Kebakaran Hutan dan Lahan di Nunukan Menghanguskan Lebih dari 2 Hektare Lahan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kali ini, api melahap lahan seluas lebih dari 2 hektare di Jalan Anastasia Wijaya, Panamas, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, pada Sabtu (18/4/2026) sore. Peristiwa ini diperkirakan mulai sekitar pukul 17.00 WITA.
Kobaran api menyebar cukup cepat karena kondisi medan perbukitan dan angin yang cukup kencang. Hal ini membuat proses pemadaman menjadi sangat sulit. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Nunukan, Lanal Nunukan, Polres, serta warga sekitar langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan tindakan penanganan.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup berat karena kondisi medan dan cuaca. Lokasi kebakaran berada di area perbukitan dengan angin yang cukup kencang. Ditambah lagi, pemadaman dilakukan hingga malam hari, sehingga jarak pandang terbatas dan menyulitkan petugas.
“Lokasi kebakaran berada di area perbukitan dengan angin yang cukup kencang. Ditambah lagi pemadaman berlangsung hingga malam hari, sehingga jarak pandang terbatas dan menyulitkan petugas,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan bahwa tim harus memanfaatkan sumber air seadanya di sekitar lokasi. Mereka menggunakan air dari tampungan galian di sekitar lokasi, dengan mesin pompa apung untuk melakukan pemadaman langsung di titik api.
Berbagai peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari mobil rescue BPBD, truk tangki Damkarhutla, mobil slip on, kendaraan roda dua, hingga peralatan manual seperti pompa gendong dan pemukul api.
Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. “Alhamdulillah api berhasil kami kendalikan sebelum meluas lebih jauh,” tambah Hasanuddin.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 2 hektare milik warga setempat. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari tindakan yang dapat memicu kejadian serupa.
Upaya Pemadaman yang Dilakukan
- Tim gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Nunukan, Lanal Nunukan, Polres, dan warga sekitar.
- Proses pemadaman berlangsung cukup berat karena medan perbukitan dan angin kencang.
- Petugas memanfaatkan sumber air seadanya di sekitar lokasi, termasuk air dari tampungan galian.
- Berbagai peralatan dikerahkan, seperti mobil rescue BPBD, truk tangki Damkarhutla, mobil slip on, kendaraan roda dua, serta alat manual.
- Api berhasil dipadamkan setelah berjuang selama sekitar tiga jam.
Imbauan untuk Masyarakat
- Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
- Pentingnya kesadaran akan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di musim kemarau.
- Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang bisa memicu kebakaran.
- Partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan melaporkan kejadian kebakaran.



















