Mengungkap Potensi Energi Terbarukan: Film Dokumenter “Matahari dalam Tanah” Membuka Dialog Pembangunan Panas Bumi di NTT
Sebuah karya sinematik kolaboratif, film dokumenter “Matahari dalam Tanah,” telah berhasil menarik perhatian publik dan para pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Produksi ini merupakan hasil kerja sama antara PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3, Tribun EO, dan Pos Kupang. Penayangan perdananya disambut dengan antusiasme tinggi, menandakan sebuah langkah maju dalam menyosialisasikan dan membuka ruang diskusi mengenai pembangunan energi panas bumi di wilayah tersebut.
Film ini secara mendalam mengupas berbagai aspek dan dinamika yang menyertai pengembangan energi panas bumi di NTT. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat, mengatasi keraguan, dan membangun persepsi yang konstruktif terhadap proyek-proyek energi strategis ini.
Perspektif Konstruktif untuk Masyarakat
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT, Raka Putra Dharmana, memberikan apresiasi positif terhadap film dokumenter tersebut. Menurutnya, “Matahari dalam Tanah” tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menawarkan perspektif yang membangun bagi masyarakat yang mungkin masih memiliki keraguan atau sikap kontra terhadap pembangunan energi panas bumi.
“Ini cara sosialisasi yang baik. Film ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang selama ini masih bersikap kontra,” ujar Raka usai menghadiri acara penayangan.
Raka mengakui bahwa dalam pelaksanaan proyek di lapangan, selalu ada dinamika pro dan kontra yang muncul. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan energi panas bumi di NTT selalu berada di bawah pengawasan Kejaksaan. Melalui Asisten Intelijen, Kejaksaan memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Raka berharap film ini dapat membuka pintu bagi dialog yang lebih luas di kalangan masyarakat. Ia meyakini bahwa komunikasi yang terjalin lintas pihak merupakan elemen krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proyek-proyek strategis nasional.
“Buka pikiran untuk tujuan ke depan. Buka ruang dialog seluas-luasnya agar semua informasi dapat tersampaikan dengan baik,” tegasnya, menekankan pentingnya keterbukaan dan partisipasi dalam proses pembangunan.
Harmoni Komunikasi Antara PLN dan Masyarakat
Dukungan dan apresiasi terhadap film dokumenter ini juga datang dari sektor kepolisian. Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, melihat film “Matahari dalam Tanah” sebagai sebuah platform penting yang mempertemukan PLN, sebagai pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan masyarakat.
“Saya mengapresiasi film yang diluncurkan hari ini. Ini menjadi wadah komunikasi antara PLN yang menjalankan PSN dengan masyarakat, sekaligus memperkuat harmoni bersama Pos Kupang dan Tribun EO,” ungkap Kombes Pol. Henry.
Menurutnya, pendekatan sosialisasi melalui medium film dan pemanfaatan kanal komunikasi digital adalah langkah strategis yang efektif. Hal ini memungkinkan pesan-pesan pembangunan dapat diterima secara utuh dan menyeluruh oleh masyarakat.
“Kami berharap komunikasi ini menjadi titik temu, sehingga NTT benar-benar menjadi ‘matahari’ dengan energi untuk melanjutkan pembangunan,” harap Kombes Pol. Henry, menyamakann energi panas bumi dengan semangat pembangunan NTT.
Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan harus selalu diiringi dengan komunikasi yang terbuka dan kolaboratif. Kolaborasi semacam ini akan menciptakan situasi yang kondusif dan harmonis di tengah masyarakat, mendorong penerimaan positif terhadap proyek-proyek vital.
Suara Warga dalam Ruang Dialog
Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion D.B. Putra, menjelaskan bahwa “Matahari dalam Tanah” merupakan sebuah karya yang dipersembahkan oleh sineas muda NTT. Film ini adalah buah kolaborasi antara Tribun EO, PLN UPP Nusra 3, dan Pos Kupang, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proyek energi panas bumi.
“Film ini adalah ruang dengar. Bukan hanya untuk suara pemerintah atau perusahaan, tetapi juga suara warga. Semua suara diserap,” ujar Dion, menekankan inklusivitas film ini sebagai wadah penampungan berbagai perspektif.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan komitmen PLN dalam membangun komunikasi yang transparan dan partisipatif dengan masyarakat. Kehadiran film dokumenter ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
“Melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa PLN membuka ruang dialog, mendengar aspirasi, serta memastikan pembangunan energi bersih berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” jelas Rizki.
PLN berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap proyek pembangunan energi, termasuk panas bumi, tidak hanya mengedepankan aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Dialog yang terbuka dan transparan menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan tersebut.
Film “Matahari dalam Tanah” diharapkan dapat menjadi katalisator untuk diskusi yang lebih mendalam, memperkuat pemahaman, dan membangun kepercayaan publik terhadap potensi besar energi panas bumi sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan bagi masa depan Nusa Tenggara Timur. Dengan sinergi antara berbagai pihak, proyek-proyek strategis ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.





















