Tragedi Pamekasan: Penjambretan Brutal Berakhir Maut, Diduga Dilakukan Kepala Dusun
Sebuah insiden tragis menggemparkan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, di mana aksi penjambretan yang dilakukan dengan brutal berakhir merenggut nyawa seorang nenek. Korban, yang diidentifikasi bernama Sumriyeh (60), meregang nyawa akibat peristiwa nahas ini. Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat akhirnya membuahkan hasil, mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku adalah seorang kepala dusun yang masih aktif menjabat di wilayah Kabupaten Sampang.
Penangkapan Pelaku: Titik Terang Kasus yang Menggemparkan
Aparat kepolisian dari jajaran Satreskrim Polres Pamekasan berhasil meringkus terduga pelaku pada Minggu, 11 Januari 2026. Penangkapan dilakukan di kediaman pelaku yang berlokasi di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Informasi mengenai penangkapan ini pun dibenarkan oleh warga setempat, menambah keyakinan publik terhadap identitas pelaku.
Seorang warga yang meminta inisialnya disamarkan, berinisial S, mengungkapkan bahwa pelaku memang dikenal sebagai seorang kepala dusun. “Dia tetangga teman saya. Kebetulan sebagai kepala dusun dan ditangkap di rumahnya,” ujar S. Lebih lanjut, S menambahkan bahwa sosok pelaku yang ditangkap sesuai dengan pria yang fotonya sempat viral di media sosial pasca kejadian. Foto tersebut berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga yang berhasil merekam gerak-gerik pelaku saat mengendarai sepeda motor tak lama setelah melancarkan aksinya.
Proses Pemeriksaan Intensif: Menanti Keterangan Resmi
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, secara singkat membenarkan adanya penangkapan pelaku dalam kasus penjambretan yang berujung maut ini. Namun, pihaknya masih belum bersedia membeberkan identitas dan peran detail pelaku secara rinci. Hal ini dikarenakan pelaku masih menjalani proses pemeriksaan intensif.
“Iya benar, masih proses dan diperiksa. Besok kita jelaskan,” ujar AKP Doni pada Minggu (11/1/2026). Ketika ditanya mengenai status pelaku yang disebut-sebut masih menjabat sebagai kepala dusun, AKP Doni kembali menegaskan bahwa kepolisian akan menyampaikan keterangan resmi setelah proses penyidikan awal rampung. “Tunggu besok saja. Kita jelaskan besok,” katanya, mengindikasikan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.
Kronologi Mencekam: Detik-detik Penjambretan yang Berujung Maut
Peristiwa penjambretan yang merenggut nyawa Sumriyeh ini terjadi di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Pada saat kejadian, korban Sumriyeh tengah dibonceng oleh anaknya, Halimatus Sakdiyah (26), bersama dua cucunya yang masih kecil, Alfian (7) dan Kayla yang baru berusia 1 tahun 8 bulan. Keempatnya sedang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi M 3863 CC.
Di tengah perjalanan, rombongan korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor dari arah kanan. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menarik paksa gelang emas yang dikenakan oleh korban Sumriyeh. Aksi penarikan yang kasar ini sontak membuat sepeda motor yang dikendarai korban oleng tidak terkendali.
Dalam kondisi panik akibat kejadian yang mendadak, korban dan keluarganya terjatuh dari sepeda motor. Sumriyeh mengalami luka parah akibat benturan keras dengan jalan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, anak dan cucu korban dilaporkan mengalami luka-luka.
Foto Viral: Pelaku Bermasker dan Bersarung Jadi Sorotan
Rekaman CCTV yang berhasil menangkap visual terduga pelaku penjambretan ini dengan cepat beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor sambil mengenakan sarung, helm, serta kaus berwarna cokelat. Foto-foto ini sontak memicu kemarahan publik dan keprihatinan mendalam.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas, terutama karena adanya dugaan kuat bahwa pelaku adalah seorang aparatur desa. Fakta ini menambah keprihatinan dan menimbulkan sorotan tajam terhadap integritas para pejabat di tingkat desa, yang seharusnya menjadi suri tauladan dan pelindung bagi masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya penegakan hukum yang tegas dan pengawasan yang lebih baik terhadap para pemangku jabatan publik.


