Batampena.com – Hyrox, olahraga yang menggabungkan lari dan delapan stasiun gerakan fungsional, sedang menjadi tren baru di kalangan pencinta fitness Indonesia. Kelas-kelas hyrox bermunculan di berbagai pusat kebugaran. Banyak orang penasaran dan tertantang untuk mencobanya. Tapi bagi yang selama ini masuk kelompok “mager” alias malas gerak, ada peringatan penting yang perlu diperhatikan.
Dr. Alan Cheung, Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi di Mount Elizabeth Hospitals Singapura, menegaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan fase adaptasi bertahap. Transisi mendadak dari tubuh yang jarang berolahraga menjadi sangat aktif tanpa persiapan bisa berujung cedera serius pada persendian dan otot.
Butuh Empat Hingga Enam Bulan Persiapan
Menurut dr. Cheung, dibutuhkan sekitar empat hingga enam bulan latihan konsisten untuk membangun kapasitas paru-paru dan daya tahan ligamen agar tubuh siap menghadapi hyrox. Durasi ini tentu tidak singkat, tapi sangat penting untuk mencegah cedera.
“Jika Anda bisa berlari sepuluh kilometer dengan kecepatan yang stabil, maka Anda bisa melakukannya,” ujar dr. Cheung. Ia menambahkan bahwa sekitar 70 persen hyrox berupa perlombaan lari, karena peserta harus berlari sejauh delapan kilometer ditambah zona rintangan di antaranya.
Bagi pemula yang tetap ingin mencoba, dr. Cheung menyarankan untuk melakukannya dalam tim, baik secara ganda maupun sebagai bagian dari estafet empat orang. Dengan begitu, beban bisa dibagi dan ada waktu untuk pulih di antara sesi.
Jangan Lupakan Hari Istirahat
Latihan lari berulang dan gerakan eksplosif dalam hyrox bisa menguras cadangan energi tubuh secara besar-besaran. Itu sebabnya sangat penting melakukan rutinitas yang lebih tenang di sela hari-hari latihan agar sendi bisa beristirahat.
“Jika Anda memang harus berolahraga setiap hari, cobalah melakukan aktivitas berbeda yang tidak terlalu berdampak tinggi, seperti berenang, bersepeda, yoga, atau pilates di sela-selanya,” saran dr. Cheung.
Tidur juga memegang peran krusial dalam proses pemulihan. Dr. Cheung menekankan pentingnya tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam. Orang yang mengabaikan jeda latihan cenderung mengalami kelelahan kronis yang justru menghambat kemajuan.
Fakta di Balik Tren Hyrox
Hyrox pertama kali diperkenalkan di Jerman pada 2017 dan kini sudah digelar di lebih dari 30 negara. Konsepnya sederhana: peserta berlari satu kilometer, lalu menyelesaikan satu stasiun gerakan fungsional, dan mengulangnya hingga delapan kali. Gerakan fungsionalnya meliputi sled push, sled pull, burpee broad jumps, rowing, ski erg, farmer carry, sandbag carry, dan wall balls.
Keunikan hyrox dibanding olahraga fungsional lain seperti CrossFit adalah standarisasinya. Setiap event di seluruh dunia menggunakan format dan gerakan yang sama, sehingga peserta bisa membandingkan waktu mereka secara global.
Bagi warga Indonesia yang ingin memulai, langkah pertama bukan langsung mendaftar lomba. Tapi bangun fondasi dulu. Berlari secara teratur, latih kekuatan dasar, dan jangan pernah melewatkan pemanasan. Hyrox memang menantang, tapi tubuh yang tidak siap hanya akan menghasilkan cedera, bukan prestasi.***




