KAI Divre I Sumut Perkuat Komitmen Keamanan: Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual dan Keselamatan Perlintasan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, bersama dengan Komunitas Divre I Railfans, telah meluncurkan serangkaian inisiatif penting yang berfokus pada peningkatan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang. Salah satu aksi terdepan yang digelar adalah sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di atas perjalanan Kereta Api (KA) Putri Deli yang melayani rute Medan–Tanjungbalai. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei, ini menegaskan komitmen KAI untuk memastikan setiap perjalanan kereta api bebas dari segala bentuk pelecehan.
Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menekankan bahwa KAI memiliki dedikasi penuh dalam menciptakan lingkungan transportasi publik yang inklusif dan aman bagi semua kalangan. Sebagai wujud keseriusan dalam penegakan hukum, KAI berencana untuk memberlakukan sanksi tegas berupa daftar hitam (blacklist) bagi pelaku kejahatan seksual yang terbukti bersalah.
“Kami tidak akan mentolerir sedikit pun tindakan pelecehan seksual di dalam kereta api. Bagi individu yang terbukti melakukan pelanggaran ini, Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya akan diblokir seumur hidup. Ini berarti mereka tidak akan lagi dapat menggunakan fasilitas layanan kereta api kami,” ujar Anwar dalam pernyataannya pada Senin, 1 Juni 2026.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus pelecehan seksual yang terdeteksi di wilayah Divre I Sumut, KAI tetap proaktif dalam mengambil langkah-langkah preventif. Tujuannya adalah untuk meminimalkan potensi terjadinya insiden sekecil apa pun.
Salah satu langkah konkret yang telah diimplementasikan adalah pengembangan fitur “Female Seat Map” pada aplikasi KAI Access. Fitur inovatif ini dirancang khusus untuk memberdayakan penumpang perempuan. Dengan menggunakan fitur ini, penumpang wanita kini dapat memilih kursi yang bersebelahan dengan sesama penumpang perempuan saat melakukan pemesanan tiket. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan privasi tambahan, terutama bagi mereka yang bepergian sendiri atau merasa lebih nyaman duduk di dekat penumpang wanita lainnya.
Anwar juga secara tegas mengimbau seluruh penumpang, baik yang menjadi korban maupun yang menyaksikan tindakan yang berpotensi mengarah pada pelecehan seksual, untuk tidak ragu melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. “Korban atau saksi dapat segera memberikan laporan secara langsung kepada petugas kami di lapangan. Alternatif lain, pelaporan juga dapat dilakukan melalui sambungan telepon atau pesan singkat kepada kondektur. Nomor telepon kondektur tertera dengan jelas di dinding bagian depan dan belakang setiap gerbong kereta,” jelasnya.
Dinamika Pergerakan Penumpang dan Fokus Keselamatan Tambahan
Di tengah pelaksanaan program pencegahan pelecehan seksual, KAI Divre I Sumut juga mencatat adanya pergerakan penumpang yang cukup dinamis selama periode libur panjang peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE dan Hari Lahir Pancasila. Pada hari Sabtu, 30 Mei, tercatat sebanyak 8.177 penumpang yang melakukan perjalanan. Sementara itu, hingga Minggu, 31 Mei, data penjualan tiket menunjukkan angka 6.773 tiket telah terjual untuk berbagai rute perjalanan, dan angka ini masih terus mengalami peningkatan.
Selain fokus pada keamanan di dalam kereta, KAI Divre I Sumut bersama Komunitas Divre I Railfans juga mengalihkan perhatian pada aspek keselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan sosialisasi keselamatan ini menyasar para pengguna jalan di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 82, yang berlokasi di sekitar Stasiun Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.
Masyarakat yang melintas di area tersebut diberikan edukasi penting mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Mereka diimbau untuk selalu berhenti sejenak sebelum melintasi rel kereta api, serta senantiasa memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api yang memiliki hak melintas lebih utama. Kesadaran akan bahaya dan pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kereta api.
“Seluruh rangkaian kegiatan kolaborasi dan edukasi ini, baik yang kami laksanakan di dalam armada kereta api maupun di area perlintasan sebidang, merupakan wujud nyata dari komitmen KAI untuk terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan setia kami serta masyarakat luas,” pungkas Anwar. Upaya ini mencerminkan pendekatan holistik KAI dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang di setiap aspek perjalanan.




