiran mereka menjadi saksi bisu momen bersejarah yang menandai optimisme dan ketahanan masyarakat Sulawesi Tengah dalam membangun kembali masa depan yang lebih baik.



















