Tokoh Pemuda Desa Cunca Wulang Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT Beri Peringatan Terkait Kerusakan Fasilitas Wisata
Feliks Janggu, seorang tokoh pemuda di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, memberikan pernyataan terkait kerusakan fasilitas yang ada di tempat wisata desa tersebut. Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Laporan Terkait Kerusakan Fasilitas Wisata
Menurut Feliks, kerusakan pada fasilitas wisata, termasuk jembatan yang terbuat dari kayu, sudah dilaporkan kepada Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi, Kreatif, dan Kebudayaan. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang signifikan. Kejadian ini memicu kekhawatiran, terutama setelah dua wisatawan asing (WNA) Austria meninggal dunia akibat jatuh dari jembatan yang kondisinya sudah sangat rusak.
“Terkait fasilitas di tempat wisata yang ada di Desa Cunca Wulang, tanggung jawabnya ada di Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi, Kreatif, dan Kebudayaan. Kerusakan fasilitas itu pun sudah disampaikan oleh pihak desa dan warga. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ujar Feliks.
Tanggung Jawab Pengelolaan Fasilitas
Feliks menjelaskan bahwa pengelolaan fasilitas di Cunca Wulang tidak sepenuhnya ditangani oleh pihak desa. Desa hanya bertanggung jawab atas kebersihan menuju tempat wisata, sementara fasilitas seperti jembatan dan area lainnya berada di bawah kewenangan Pemkab Manggarai Barat.
Ia mengharapkan pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. “Kejadian ini harus disikapi dengan cepat. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan penanganan pasca kejadian. Dengan demikian ke depan wisatawan bisa nyaman ke tempat ini,” tambahnya.
Kondisi Jembatan yang Mengkhawatirkan
Menurut informasi yang diberikan oleh Feliks, papan di jembatan tersebut sudah beberapa kali diganti, tetapi balok penyanggah utama di bawahnya belum diketahui apakah pernah diganti atau tidak. Di bagian kiri dan kanan jembatan, terdapat jaring pengaman yang juga sering diganti, namun jaring tersebut justru menjadi jebakan karena pengunjung tidak sadar bahwa jaring tersebut sudah rapuh.
“Kondisi jembatan tinggi membuatnya tidak mungkin diperbaiki oleh masyarakat lokal yang tidak memiliki keahlian khusus untuk bekerja di area ekstrem seperti itu,” ujar Feliks.
Permintaan untuk Menjaga Standar Keamanan
Feliks menegaskan bahwa permintaannya adalah agar Pemda tidak hanya fokus pada jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi, tetapi juga memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Pemda jangan hanya berorientasi ambil keuntungan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang begitu tinggi, perlu memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan wisatawan,” katanya.



















