Kepala Lapas Manokwari Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pembinaan Warga Binaan
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, Adhy Prasetyanto, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan selama enam bulan masa tugasnya di Papua Barat. Menurutnya, pendekatan adaptif menjadi kunci dalam menjalankan program pemasyarakatan yang efektif di wilayah ini.
Adhy mengungkapkan bahwa pengalamannya sebelumnya sebagai Kepala Rutan Marabahan, Kalimantan Selatan, memberinya bekal penting dalam menyesuaikan program pembinaan dengan kondisi sosial dan geografis daerah. Hal ini membantunya memahami kebutuhan spesifik dari warga binaan di Papua Barat.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pemasyarakatan adalah memberikan manfaat nyata melalui pelatihan keterampilan dan penguatan kemandirian warga binaan. Dengan demikian, mereka siap kembali ke masyarakat dan hidup lebih baik.
“Warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga dibekali kemampuan untuk kembali dan hidup lebih baik di masyarakat,” ujarnya.
Program Pendidikan dan Pelatihan yang Komprehensif
Sebagai upaya konkret, Lapas Manokwari menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PKBM untuk pelaksanaan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi warga binaan agar memiliki dasar pengetahuan yang cukup.
Selain itu, Lapas Manokwari juga memperluas kolaborasi dengan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan guna mendukung pelatihan berbasis kompetensi. Hal ini dimaksudkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Pembenahan Layanan di Lapas Manokwari
Selain fokus pada pembinaan, Lapas Manokwari juga melakukan pembenahan layanan melalui sistem pelayanan satu pintu. Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses administrasi dan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kepada warga binaan.
Selain itu, Lapas Manokwari menyediakan wartel gratis bagi warga binaan untuk menjaga komunikasi dengan keluarga. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya, sehingga dapat mendukung proses reintegrasi sosial.
Visi Masa Depan Lapas Manokwari
Adhy berharap berbagai program tersebut dapat mendorong Lapas Manokwari menjadi lembaga pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial warga binaan. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, ia yakin bahwa Lapas Manokwari akan menjadi model yang baik dalam pemasyarakatan di Indonesia.
Dalam perjalanan ini, Adhy menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program yang telah dirancang. Dengan begitu, Lapas Manokwari dapat menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung kesejahteraan warga binaan.





















