Evaluasi Kritis Lini Pertahanan PSM Makassar: Tantangan di Bawah Mistar Gawang Menjelang Musim Baru
Menjelang dimulainya kompetisi Super League 2025/2026, PSM Makassar dihadapkan pada sebuah tantangan krusial yang membutuhkan perhatian serius: lini pertahanan, khususnya posisi penjaga gawang. Dalam enam pertandingan terakhir, gawang tim berjuluk Juku Eja telah kebobolan sebanyak 10 gol, sebuah catatan yang mengkhawatirkan dan perlu segera diperbaiki.
Dua nama yang paling sering mengisi pos penjaga gawang dalam periode tersebut adalah Hilman Syah dan Reza Arya. Hilman Syah tercatat kemasukan delapan gol dari lima pertandingan yang dijalaninya. Sementara itu, Reza Arya, meskipun hanya bermain dalam satu laga, harus rela gawangnya dibobol dua kali. Rata-rata gol yang bersarang ke gawang PSM Makassar seringkali berasal dari skema serangan balik cepat lawan serta eksekusi bola mati yang mematikan.
Statistik yang kurang ideal ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha. Memutus tren kebobolan gol, atau setidaknya meraih clean sheet dalam setiap pertandingan, menjadi target utama. Dengan tidak kemasukan gol, setidaknya PSM Makassar dapat mengamankan satu poin penting dalam setiap laga, sebuah modal berharga untuk mengarungi kompetisi yang panjang.
Pertandingan pertama PSM Makassar di putaran kedua Super League melawan Persijap Jepara, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, pukul 20.00 Wita, menjadi momen krusial untuk menguji perbaikan yang telah dilakukan.
Analisis Mendalam dari Sang Legenda: Masukan untuk Hilman Syah dan Reza Arya
Menanggapi kondisi ini, salah satu legenda PSM Makassar, Syamsidar, memberikan pandangannya mengenai performa kedua penjaga gawang tersebut. Menurutnya, kedua kiper ini membutuhkan peningkatan dalam aspek yang berbeda.
Peningkatan Pengambilan Keputusan Hilman Syah
Syamsidar menilai Hilman Syah perlu lebih berani dalam mengambil keputusan, terutama dalam hal keluar dari sarangnya untuk memotong bola atau mengantisipasi umpan silang dari lawan. Ia mengamati bahwa Hilman Syah cenderung lebih banyak menunggu di garis gawang, sebuah kebiasaan yang berpotensi dimanfaatkan lawan.
“Kalau saya kurang bola keluarnya (Hilman Syah). Tendangan penjuru dan crossing di dalam kotak penalti, jarang dia keluar,” ujar Syamsidar, menyoroti beberapa momen krusial di pertandingan sebelumnya, seperti saat melawan Borneo Samarinda FC dan Persib Bandung, di mana PSM Makassar kebobolan melalui bola mati dari sepak pojok dan umpan silang yang diselesaikan dengan sundulan.
Oleh karena itu, Syamsidar menyarankan agar Hilman Syah lebih giat berlatih untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusannya. Kiper yang dijuluki “Si Kuda Terbang” ini diharapkan dapat lebih proaktif dalam keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola di area 12 pas. “Bola di kotak penalti itu, bola kiper sebenarnya, karena dia (kiper) pakai tangan, pemain lain gunakan kepala, pasti tinggi tangan,” tegas mantan kiper Tim Nasional Indonesia ini, menekankan pentingnya dominasi kiper di area tersebut.
Mengembalikan Sentuhan Bertanding Reza Arya
Beralih ke Reza Arya, Syamsidar berpendapat bahwa kiper kelahiran Makassar ini perlu menemukan kembali “sentuhan bertandingnya”. Hal ini beralasan karena Reza Arya cukup lama menghabiskan waktu di bangku cadangan sebelum akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai starter.
Reza Arya baru mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter di awal musim Super League 2025/2026, yaitu pada pekan pertama melawan Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 9 Agustus 2025. Namun, ia kembali harus menunggu hingga pekan ke-17 untuk kembali bermain sejak menit awal, yaitu saat PSM Makassar menjamu Bali United di Stadion BJ Habibie pada Jumat, 9 Januari 2026.
“Reza hilang sentuhan bertandingnya. Kalau mau kembalikan sentuhannya, harus selalu dimainkan,” kata Syamsidar, menyarankan agar Reza Arya diberikan kesempatan bermain yang lebih konsisten untuk mengembalikan ritme dan kepercayaan dirinya.
Komunikasi yang Solid dengan Lini Pertahanan
Selain aspek individu penjaga gawang, Syamsidar juga menekankan pentingnya perbaikan komunikasi antara para kiper PSM Makassar dengan pemain bertahan. Ia menjelaskan bahwa koordinasi yang baik adalah kunci pertahanan yang solid. Ketika seorang kiper mengambil keputusan untuk maju atau keluar dari sarangnya, pemain bertahan di depannya harus sigap untuk menutupi posisi yang ditinggalkan.
“Perlu saling menutupi. Makanya, komunikasi wajib diperbaiki,” pungkas Syamsidar, menegaskan bahwa sinergi antara kiper dan lini belakang adalah elemen vital yang tidak bisa diabaikan.
Target Clean Sheet Menjadi Prioritas Pelatih
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, memiliki target ambisius untuk timnya di setiap pertandingan, yaitu meraih clean sheet atau tidak kemasukan gol. Semangat ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir, di mana PSM Makassar berhasil mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan, seperti saat mengalahkan Dewa United dengan skor 1-0 dan melibas PSBS Biak dengan skor telak 5-0.
Tomas Trucha berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan oleh Yuran Fernandes dan rekan-rekannya di pertandingan-pertandingan mendatang. Ia ingin timnya mampu menjaga kesucian gawang mereka, yang menjadi fondasi penting untuk meraih hasil maksimal dalam setiap laga. “Laga selanjutnya bisa mendapatkan clean sheet tersebut,” ucapnya, optimis dengan potensi timnya untuk mencapai target tersebut.
Perbaikan di lini pertahanan, khususnya di sektor penjaga gawang, menjadi kunci utama bagi PSM Makassar untuk dapat bersaing secara optimal di Super League 2025/2026. Dengan evaluasi yang matang dan kerja keras di sesi latihan, diharapkan PSM Makassar dapat segera membenahi kelemahan mereka dan tampil lebih tangguh di musim yang akan datang.



















