Kebakaran Landa Banyuasin, Dua Rumah Warga Hangus Dilalap Api
BANYUASIN – Peristiwa kebakaran yang mengerikan melanda Dusun III RT 08, Desa Terusan Muara, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Dua unit rumah kayu milik warga setempat hangus tak bersisa, menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman.
Api yang mulai berkobar sekitar pukul setengah delapan malam waktu Indonesia Barat tersebut dengan cepat membesar, melahap dua bangunan rumah yang terbuat dari material kayu. Ukuran masing-masing rumah yang terbakar adalah sekitar 4 x 6 meter. Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga sekitar seketika dilanda kepanikan. Namun, dalam situasi darurat tersebut, semangat gotong royong langsung muncul.
Para warga dengan sigap segera bergerak untuk memadamkan api. Tanpa menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran, mereka berupaya keras menggunakan alat seadanya. Sumber air terdekat yang dapat dijangkau adalah sungai yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Dengan peralatan sederhana seperti ember dan peralatan rumah tangga lainnya, warga bahu-membahu mengambil air dari sungai dan melemparkannya ke arah api.
Upaya kolektif warga ini membuahkan hasil yang signifikan. Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, api akhirnya berhasil dijinakkan sebelum merembet lebih jauh ke rumah-rumah lain yang berdekatan. Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana, terutama di daerah yang mungkin memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pemadam kebakaran.
Meskipun api berhasil dipadamkan, kerugian materi tak terhindarkan. Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan total, seluruh bangunan dan isinya ludes terbakar. Sementara itu, satu rumah lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama pada bagian dapur yang menjadi titik awal perambatan api.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Roma Dona, mengonfirmasi kejadian tragis ini. Menurutnya, kedua rumah yang terdampak kebakaran tersebut merupakan milik warga bernama Sajali dan Hera.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Roma Dona saat dikonfirmasi pada Selasa, Juni 2026. “Namun, satu rumah mengalami kerusakan total akibat terbakar.”
Berdasarkan informasi awal yang berhasil dihimpun, dugaan kuat penyebab kebakaran ini adalah ledakan tabung gas yang mengalami kebocoran. Kebocoran gas yang kemudian memicu ledakan diduga menjadi pemicu utama kobaran api. Api yang berasal dari ledakan tersebut dengan sangat cepat menjalar dan membakar struktur rumah kayu yang mudah terbakar, sehingga dalam waktu singkat kedua bangunan tersebut dilalap si jago merah.
Langkah Penanganan dan Bantuan
Menyikapi musibah ini, pemerintah desa setempat telah bergerak cepat untuk memberikan penanganan awal kepada para korban yang terdampak. Langkah-langkah darurat seperti penyediaan tempat tinggal sementara dan kebutuhan pokok dasar segera diupayakan.
Sementara itu, BPBD Banyuasin terus menjalin koordinasi erat dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat. Tujuannya adalah untuk memastikan penyaluran bantuan yang dibutuhkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran ini.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terkait penyaluran bantuan bagi korban yang rumahnya terbakar,” tegas Roma Dona. Bantuan yang akan disalurkan diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka bangkit kembali dari musibah ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus melakukan pendataan mendalam mengenai total kerugian materi yang disebabkan oleh kebakaran tersebut. Pendataan ini penting untuk menjadi dasar dalam penyaluran bantuan yang lebih terarah dan memadai. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi peralatan rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan gas, dan selalu berhati-hati dalam penggunaannya untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.





