Kebakaran Hebat Landa Warung Ayam Geprek di Metro, Kerugian Capai Puluhan Juta
Metro, Lampung – Minggu dini hari, tepatnya pada tanggal 31 Mei 2026, sekitar pukul 03.35 WIB, sebuah insiden kebakaran hebat terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kota Metro. Api melalap habis sebuah warung ayam geprek yang merupakan milik Ibu Eni Ismiati Rohma, meninggalkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kejadian ini bermula saat seorang warga yang kebetulan melintas di area tersebut dikejutkan oleh pemandangan asap tebal yang mengepul dari dalam bangunan warung. Tak lama kemudian, kobaran api mulai terlihat jelas, mengindikasikan bahwa api telah membesar di dalam warung yang sebagian besar dalam kondisi kosong pada jam tersebut. Reaksi cepat warga yang melihat kejadian ini sangat krusial. Tanpa menunggu lama, warga tersebut segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Metro untuk melaporkan musibah yang sedang terjadi.
Menanggapi laporan yang masuk, petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang sigap. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, petugas Damkartan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Dengan mengerahkan Unit 02 yang memiliki nomor polisi BE 4048 FZ, tim pemadam kebakaran berhasil tiba di lokasi hanya dalam kurun waktu lima menit setelah laporan diterima, yaitu pada pukul 03.40 WIB.
Setibanya di lokasi, para petugas mendapati api masih berkobar dengan ganasnya. Api tersebut tidak hanya melahap bagian dalam warung, tetapi juga mulai merambat ke bagian lain dari struktur bangunan. Situasi ini menuntut tindakan cepat dan terukur dari tim pemadam kebakaran.
Upaya Pemadaman dan Pencegahan Penyebaran Api
Para petugas pemadam kebakaran segera melancarkan aksi pemadaman api secara intensif. Prioritas utama mereka adalah melokalisir penyebaran api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga lain yang berada di sekitar lokasi warung. Upaya ini dilakukan untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi bagi masyarakat sekitar.
Setelah api berhasil dikendalikan dan dilokalisir, tim pemadam kebakaran melanjutkan dengan proses pendinginan area yang terbakar. Proses pendinginan ini berlangsung hingga pukul 04.40 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa dan mencegah potensi kebakaran susulan.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak berwenang, dugaan kuat mengenai penyebab kebakaran ini adalah korsleting atau hubungan pendek arus listrik pada instalasi listrik di dalam warung. Meskipun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden nahas ini.
Dampak dan Kerugian
Meskipun kebakaran ini tergolong hebat dan menghanguskan seluruh isi warung serta bangunan, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa warung tersebut dalam keadaan kosong saat api mulai berkobar.
Namun, kerugian materiil yang dialami oleh Ibu Eni Ismiati Rohma, pemilik warung, diperkirakan mencapai Rp30 juta. Angka ini mencakup seluruh isi warung, peralatan masak, stok bahan makanan, hingga bangunan warung itu sendiri yang kini rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesigapan dalam melaporkan insiden kebakaran dan pentingnya perawatan instalasi listrik yang memadai untuk mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.













