Prestasi Gemilang Atlet Catur Muda Jombang di Kancah Nasional
Atlet catur muda berbakat asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ufaira Salsabila Fitria, seorang pelajar cilik yang masih duduk di bangku kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI) Urwatul Wutsqo Jombang, berhasil menorehkan namanya sebagai salah satu pecatur wanita terbaik dalam Turnamen Catur Nasional CHECKMATE 2026. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Kota Madiun pada hari Minggu, 31 Mei 2026, dan menjadi saksi bisu perjuangan Ufaira yang meraih peringkat kelima di kategori pecatur wanita terbaik.
Turnamen CHECKMATE 2026 ini memiliki makna ganda. Selain menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Madiun yang ke-108, acara ini juga dirangkaikan dengan tasyakuran serta peresmian pabrik baru milik CV Citra Aneka Pangan dan gudang CV Agro Citra Lestari. Penyelenggaraan turnamen ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Madiun dan Percasi Jawa Timur, menunjukkan sinergi yang kuat dalam memajukan olahraga catur di daerah.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari jumlah atlet yang berpartisipasi. Sekitar 850 pecatur dari berbagai penjuru Indonesia turut meramaikan kompetisi ini. Penggunaan sistem Swiss Manager, yang sesuai dengan regulasi terbaru dari Federasi Catur Internasional (FIDE) dan Percasi, memastikan pertandingan berjalan adil dan kompetitif bagi seluruh peserta.
Ufaira Salsabila Fitria, yang lahir pada tanggal 8 Juli 2016, merupakan putri ketiga dari pasangan Bapak Kunawi dan Ibu Susiyah. Meskipun usianya masih sangat belia dan masih berada di jenjang pendidikan dasar, Ufaira menunjukkan kemampuan luar biasa yang mampu bersaing ketat dengan ratusan peserta lainnya yang notabene memiliki pengalaman lebih banyak. Keberhasilannya meraih penghargaan pecatur wanita terbaik peringkat lima adalah bukti nyata dari bakat, kerja keras, dan ketekunannya.
Sang ibunda, Susiyah (40 tahun), mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian putrinya. Menurutnya, kesuksesan Ufaira bukanlah buah dari keberuntungan semata, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun atas dasar latihan disiplin dan semangat pantang menyerah yang senantiasa ditanamkan sejak dini.
“Menjadi juara bukanlah hasil dari kebetulan, melainkan akumulasi dari disiplin tinggi dan semangat berlatih yang konsisten. Kami selalu menanamkan pentingnya memiliki tujuan, motivasi yang kuat, serta mental juara agar mampu bangkit saat menghadapi kegagalan,” ujar Susiyah dengan penuh haru pada hari Senin, 1 Juni 2026.
Ia menekankan bahwa kepercayaan diri yang tinggi dan rutinitas latihan yang teratur merupakan pilar utama dalam membentuk karakter seorang atlet sejati. “Juara sejati adalah mereka yang tidak mudah menyerah. Karena itu, kami terus mendorong Ufaira untuk disiplin berlatih dan percaya pada kemampuannya sendiri,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya keyakinan diri dalam meraih kesuksesan.
Dalam turnamen tersebut, Ufaira menceritakan pengalamannya menjalani tujuh babak pertandingan yang penuh tantangan. Ia berhasil mengumpulkan total lima poin, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol. “Saya bermain tujuh babak dan mendapatkan lima poin. Lawan yang saya hadapi berasal dari Kediri, Mojokerto, hingga Bali. Setiap pertandingan memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi saya,” tutur Ufaira dengan antusias.
Ufaira menambahkan bahwa arahan dan bimbingan dari pelatih Klub Catur Pionmas Jombang menjadi bekal tak ternilai selama ia bertanding. Ia selalu berusaha menjalankan semua panduan yang diberikan oleh pelatihnya. Selain itu, ia juga sangat memperhatikan keseimbangan antara latihan, istirahat yang cukup, dan asupan nutrisi yang terjaga demi menjaga fokus optimal saat bertanding. Kunci lainnya, menurut Ufaira, adalah menjadikan latihan catur sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban.
“Saya menikmati proses latihan dan terus mempelajari strategi yang diberikan pelatih. Hasil latihan selalu dievaluasi secara berkala untuk mengetahui kelemahan yang harus diperbaiki,” jelasnya. Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan berpikir Ufaira dalam memahami pentingnya evaluasi diri untuk perbaikan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ufaira mengakui bahwa lingkungan pergaulan yang positif juga memainkan peran krusial dalam menjaga semangat berlatihnya. Berada di tengah-tengah teman-teman yang memiliki tujuan serupa dalam dunia olahraga catur memberikan motivasi tambahan baginya. “Saya senang bergaul dengan teman-teman yang memiliki tujuan sama di olahraga catur. Itu membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya dengan optimisme.
Prestasi gemilang yang diraih Ufaira Salsabila Fitria di Turnamen Catur Nasional CHECKMATE 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa potensi besar para atlet muda asal Jombang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan dukungan yang tepat, pembinaan yang konsisten, dan semangat juang yang tinggi, mereka memiliki peluang besar untuk bersaing di level nasional bahkan internasional, serta mengharumkan nama daerah Jombang di kancah yang lebih luas di masa mendatang.


















