Klaten Project Debut Panggung, Kolaborasi Unik Bupati dan Musisi Jikustik Hibur Warga Jelang Berbuka
Klaten – Sebuah kolaborasi musikal yang tak terduga dan menghibur tersaji di Kafe Kopi Sawah, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten pada Sabtu, 28 Februari 2026. Band pendatang baru, Klaten Project, melakukan debut penampilan perdananya di panggung gigs, membawakan alunan musik yang merdu untuk menemani warga menikmati waktu jelang berbuka puasa. Kehadiran band ini sontak menarik perhatian, terutama karena formasi personelnya yang unik dan bertabur bintang.
Klaten Project bukan sekadar band biasa. Formasinya terdiri dari sosok-sosok yang memiliki peran penting di Kabupaten Klaten, berpadu dengan talenta musik yang sudah tak diragukan lagi. Salah satu personel yang paling mencuri perhatian adalah Bupati Klaten sendiri, Hamenang Wajar Ismoyo, yang akrab disapa Mas Ham. Turut meramaikan panggung bersamanya adalah Amin Klaten, seorang influencer yang dikenal luas di kalangan masyarakat.
Kehadiran dua tokoh publik ini memberikan sentuhan istimewa pada penampilan Klaten Project. Namun, daya tarik band ini tidak berhenti di situ. Dua pentolan dari grup musik Jikustik yang legendaris, Adhitya Bagaskara dan Carolus Liberianto (Carlo), turut menjadi bagian dari Klaten Project. Kolaborasi antara pemangku kebijakan daerah, figur publik digital, dan musisi profesional ini menciptakan sebuah sinergi yang menarik dan menjanjikan.
Meskipun cuaca pada sore itu diguyur hujan deras, semangat para personel dan penonton tetap membara. Klaten Project tampil memukau, membuktikan bahwa hujan bukanlah halangan untuk menyajikan hiburan berkualitas. Empat lagu dibawakan di atas panggung, semuanya merupakan karya dari band Jikustik. Pilihan lagu ini tentu disambut hangat oleh para penggemar Jikustik yang hadir.
Salah satu lagu yang dibawakan adalah single religi terbaru Jikustik, “Tuhan Itu Ada”. Lagu ini, yang belum lama dirilis, menjadi pilihan yang tepat untuk momen menjelang berbuka puasa, memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi pendengarnya. Alunan musik yang syahdu berpadu dengan lirik yang penuh makna, menciptakan suasana yang khusyuk dan reflektif di tengah keramaian.
Lebih dari Sekadar Pertunjukan Musik
Acara yang berlangsung di Kafe Kopi Sawah ini tidak hanya diisi oleh penampilan Klaten Project. Lebih luas lagi, acara ini merupakan bagian dari gelaran “Kolektifun volume 4”. Acara ini memang dirancang untuk menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya, khususnya anak muda di Klaten.
Selain Klaten Project, beberapa band lain juga turut memeriahkan panggung Kolektifun volume 4. Di antaranya adalah Fraide, Kondang Winangun, Wana Dwika, dan Ready Over. Kehadiran berbagai band ini menunjukkan keberagaman skena musik lokal yang kian berkembang di Klaten, memberikan kesempatan bagi berbagai genre dan gaya bermusik untuk unjuk gigi.
Tak hanya berfokus pada pertunjukan musik, Kolektifun volume 4 juga menyisipkan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius. Sesi syiar Islam yang disampaikan oleh Gus Jati menjadi salah satu sorotan utama. Hal ini menegaskan komitmen penyelenggara untuk menciptakan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pencerahan dan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Apresiasi dari Bupati untuk Wadah Kreativitas Anak Muda
Usai penampilan yang memukau, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyempatkan diri untuk memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Kolektifun. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak penyelenggara yang telah berhasil menciptakan sebuah acara yang luar biasa.
“Saya terima kasih dengan Kolektifun, yang sudah bikin acara yang luar biasa ini mewadahi anak muda yang bermusik,” ujar Bupati Hamenang.
Menurut pandangannya, kegiatan seperti ini memiliki dampak yang sangat positif bagi perkembangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya wadah seperti ini untuk menyalurkan energi dan bakat anak-anak muda secara konstruktif.
“Acara ini yang luar biasa, bisa mewadahi anak-anak yang bermusik, berkegiatan positif,” jelasnya lebih lanjut.
Bupati Hamenang juga menyoroti aspek unik dari acara ini, di mana kegiatan bermusik dipadukan dengan sentuhan kerohanian. “Bermain musik sekaligus ada sisipan-sisipan kerohaniannya, karena ada tausiah dari Gus Jati,” imbuhnya, menggarisbawahi nilai tambah dari acara ini.
Ia berharap agar kegiatan seperti Kolektifun dapat terus berjalan dan berkembang di masa mendatang. Harapan utamanya adalah agar acara ini dapat terus menjadi ajang yang signifikan bagi para musisi muda di Klaten.
“Ini sudah saja yang keempat. Semoga nanti ke depan semakin berkembang lagi acaranya,” ucapnya dengan optimis.
“Semakin banyak yang datang sehingga bisa mewadahi anak-anak muda di Kabupaten Klaten Selatan yang hobi bermusik,” pungkasnya, menutup dengan harapan besar untuk masa depan skena musik dan kreativitas anak muda di Klaten.



















